SD Al Islam Morowudi Latih Siswa Buat Penjernih Air Mini

Reporter: Mardiyana Zulifah

Berita Sekolah, Kabar1148 Dilihat
banner 468x60

Suasana halaman SD Al Islam Morowudi, Kecamatan Cerme, tampak berbeda pada Kamis (11/6/2026). Ratusan siswa berkumpul bukan untuk bermain, melainkan mengikuti kegiatan Ekonomi Kreatif atau Eko Kreatif.

Kegiatan bertema “Gaya Hidup Ramah Lingkungan” itu melibatkan seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 5. Mereka mengikuti proyek edukatif berupa pembuatan alat penjernih air mini.

Melalui kegiatan ini, siswa belajar mengolah limbah dan barang bekas menjadi alat sederhana yang bermanfaat untuk mengenalkan solusi sanitasi air sejak dini.
Para siswa membawa bahan dari rumah. Bahan tersebut antara lain sabut kelapa, tisu, kerikil besar, kerikil kecil, dan botol air mineral kosong. Setiap siswa mendapat tugas membawa salah satu bahan untuk mendukung proses pembuatan alat penjernih air.

Koordinator Kurikulum SD Al Islam Morowudi, Siti Nur Asiyah, menjelaskan bahwa kegiatan Eko Kreatif menjadi jembatan antara teori lingkungan dan praktik langsung.

“Melalui kolaborasi ini, siswa diharapkan tidak hanya paham teori lingkungan, tetapi mampu mempraktikkan pengolahan limbah menjadi solusi sanitasi air yang bermanfaat,” ujar sosok yang akrab disapa Ustadzah Asiyah tersebut saat ditemui kontributor di lokasi acara.

Menurut Ustadzah Asiyah, kegiatan ini juga melatih siswa berpikir kritis saat memilih, memilah, dan menyusun bahan baku. Barang-barang yang semula dianggap tidak terpakai dapat mereka rancang ulang menjadi alat yang memiliki nilai guna.

Selain mengenalkan kepedulian lingkungan, kegiatan Eko Kreatif juga menguatkan dua karakter utama siswa, yakni kolaborasi dan kreativitas.

Melalui kerja kelompok, siswa belajar membangun gotong royong, berbagi tugas, dan menyelesaikan proyek secara bersama. Mereka juga berlatih berpikir fleksibel saat menghadapi keterbatasan bahan.

Pihak sekolah berharap kebiasaan baik ini tidak berhenti di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan dapat menularkan gaya hidup ramah lingkungan kepada keluarga dan masyarakat sekitar.

“Berbekal barang bekas, mereka membuktikan bahwa langkah kecil bisa membawa perubahan besar bagi bumi,” pungkas Ustadzah Asiyah.

Editor