‘Anak Surga’ Spemutu pun Ikut Belajar Menyembelih Hewan Kuban

Reporter: Beny Syah

Berita Sekolah1023 Dilihat

Girimu.com — Suasana lapangan SMP Muhammadiyah 1 Gresik (Spemutu) nampak berbeda pada Senin (25/5/2026). Spemutu melaksanakan pembelajaran praktik menyembelih hewan kurban dengan menggunakan ayam sebagai media belajar. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran ke-Islaman yang aplikatif dan kontekstual bagi siswa.

Tidak hanya guru, para siswa pun ikut terlibat langsung dalam praktik penyembelihan. Sebanyak 10 ekor ayam disiapkan sebagai sarana pembelajaran. Di tengah kegiatan tersebut, perhatian peserta tertuju pada Hafidz Hadzimul Fikri, siswa inklusi yang di Spemutu dikenal sebagai “anak surga”. Hafidz menunjukkan antusiasme yang tinggi dan ikut serta dalam latihan menyembelih hewan.

Pelatih penyembelihan hewan dari Juleha (Juru Sembelih Halal), Muhammad Harun, menjelaskan, bahwa pada awalnya Hafidz tidak direncanakan untuk mengikuti praktik. “Awalnya Hafidz tidak kami masukkan sebagai peserta. Namun rasa penasarannya sangat besar. Setiap ada siswa yang menyembelih ayam, ia selalu mendekat dan berulang kali berkata, ‘aku ingin menyembelih’,” ungkapnya.

Melihat keinginan kuat tersebut, Harun akhirnya memberikan kesempatan kepada Hafidz dengan pendampingan. “Kami melihat keberanian dan kemauan belajarnya. Dengan bimbingan, Hafidz mampu mengikuti proses dengan baik. Ini menjadi pembelajaran berharga tentang keberanian, kepercayaan diri, dan kemanusiaan bagi semua siswa,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), Rosyidul Arifibillah, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap Hafidz.

“Kami sangat bangga dan terharu. Hafidz telah menunjukkan, bahwa setiap anak memiliki potensi yang luar biasa jika diberi ruang dan kepercayaan,” ujarnya.

Rosyidul menambahkan, keterlibatan Hafidz menjadi bukti nyata komitmen sekolah dalam pendidikan inklusif.

“Spemutu berupaya menghadirkan pembelajaran yang ramah, adil, dan memanusiakan. Nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi dipraktikkan melalui sikap saling menghargai dan memberi kesempatan yang sama kepada semua siswa,” pungkasnya. (*)

 

Editor