GIRIMU. COM — Kelompok Bermain (KB) dan TK Aisyiyah Wringinanom menyalurkan zakat dan sedekah kepada warga sekitar sekolah, khususnya anak yatim dan kaum duafa, Kamis (5/3/2026). Menariknya, dalam menjalankan aksi sosial ini, panitia mengendarai lima armada odong-odong, sehingga menarik perhatian publik.
Keceriaan para bocil pun segera mewarnai kursi-kursi kendaraan yang membawa mereka melintasi rute-rute yang telah ditentukan. Sambil mendengarkan musik yang disuguhkan sopir odong-odong, anak-anak nampak menikmati sepanjang perjalanan yang dilalui. Ananda Eliza, misalnya, kelihatan sangat antusias dengan kegiatan ini.
“Seru sekali, bisa guyon dengan teman-teman saat naik odong-odong,” ujarnya polos.
Sepekan sebelumnya KB dan TK Aisyiyah Wringinanom telah menghimpun zakat fitrah dan sedekah, sebagai kewajiban bagi ummat Islam pada umumnya. Dengan penuh keceriaan, anak-anak sudah hadir sejak pukul 06.30 WIB dan langsung naik serta berjejer rapi di bangku odong-odong, sambil mendengarkan lagu-lagu anak. Perjalanan pun dimulai pukul 07.00 WIB dengan melintasi lima desa, yakni Lebaniwaras – Sumengko – Lebanisuko – Sembung – dan Winginanom.
Karunia Chandra Ina Wahyuninggusti, SPd, panitia program ini, menyampaikan kegiatan ini bertujuan mengenalkan secara langsung kepada anak-anak tentang pentingnya berbagi kepada sesama. Kalau sekadar disampaikan dengan kata-kata di ruang kelas, lanjutnya, pasti kurang mengena.
“Makanya, kami sengaja menyewa lima armada odong-odong untuk mendukung penyaluran zakat dan shodaqoh ini. Kami ingin kegiatan ini bisa menjadi pengalaman berharga untuk anak didik kami, bahwa berbagi itu mudah dan menyenangkan,” kata Bu Wahyu, panggilan akrabnya.
Secara khusus, ia juga menyampaikan banyak terima kasih kepada Ikatan Wali Murid Aisyiyah (IWAMA) yang telah membantu proses, pengumpulan, pengemasan, dan penyaluran zakat dan sedekah ini. Hingga proses penyaluran, terkumpul 164 paket sembako yang terdiri atas beras, minyak, gula dan mie instan.
“Semoga kegiatan tahun ini lebih banyak menebar kebaikan untuk sesama,” pungkas Bu Wahyu. (*)



