Dari Kelas ke Meja Bisnis, Siswa Kelas 9 Spemupat Asah Jiwa Wirausaha Lewat Praktik Jualan Kreatif

Reporter: Lendra Aditya

Berita Sekolah1223 Dilihat
banner 468x60

Girimu.com – Suara blender beradu dengan riuh antrean pembeli memenuhi sudut SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat), Senin (25/5/2026). Aroma dimsum mentai, cokelat, hingga minuman segar menyeruak dari stan-stan sederhana yang dikelola siswa kelas 9 dalam kegiatan kewirausahaan sebagai penutup program pembinaan karakter sekolah.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program unggulan Spemupat untuk membentuk karakter mandiri sekaligus melatih jiwa entrepreneur siswa melalui praktik bisnis secara langsung. Para siswa tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga memasarkan, melayani pembeli, hingga menghitung keuntungan usaha.
Sejak pagi, lingkungan sekolah tampak ramai. Beragam produk hasil kreasi siswa dipajang menarik di setiap stan, mulai dari dimsum mentai, es cendol, milo dalgona, pudding cokelat, sosis bakar, salad buah, hingga minuman jelly segar. Tampilan produk yang rapi dan menggugah selera membuat stan jualan dipadati pembeli.
Bahkan, sebagian siswa telah membuka sistem open pre-order (PO) melalui media sosial dan grup pertemanan sebelum kegiatan dimulai. Antusiasme pembeli terlihat dari antrean panjang yang terus berdatangan sejak pagi.
Di balik meja produksi, para siswa tampak sibuk menyiapkan pesanan. Ada yang menuang minuman, mengemas makanan, mencatat pesanan, hingga melayani transaksi pembelian. Suasana semakin hidup dengan candaan antarteman dan sorak semangat selama kegiatan berlangsung.
Siswa dibagi ke dalam tiga kelompok usaha yang masing-masing bertanggung jawab mengelola produk dan strategi penjualannya. Dengan pendampingan fasilitator, mereka belajar membangun kerja sama tim, komunikasi, pelayanan pelanggan, hingga pengelolaan usaha sederhana.
Ketua pelaksana kegiatan, Eny Wahyudin, S.Sos., mengatakan kegiatan kewirausahaan tersebut menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa sebelum menyelesaikan pendidikan di tingkat SMP.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik bagaimana membuat produk, melayani pembeli, hingga bertanggung jawab terhadap usaha mereka sendiri. Harapannya, pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik seperti ini penting untuk membangun karakter siswa agar lebih kreatif, mandiri, dan berani menghadapi tantangan kehidupan.
Selain melatih kemampuan bisnis, kegiatan tersebut juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi dalam tim. Para siswa belajar menghadapi dinamika usaha secara langsung, mulai dari mengatur waktu produksi hingga melayani lonjakan pesanan pembeli.
Kegiatan kewirausahaan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian pembinaan karakter siswa kelas 9 Spemupat tahun ajaran 2025–2026.
Melalui program tersebut, Spemupat berharap lulusan yang dihasilkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan, kreatif, mandiri, serta mampu menjadi generasi produktif yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Editor