Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA ‘Aisyiyah Jawa Timur mencatat keberhasilan program Biro Ta’arufMU setelah dua pesertanya resmi menikah melalui proses ta’aruf Islami. Pasangan tersebut adalah Tofan Tri Nugroho dan Ismi Nur Rachmawati yang melangsungkan akad nikah pada 26 Desember 2025.
Akad nikah digelar di Masjid Tarbiyatul Islami Surabaya dan dilanjutkan dengan resepsi pernikahan di Gedung Wanita Candra Kencana Surabaya pada malam harinya.
Biro Ta’arufMU merupakan layanan perjodohan Islami yang dikelola oleh Majelis Tabligh dan Ketarjihan PWA ‘Aisyiyah Jawa Timur. Program ini bertujuan memfasilitasi proses pencarian jodoh secara syar’i dengan pendampingan mediator, fasilitator, dan konselor.
Setiap tahun, pendaftaran Biro Ta’arufMU dibuka satu kali pada bulan Juni. Proses ta’aruf dan pembekalan pranikah dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga November.
Tofan dan Ismi mengikuti rangkaian ta’aruf dengan niat mencari pasangan hidup yang diridai Allah serta mendapatkan restu keluarga. Keduanya belum pernah bertemu sebelum mengikuti kegiatan Ta’aruf 2 yang diselenggarakan pada 13 September 2025 di Gedung Muhammadiyah Jawa Timur.
Pada kegiatan tersebut, seluruh peserta memperkenalkan diri dan menyampaikan profil singkat secara langsung. Di akhir sesi, peserta diminta menentukan pilihan secara tertutup. Hasilnya, Tofan dan Ismi saling memilih sebagai calon pasangan.
Tahapan berikutnya adalah Ta’aruf 3 yang berlangsung pada pertengahan hingga akhir September 2025. Pada tahap ini, keduanya menjalani dua kali pertemuan komunikasi semi-privat serta satu kali pertemuan daring bersama orang tua masing-masing dengan pendampingan tim Biro Ta’arufMU.
Pertemuan keluarga secara langsung dilaksanakan pada 4 Oktober 2025 di Kantor PWA ‘Aisyiyah Jawa Timur untuk penandatanganan komitmen. Selanjutnya, khitbah digelar di kediaman Ismi di Surabaya pada 12 Oktober 2025 dan dilanjutkan silaturahmi keluarga Ismi ke rumah Tofan di Probolinggo pada 9 November 2025.
Selama seluruh proses ta’aruf hingga pernikahan, keduanya konsisten menjaga adab dan tidak melakukan pertemuan berdua tanpa pendamping.
Wakil Ketua PWA ‘Aisyiyah Jawa Timur, Farida Muwafiq, menyampaikan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti bahwa proses ta’aruf Islami yang terstruktur dapat berjalan efektif.
“Proses ta’aruf yang dijalankan sesuai ajaran Islam dan dengan pendampingan yang baik dapat menghasilkan keputusan yang matang dan bertanggung jawab. Kami berharap pengalaman ini menjadi inspirasi bagi peserta lainnya,” kata Farida.
Keberhasilan ini menjadi tonggak awal bagi Biro Ta’arufMU Aisyiyah Jawa Timur dalam menjalankan perannya sebagai layanan perjodohan Islami yang amanah dan berkelanjutan.











