Bekali Wali Murid Ilmu Syar’i, Kajian Ikwam SD Al Islam Kupas Tuntas Keutamaan Dzulhijjah

Reporter: Mardiyana Zulifah

Berita Sekolah1515 Dilihat

Girimu.com — Menjelang datangnya bulan Dzulhijjah yang penuh kemuliaan, Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Al Islam menggelar agenda spiritual yang sarat makna, yakni Kajian Jumat bertajuk “Fiqih Ibadah di Bulan Dzulhijjah: Puasa Arafah, Iduladha, dan Qurban” pada Jumat (9/5/2026). Bertempat di Masjid Sabilul Muttaqin puluhan ibu-ibu wali murid berkumpul dengan antusiasme tinggi untuk mengikuti kajian tersebut.

Hadir sebagai narasumber utama, Ustadz Wafiqul Mizan, Mudir Madrasah Diniyah Al Islam sekaligus guru Ismuba SD Al Islam Cerme. Dengan penyampaian yang lugas, ia membedah satu demi satu landasan syariat agar para wali murid memiliki bekal ilmu yang kokoh sebelum memasuki bulan ke-12 Hijriah tersebut.

Dalam sesi pertama, Ustadz Wafiqul menyoroti dahsyatnya keutamaan puasa Arafah yang dilaksanakan ada 9 Dzulhijjah. Mengutip Hadits Nabi Riwayat Muslim, ia mengingatkan, bahwa puasa satu hari ini merupakan investasi luar biasa, karena mampu menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

Materi kemudian bergeser pada pembahasan Ibadah Kurban (Al-Udh-hiyyah). Merujuk pada QS Surat Al-Kautsar ayat 2, kurban ditegaskan bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan bentuk nyata ketakwaan.

“Bagi mereka yang memiliki kelapangan harta, jangan sampai meninggalkan ibadah ini. Rasulullah SAW memberikan peringatan keras dalam haditsnya bagi mereka yang mampu namun enggan berkurban,” tegas Ustadz Wafiqul mengngatkan.

Salah satu bagian menarik dari kajian ini adalah edukasi mengenai perbedaan adab antara Iduladha dan Idulfitri. Para jamaah diajak untuk memahami sunnah-sunnah spesifik, seperti, mengumandangkan takbir sebagai syiar, mandi dan mengenakan pakaian terbaik, Dalam Iduladha, lanjutnya, disunnahkan untuk tidak makan terlebih dahulu hingga selesai salat Id. Berbeda dengan Idulfitri yang justru disunnahkan makan sebelum berangkat salat Id.

Ustadz Wafiqul juga memberikan pencerahan mengenai peran wanita dalam salat Id. Sesuai tuntunan Rasulullah SAW, seluruh wanita —termasuk yang sedang berhalangan (haid)— tetap dianjurkan hadir ke tempat salat. Meski tidak ikut melakukan sujud (salat) di dalam shaf, kehadiran mereka penting untuk mendengarkan khutbah dan menyaksikan kebaikan serta syiar Islam di tengah masyarakat.

Kajian yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Mardiyana Zulifah, selaku bagian dari penyelenggara, menyampaikan, bahwa kegiatan ini bertujuan agar nilai-nilai ketaatan Nabi Ibrahim AS tidak hanya menjadi cerita, tetapi terimplementasi dalam kehidupan keluarga sehari-hari. Dengan bekal ilmu yang benar, diharapkan para wali murid SD Al Islam dapat menjalankan rangkaian ibadah Dzulhijjah dengan lebih sempurna, penuh keyakinan, dan meraih derajat takwa yang sesungguhnya. (*)

Editor