Momen Mengharukan dalam Haflah Akhirissanah XLIII SMP Muhammadiyah 7 Cerme

Reporter: Ida Maimunah

Berita Sekolah528 Dilihat
banner 468x60
Girimu.com — Suasana haru dan suka-cita  menyelimuti seluruh orang yang hadir dalam Haflah Akhirissanah XLIII SMP Muhammadiyah 7 Cerme di aula Hotel Horison Gresik, Jumat (19/6/2026).  Itu momen penting dan membahagiakan bagi para siswa, orang tua, dan SMP Muhammadiyah 7 Cerme, Gresik, karena lama dinantikan.
Tepat pukul 13.00 WIB, sudah mulai berdatangan di aula hotel para siswa yang didampingi orang tuanya dengan wajah ceria. Demikian juga para tamu undangan yang secara bergantian memasuki ruang acara. Sedangkan guru dan karyawan serta panitia Haflah Akhirissanah dengan penuh semangat mulai pagi mempersiapkan segala keperluan yang berkaitan dengan acara tersebut. Tepat pukul 13.25 WIB seluruh siswa dan orang tua serta para tamu undangan sudah hadir semua, dan acara pun dimulai.
Host dalam Haflah akhirissanah XLIII SMP Muhammadiyah 7 Cerme dibawakan oleh siswa kelas 8 A, yakni Radamel Falco Garcia Oroh dan Rahma Hana Safirah, siswa kelas 7 B. Mereka nampak anggun, rapi, serta bersemangat dalam memandu acara. Tari Kridaning Jaran Bocah yang ditampilkan siswa ekstra Sinau Budaya yang dibimbing oleh Syamsul Arifin, SPd jadi acara pembuka, dilanjutkan ayat suci Al Quran yang dilantumkan oleh Amanda Mega Lestari, siswa kelas 8. Berikutnya, kajian iftitah yang disampaikan oleh Ustadz Yusuf Diachmad Sabri, Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik.
Dalam kajian iftitah tersebut, Sabri berpesan, orang tua hendaknya menyekolahkan anaknya di sekolah yang bernuansa agama, sehingga disamping memiliki ilmu pengetahuan, anak-anak juga memiliki ilmu agama yang mendalam. Ia juga berharap, dengan bersekolah pada lembaga bernuansa Islam, anak memiliki karakter yang baik. Seperti di SMP Muhammadiyah 7 Cerme yang memiliki program Tahfidzul Qur’an TQA Tanwir Iman yang tahun ini mewisuda 15 siswa.
Dikatakan, karakter yang baik sangat penting dan utama untuk membekali hidup anak di masa kini dan masa yang akan datang. Sabri juga berpesan kepada orang tua agar menjalankan amanah, karena setelah lulus anak-anaknya menjalani pendidikan yang lebih tinggi.
“Orang tua harus menerima pencapaian nilai anak-anaknya, bahwa saat ini adalah pencapaian yang terbaik. Ada nilai anak yang pas-pasan, ada yang tinggi. Bagi anak yang nilainya pas-pasan belum tentu masa depannya suram, karena bisa jadi akhirnya timbul rasa semangat belajar tinggi yang akhirnya mengantarkan pada kesuksesan,” ujar Sabri.
Sementara kepada para siswa ia berpesan,  dalam belajar jangan takut gagal, karena kegagalan adalah ketika berhenti berusaha belajar. Maka, teruslah belajar dan berjuang serta berusaha mencapai hasil yang diinginkan.
Yuli Kusminarsih, SPd, Kepala SMP Muhammadiyah 7 Cerme, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa bersyukurnya, karena telah mengantarkan siswa-siswinya kelas 9 sampai lulus atau purnasiswa. Ia memberikan nasihat untuk tetap semangat dalam menempuh pendidikannya, karena saat ini bukan akhir perjalanan pendidikannya. Tetapi, setelah ini adalah awal proses menuju perjalanan pendidikan yang baru dan panjang, dengan teman-teman, guru, dan lingkungan yang baru.
Dikatakan, bahwa sang juara tidak saja berdiri di podium sambil membawa piala, tetapi sang juara juga mampu berjuang, pantang menyerah, disiplin, dan terus berusaha menjadi pribadi yang baik. Karena itu, ia sampaikan terima kasih kepada para siswa, karena selama belajar di SMP Muhammadiyah 7 Cerme telah banyak menorehkan prestasi baik di akademik maupun non-akademik. Prestasi tersebut telah membuktikan, bahwa kerja keras, tekat yang kuat akan memperoleh hasil yang baik.
“Mimpilah setinggi mungkin untuk meraih cita-citamu. Tetap jaga semangat untuk belajar jangan pernah puas dengan ilmu yang didapat hari ini, karena belajar adalah sebuah proses sepanjang hayat. Teruslah membaca, mencari pengalaman, terus berlatih dan mengembangkan diri, karena cita-cita yang besar hanya dapat diraih dengan belajar yang tekun, punya keberanian tinggi dan tidak mudah menyerah,” ujarnya memompakan semangat.
Sementara Nurul Wafiyah, MPd, Sekretaris Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Gresik yang hadir dalam kesempatan tersebut  menyampaikan, anak-anak jangan pernah menyerah, harus tetap bersemangat belajar meski ada halangan ekonomi orang tua. Ekonomi orang tua yang tidak mampu tidak menjadikan halangan meraih cita-cita, karena kalau Allah sudah menemukan anak-anak pada orang yang tepat, dan pada saat yang tepat sebagai jalan membantu menuju pendidikan yang tinggi untuk meraih kesuksesan, itu pasti terjadi asalkan anak-anak tidak menyerah, terus berusaha dengan tekat yang kuat, insyaallah pasti berhasil mencapai cita-cita.
Selain mewisuda 106 siswa SMPMuhammadiyah 7 Cerme, juga ada prosesi wisuda Tahfidzul Qur’an ke-4 sebanyak 15 siswa. Dalam momen ini juga diberikan penghargaan peringkat kelas bagi siswa yang berprestasi.
Kelas 9A:
1. Ersi Syahbanai Kuwayyis dengan total nilai 1.266
2. Dimas Wadiansyah (1.261)
Naila Atiqah Fatin (1.259)
Kelas 9B:
1. Tsabita Gading Wusti Semafuri (1.277)
2. Najwa Avrillia (1.270)
3. Ana Septi Aulia (1.248)
Kelas 9C:
1. Inge Dwi Putri Habibah (1.275)
2. Ardelia Adibah Brilliant (1.261)
3. Alistya Jeni Hadatmika (1.245)
Kelas 9D:
1. Nasywah Syifa’ulal Azizah Zahrotul Sitta (1.312)
2. Asmaul Dita Nuraini (1.251)
3. Keysha Lady Angelina (1.251).
Dalam kesempatan itu, wisudawan, orang tua, dan para tamu undangan juga menikmati tampilan kreasi seni yang dibawakan oleh para siswa ekstra Sinau Budaya bimbingan Syamsul Arifin, SPd. (*)

Editor