Dari Kelas ke Lapangan Nyata, Penutupan PLP II Mahasiswa PAI UMG di Spemdalas Tegaskan Lahirnya Calon Guru Profesional

Pewarta: Dina Hanif Mufidah

Kabar336 Dilihat

Girimu.com – Dua bulan menapaki ruang kelas, menyelami dinamika siswa, hingga menguji kesabaran dalam praktik mengajar, enam mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) menuntaskan satu fase penting dalam perjalanan akademiknya. Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) II yang mereka jalani di SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik (Spemdalas) resmi ditutup dalam suasana khidmat pada Kamis (23/04/2026).

Penutupan yang berlangsung di Excellent Spemdalas itu bukan sekadar seremoni akhir program, melainkan momentum refleksi atas proses panjang pembelajaran yang menghubungkan teori di bangku kuliah dengan realitas dunia pendidikan.

Program PLP II ini diikuti oleh enam mahasiswa semester VI yang telah melaksanakan praktik lapangan sejak 23 Februari hingga 23 April 2026. Selama kurun waktu tersebut, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sekolah yang membentuk kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mereka sebagai calon pendidik.

Koordinator bidang mata pelajaran dan klinik perbaikan sekaligus guru pamong, Novi Nazilatur Rohmah, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh dalam ekosistem sekolah.

“Mahasiswa tidak hanya membantu administrasi guru, tetapi juga menyusun perangkat pembelajaran, membuat media ajar, serta melakukan asistensi mengajar pada mata pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (KMD). Mereka juga terlibat dalam kegiatan sekolah seperti pengawasan ujian, patroli pembiasaan, koreksi hasil evaluasi, hingga input nilai,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga mengembangkan kapasitas diri melalui kegiatan kolaboratif, seperti sharing session bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) dalam pengembangan IPM Bookstore. Mereka juga melakukan wawancara dengan siswa berprestasi untuk menggali strategi menjaga keseimbangan antara capaian akademik dan non-akademik.

Secara umum, pihak sekolah memberikan apresiasi positif terhadap kinerja mahasiswa. Namun, evaluasi tetap diberikan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

“Pengelolaan kelas saat asistensi mengajar masih perlu ditingkatkan. Itu wajar, karena proses menjadi guru memang membutuhkan jam terbang dan refleksi berkelanjutan,” kata Novi.

Ia juga menyampaikan pesan mendalam kepada para mahasiswa sebagai bekal ke depan. “Di mana pun kalian akan mengabdi, jadilah guru yang digugu dan ditiru—yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik. Semoga kalian menjadi pendidik agama yang mampu membentuk generasi berkarakter,” tuturnya.

Dari sisi mahasiswa, pengalaman selama PLP II meninggalkan kesan yang kuat. Salah satu peserta, M. Fachri Awaludin Yusuf, mengaku terinspirasi oleh semangat siswa, khususnya dalam program tahfidz Al-Qur’an.

“Saya melihat bagaimana siswa memiliki komitmen tinggi dalam menghafal Al-Qur’an. Itu menjadi pelajaran berharga bagi saya sebagai calon guru,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan pembelajaran dapat semakin variatif dengan pemanfaatan teknologi serta kolaborasi yang lebih intens dengan organisasi siswa.

Sementara itu, Fairuz Arsya menyoroti kuatnya budaya kekeluargaan di lingkungan sekolah. Menurutnya, hal tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.

“Saya belajar banyak, bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga memahami karakter siswa, membangun komunikasi yang efektif, dan mengasah kepemimpinan,” ujarnya.

Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Jamilah, S.Si., M.Pd., menjelaskan bahwa program PLP merupakan implementasi kerja sama antara FAI UMG dan Spemdalas dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang pendidikan.

“Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan teori yang diperoleh di perkuliahan ke dalam praktik nyata di sekolah. Secara umum berjalan dengan baik, meskipun ada penyesuaian jadwal karena bertepatan dengan bulan Ramadhan dan libur Idul Fitri,” jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus berlanjut dan semakin diperkuat di masa mendatang.

Acara penutupan ini turut dihadiri oleh Dekan FAI UMG, Dr. Hasan Basri, M.Pd.I., Kepala Sekolah Spemdalas Yugo Triawanto, M.Si., Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum Jamilah, S.Si., M.Pd., guru pamong Novi Nazilatur Rohmah, M.Pd., serta seluruh mahasiswa peserta PLP.

Berakhirnya PLP II bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan titik awal bagi para mahasiswa untuk melangkah sebagai calon pendidik profesional. Pengalaman yang mereka peroleh di Spemdalas menjadi bekal nyata dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang—menuntut guru tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga mampu menginspirasi dan membentuk karakter generasi masa depan.

Editor