Girimu.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sidayu, Kabupaten Gresik, resmi menyatukan visi tujuh lembaga pendidikan di bawah naungannya menjadi satu ekosistem terintegrasi. Langkah strategis ini diawali melalui pelantikan kepala sekolah dan madrasah baru di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sidayu, Selasa (16/6/2026).
Penyatuan ini bertujuan untuk menghilangkan ego kelembagaan dan persaingan internal antar-sekolah Muhammadiyah di wilayah tersebut. Melalui komitmen bersama, seluruh sekolah kini bernaung di bawah satu payung pengelolaan yang solid.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PCM Sidayu, M. Amri Mukhtarifin, menegaskan pentingnya sinergi antar-lembaga. Kerja sama yang baik akan memperkuat daya saing sekolah Muhammadiyah dalam menjaring peserta didik baru.
“Kami berharap kita senantiasa berkolaborasi dan bersinergi yang baik sebagai sebuah ekosistem,” ujar Amri dalam sambutannya. “Jika ekosistem sekolah Muhammadiyah terbentuk dan bekerja dengan baik, saya yakin tidak ada yang kekurangan siswa.”
Amri menambahkan bahwa musyawarah mufakat menjadi modal utama pengurus dalam merumuskan kemajuan pendidikan. Pihaknya kerap menggelar diskusi intensif demi mematangkan konsep integrasi ini.
Ketua PCM Sidayu, H. Ahmad Muladzidz, turut menekankan pentingnya ketegasan seorang pemimpin dalam menjaga mutu sekolah. Kepala sekolah dituntut berani meluruskan kekeliruan demi keberlangsungan kualitas institusi. “Kepala sekolah harus berani menegur jika ada yang salah,” tutur Ahmad Muladzidz. “Sebaliknya, guru dan tenaga kependidikan jangan anti ditegur. Kadang sekolah menjadi rusak justru karena kepala sekolah tidak berani menegur.”
Ahmad juga memberikan apresiasi mendalam kepada para guru dan tenaga kependidikan yang memasuki masa purna tugas. Penghargaan diberikan atas dedikasi panjang mereka dalam memajukan dakwah pendidikan Muhammadiyah.
Sebagai solusi konkret atas tantangan pengelolaan, forum ini memperkenalkan gagasan Integrated Muhammadiyah School System (IMSS). Konsep ini mengubah paradigma pengelolaan dari persaingan menjadi sistem kaderisasi yang berkelanjutan.
Terdapat tujuh lembaga pendidikan yang kini resmi masuk dalam ekosistem terintegrasi ini:
- SD Muhammadiyah Sidayu
- MI Muhammadiyah Golokan
- MTs Muhammadiyah 4 Sidayu
- SMP Muhammadiyah 9 Sidayu
- SMA Muhammadiyah Sidayu
- MA Muhammadiyah Sidayu
- SLB Muhammadiyah Sidayu
Sistem IMSS memastikan kesinambungan pendidikan siswa sejak jenjang dasar hingga menengah atas. Keberhasilan perguruan tidak lagi diukur dari kuantitas siswa di satu sekolah, melainkan dari keberhasilan kaderisasi antar-jenjang.
Melalui perubahan paradigma dari “sekolah saya” menjadi “perguruan kita”, kemajuan satu lembaga akan berdampak langsung pada lembaga lainnya. Langkah integrasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif yang luas bagi masyarakat luas dan persyarikatan. (*)







