
Gerimis tipis mengiringi langkah 53 siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik (Berlian Primary School) saat berjalan menuju Masjid Al Mizan SMA Muhammadiyah 10 GKB, Senin pagi (12/1/2026). Meski cuaca belum sepenuhnya cerah, wajah ceria tetap terpancar dari siswa kelas I Al Aqsha dan kelas IV Alexandria yang pagi itu mengikuti kegiatan Tahfidz Goes to Mosque.
Para siswa merupakan peserta Tahfidz Class Program (TCP) Berlian Primary School. Sejak pukul 06.00 WIB, beberapa di antara mereka sudah hadir di masjid, meskipun kegiatan baru dimulai pada pukul 06.45 WIB. Masjid Al Mizan, yang baru diresmikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebulan sebelumnya, menjadi lokasi kegiatan tahfidz kali ini.
Satu per satu siswa memasuki masjid dengan didampingi wali kelas dan guru tahfidz. Suasana masjid yang luas dan tenang membuat anak-anak tampak takjub. Bagi sebagian besar siswa, ini merupakan pengalaman pertama mengikuti kegiatan belajar menghafal Al Quran di masjid tersebut.
Tahfidz Goes to Mosque merupakan salah satu program TCP Berlian Primary School yang dirancang untuk memberi suasana belajar berbeda dari biasanya. Selain memperkuat hafalan Al Quran, kegiatan ini bertujuan menanamkan kecintaan terhadap masjid sejak usia dini, sejalan dengan nilai-nilai Islam yang menempatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat.
Ketua panitia kegiatan, Maratus Solihah, S.Pd.I, mengatakan Masjid Al Mizan dipilih karena berada di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah PCM GKB dan dekat dengan tempat tinggal mayoritas siswa di kawasan Pondok Permata Suci (PPS).
“Kami berharap anak-anak tidak hanya datang ke masjid saat kegiatan sekolah, tetapi juga tertarik datang bersama orang tua untuk memakmurkannya,” ujarnya.
Menurut Maratus, suasana masjid yang hening dan khusyuk membantu siswa lebih fokus dalam menghafal Al Quran.
“Alhamdulillah, anak-anak sangat senang dan terlihat lebih semangat,” katanya.
Hal senada disampaikan Reni Ratnawati, S.Pd.I, wali kelas I Al Aqsha. Ia menilai kegiatan tahfidz di masjid memberikan pengalaman emosional yang berbeda bagi siswa.
“Belajar di masjid terasa lebih tenang. Anak-anak jadi lebih fokus dan menikmati proses menghafal,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat dhuha berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dari Aditama, M.Ag, Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam tausiyahnya, Aditama menyampaikan pentingnya adab di masjid serta keutamaan para penghafal Al Quran.
Ia juga mengingatkan bahwa semangat menghafal Al Quran bisa naik dan turun. Karena itu, menurutnya, anak-anak perlu mendapat suasana belajar yang nyaman agar terhindar dari kejenuhan.
“Masjid bisa menjadi tempat yang menenangkan dan menguatkan kembali semangat mereka,” ujarnya.
Kepala Berlian Primary School, Farikha, S.Pd., mengatakan program Tahfidz Goes to Mosque terinspirasi dari pendidikan Rasulullah yang berpusat di masjid.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan hati yang dekat dengan masjid,” katanya.
Farikha menambahkan, pihak sekolah berkomitmen terus menguatkan program TCP melalui kegiatan di dalam maupun luar sekolah dengan melibatkan takmir masjid dan orang tua siswa.
“Harapannya, kecintaan anak-anak kepada Al Quran dan masjid tertanam sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan mereka kelak,” ujarnya.
Penulis: Farikha







