Buka Jendela Dunia Lewat Buku, SD Almadany Jalin Kerja Sama dengan Disperpusip Gresik

GIRIMU.COM — SD Alam Muhammadiyah Kedanyang (SD Almadany) Kebomas, Gresik terus menyalakan lentera literasi untuk menjadikan sekolah ini berbudaya literat terhadap para siswanya. Karena itu, pengembangan literasi terus dilakukan dengan berbagai pihak, di antaranya membiasakan siswa gemar membaca.

“Kami berkomitmen untuk menjadikan sekolah dan anak-anak memiliki budaya literat yang kuat, yang dibuktikan lewat karya,” ungkap Kepala SD Almadany, Lilik Isnawati, SPd, MPd, saat dihubungi, Ahad (8/2/2026).

Salah satu yang telah dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) Kabupaten Gresik. Kolaborasi ini, kata Lilik, menjadi langkah strategis sekolah dalam menghadirkan bacaan sebagai jembatan ilmu yang menghubungkan peserta didik dengan dunia pengetahuan yang lebih luas.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kepala Disperpusip Gresik, Budi Raharjo, SH, MSos, dan Kepala Sekolah SD Almadany Lilik Isnawati, SPd, MPd pada Kamis, 22 Januari 2026 lalu. Kesepakatan ini menjadi titik tolak perjalanan literasi, tempat sekolah dan perpustakaan melangkah seirama dalam menumbuhkan minat baca siswa.

Lilik menjelaskan, bahwa kerja sama ini merupakan upaya sekolah untuk menyalakan api semangat literasi. Ia berharap, kerja sama tersebut dapat menjadi pintu pengetahuan yang terbuka lebar, sehingga siswa semakin dekat dengan buku dan menjadikan membaca sebagai kebiasaan sehari-hari.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mendapat pendampingan dari Neni Susanti dari Disperpusip serta Koordinator Perpustakaan SD Almadany, Dian Ma’rifatus Sholikhah. Kehadiran mereka menjadi penguat yang turut memastikan kerja sama berjalan dengan baik dan penuh makna.

Ruang lingkup kerja sama meliputi pembinaan pengelolaan perpustakaan sekolah, peminjaman koleksi buku, kunjungan mobil perpustakaan, serta berbagai kegiatan literasi lainnya. Melalui program ini, buku tidak hanya hadir sebagai tumpukan kertas, tetapi menjadi sumber cahaya yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan imajinasi peserta didik.

Melalui sinergi ini, SD Almadany berharap, budaya membaca dapat tumbuh seperti akar yang menghujam kuat, menopang karakter dan wawasan siswa. Dengan dukungan berbagai pihak, literasi diharapkan menjadi denyut kehidupan dalam setiap proses pembelajaran di sekolah. (*)

Kontributor: Dian Ma’rifatus Sholikhah

Author