Girimu.com — SD Muhammadiyah 1 Wringinanom (SD Muwri) Gresik kembali menggelar kegiatan Ujian Praktik (Uprak) Ibadah bagi siswa kelas VI. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama tiga hari, pada Senin – Rabu, (4–6 /5/2026) sebagai bentuk evaluasi pembelajaran ibadah sekaligus pembekalan bagi siswa sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Ujian praktik ini menjadi salah satu agenda penting bagi siswa kelas akhir. Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin memastikan, bahwa siswa tidak hanya memahami teori pelajaran agama di dalam kelas, tetapi juga mampu mempraktikkan ibadah dengan baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun materi ibadah yang diujikan meliputi praktik wudu, tayamum, salat fardhu, zikir ba’da salat, salat jenazah, hingga khutbah Jumat. Seluruh siswa mengikuti ujian secara bergilir dengan pendampingan guru Al Islam dan para munaqis atau penguji. Kegiatan Uprak pun berlangsung dengan suasana tertib dan penuh semangat.
Para siswa antusias mengikuti setiap tahapan ujian. Beberapa siswa terlihat percaya diri saat mempraktikkan ibadah, sementara yang lain nampak serius mempersiapkan diri sebelum giliran diuji.
Mufidatul Latifah, selaku munaqis Uprak menyampaikan, ibadah yang diujikan merupakan ibadah dasar yang wajib dikuasai oleh setiap Muslim sejak dini. Menurutnya, kemampuan mempraktikkan ibadah sehari-hari menjadi bekal penting bagi siswa, terlebih mereka sebentar lagi akan lulus dan menjadi alumni SD Muwri.
“Ibadah yang diujikan ini sangat mendasar, namun sangat penting dan bermanfaat untuk praktik ibadah sehari-hari siswa. Ini menjadi bekal penting bagi siswa kelas VI yang sebentar lagi akan menjadi alumni,” jelasnya.
Ia menambahkan, bahwa pendidikan agama tidak cukup hanya berupa teori di dalam kelas, tetapi juga harus diwujudkan dalam praktik nyata. Karena itu, kegiatan Uprak menjadi sarana untuk melatih kebiasaan ibadah siswa agar lebih baik dan benar sesuai tuntunan syariat. Ibadah ini tentunya sudah dipraktekkan setiap hari di sekolah maupun dirumah.
Pada hari pertama pelaksanaan Uprak, siswa mengikuti ujian praktik wudu dan tayamum. Dalam praktik wudu, siswa diminta memperagakan tata cara bersuci mulai dari niat, membasuh anggota wudu secara berurutan, hingga membaca doa setelah wudu. Para penguji memperhatikan setiap gerakan siswa, termasuk ketepatan urutan dan kesempurnaan membasuh anggota tubuh yang harus terkena wudu.
Selain praktik, siswa juga diberi beberapa pertanyaan terkait rukun wudu, sunah wudu, serta hal-hal yang dapat membatalkan wudu. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami gerakan, tetapi juga mengetahui dasar-dasar ilmunya.
Sementara pada praktik tayamum, siswa diuji mengenai tata cara bersuci menggunakan debu suci ketika tidak ada air atau dalam kondisi tertentu yang diperbolehkan dalam syariat Islam. Para siswa nampak berusaha memperagakan tayamum dengan tenang sesuai urutan yang telah dipelajari di sekolah.
Kegiatan ini mendapat perhatian serius dari pihak sekolah, karena ibadah merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter siswa. juga pembiasaan nilai-nilai Islami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan Uprak, sekolah berharap para siswa mampu menerapkan ilmu ibadah yang telah dipelajari, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Bekal tersebut diharapkan menjadi fondasi penting bagi siswa saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Selain menjadi sarana evaluasi, Uprak juga menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam menjalankan ibadah di tengah masyarakat. Terlebih, beberapa materi yang diujikan, seperti salat jenazah dan khutbah Jumat, merupakan praktik ibadah sosial yang membutuhkan keberanian dan kesiapan mental.
Dengan adanya kegiatan ini, SD Muwri berharap dapat melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki pemahaman agama yang baik, akhlak mulia, serta kebiasaan ibadah yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. (*)







