Girimu.Com – Suasana penuh keberkahan dan kehangatan menyelimuti Masjid At-Taqwa yang berlokasi di Jalan KH Kholil No. 90, Gresik, Jawa Timur. Ratusan jemaah dari berbagai penjuru wilayah yang berada di bawah naungan pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Gresik memadati area utama hingga serambi masjid untuk mengikuti ajang silaturahim dan penuntut ilmu bulanan, yakni Pengajian Ahad Pagi (26/7/2025).
Pengajian rutin yang menyemai nilai-nilai ke-Islaman dan pencerahan ini menghadirkan penceramah utama, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Gresik, Muhammad Thoha Mahsun, SAg, MPdI, MHes. Dalam tausiyah-nya yang lugas, hangat, dan sarat makna, ia mengangkat tema yang sangat fundamental dalam kehidupan seorang Muslim, yaitu tiga Amal Abadi: Sedekah Jariyah, Ilmu yang Bermanfaat, dan Anak Salih.
Mengawali ceramahnya, Ustad Thoha, sapaan akrabnya, menukil sebuah hadis riwayat Muslim yang sangat populer. Dlam hadis itu Rasulullah SAW bersabda, bahwa ketika anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara. Ditekankan, bahwa kehidupan duniawi hanyalah ladang sementara, sedangkan ketiga hal tersebut merupakan investasi terbaik untuk kehidupan akhirat yang kekal.
“Ketika nyawa berpisah dengan raga, apa yang kita miliki, seperti jabatan, uang, harta, kepopuleran hingga ketenaran selama hidup, seketika akan hilang saat malaikat maut menjalankan tugas nya, mancabut nyawa kita,” ujarnya di hadapan audiens.
Ia kemudian mengupas satu persatu ketiga amalan abadi tersebut. Yang pertama, Sedekah Jariyah. Ketua PDM Gresik tersebut mengimbau jamaah yang hadir untuk tidak ragu membagikan hartanya di jalan Allah. Sedekah jariyah, seperti membangun masjid, mendirikan fasilitas pendidikan, atau wakaf publik, manfaatnya akan terus dirasakan oleh masyarakat luas. Pahala kebaikan itu pun akan terus mengalir kepada sang dermawan, meski yang bersangkutan telah meninggal.
Yang kedua, Ilmu yang Bermanfaat. Bapak tiga anak tersebut menegaskan, bahwa Ilmu yang diajarkan, diamalkan, dan disebarluaskan oleh bapak ibu guru terutama yang berada di bawah naungan PCM Kecamatan Gresik demi kemaslahatan umat, tidak akan pernah sia-sia. Setiap kali orang lain memetik manfaat dari ilmu tersebut —baik ilmu agama maupun ilmu pengetahuan umum—, maka ustadz/ustadzah pengajar akan mendulang pahala jariyah.
Dan yang ketiga adalah Anak Salih yang Mendoakan Orang Tuanya. Ia menekankan pentingnya peran keluarga dan pendidikan karakter berbasis Islam. Thoha pun teringat akan ustadz/ustadzah-nya yang sudah mengajarkannya cara wudu, tata cara salat, belajar dan mengembangkan ilmu, sehingga ia berada di posisi saat ini.
“Tugas kita mendoakan orang tua kita dalam sehari sebagai kewajiban. Sehingga jika kita pingin didoakan oleh anak kita, maka kita harus jadi teladan dalam mendoakan orang tua kita. Maka, mencetak generasi muda yang berakhlak mulia dan senantiasa mendoakan orang tuanya adalah wujud sukses terbesar seorang pendidik dan orang tua,” tandasnya.
Tidak hanya menyampaikan teori keagamaan, Ketua PDM Gresik ini juga mengajak jamaah untuk merealisasikan pesan tersebut dalam aksi nyata kehidupan sehari-hari, sejalan dengan nilai-nilai dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang diusung persyarikatan Muhammadiyah. Pada kesempatan pagi ini secara simbolis dilaksanakan peresmian pembangunan pengembangan lingkungan masjid dengan memperluas tempat wudlu dan membangun guest house.
Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan —mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, hingga para lansia— menunjukkan tingginya antusiasme warga Gresik dalam menimba ilmu. Acara Pengajian Ahad Pagi di Masjid At-Taqwa KH Kholil ini diakhiri dengan doa memohon keselamatan, keberkahan, serta kemudahan bagi seluruh warga Gresik dan umat Islam pada umumnya. (*)



