Girimu.com — Riuh tepuk tangan dan tawa anak-anak memecah suasana pada Selasa (5/5/2026) di Global English Center (GEC) Sekapuk, Kecamatan Ujungpangkah. Ratusan calon siswa baru tingkat SD/MI dari MI Muhammdiyah 6, UPT SDN 299 Ujungpangkah, SD Muhammadiyah Sidayu, MI Al Fatah Banyuurip, MI Muhammadiyah 1 Ujungpangkah, hingga SDN 295 Gresik Tumapel, larut dalam Trial Class bertema From Shy to Shine yang digelar GEC Sekapuk menyambut Tahun Ajaran 2026/2027.
Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB ini bukan sekadar kelas percobaan. Ini misi khusus GEC Sekapuk untuk menjawab keresahan umum para orang tua: “Anak saya paham, tapi malu kalau disuruh ngomong Inggris.”
“Judul From Shy to Shine kami pilih karena 80% keluhan wali murid baru adalah anaknya nggak PD (percaya diri, Red). Padahal, kuncinya cuma satu: pengalaman pertama yang menyenangkan,” tutur Muhammad Wasil, Direktur GEC Sekapuk, saat membuka acara.
Untuk itu, GEC merancang 90 menit pembelajaran berbasis fun game dan experiential learning. Kelas dibagi menjadi dua batch: Grade 1-2 (pre Elementary), Grade 3-4 (Elementary 1), dan Grade 4-6 (Elementary 2), dengan masing-masing kelas maksimal 10 anak. Hal ini dimaksudkan agar pendampingan tutor lebih personal.
Pantauan di lokasi, anak-anak yang awalnya menempel pada orang tua, perlahan berani maju setelah diajak bermain game. Dalam game ini, anak memberikan instruksi sederhana berbahasa Inggris ke Mrs. Waziroh Khaliyah, SPd yang menjadi tutor di kelas elementary 1. Sesi berlanjut dengan Shine Spotlight, memanfaatkan Smart TV 43 inci di setiap kelas. Anak-anak menyanyi dan menirukan dialog dari video animasi, lalu satu per satu ke depan untuk mempraktikkan perkenalan diri. Ruang kelas full AC membuat mereka tetap nyaman meski aktivitasnya aktif bergerak yang dipandu oleh tutor A. Ardiansyah, SPd
GEC Sekapuk sadar, metode bagus harus ditopang fasilitas memadai. Selain ruang kelas ber-AC dan Smart TV, setiap kelas terisikan maksimum 10 siswa.
“Kami sengaja investasi di Smart TV bukan sekadar gaya. Anak Gen Alpha itu visual. Begitu lihat animasi, dengar lagu, mereka langsung connect. Malunya hilang karena fokusnya ke game, bukan ke ‘aku takut salah’,” jelas Wasil, Lead Tutor GEC Sekapuk.
Fasilitas lain yang jadi sorotan orang tua adalah ruang kelas yang bersih, perpustakaan mini reading corner, dan rasio tutor-siswa 1:10. Parkir area dan tempat tunggu di luar.
“Saya bisa ngawasi dari luar. Anak anteng, tempatnya adem, jadi saya tenang ninggal,” ujar Faris, wali murid dari Mataba Al Furqon Petung Panceng.
Perubahan paling terlihat pada sesi penutup. Jika di 10 menit pertama hanya 3 dari 10 anak yang berani angkat tangan, di menit ke-80 seluruh peserta berbaris rapi untuk menampilkan My Shine Speech di depan kelas.
“Saya namanya Hanif. I am from MI Tarbiyatul Islam. I am happy. I am shine!,” ucap Hanif, siswi kelas 2 MI, terbata-bata namun lantang.
Ibunya, Yuli, tak kuasa menahan haru. “Di rumah disuruh ngomong ‘good morning’ aja sembunyi. Di sini mau maju sendiri. Kuncinya ternyata dibuat happy dulu.”
Merespons antusiasme Trial Class 5 Mei 2026, GEC Sekapuk resmi membuka Penerimaan Siswa Baru Tahun Ajaran 2026/2027 untuk Program English for Young Learners SD/MI. Program ini mengintegrasikan Kurikulum Merdeka dengan fokus pada speaking confidence.
“Target kami tahun ajaran baru bukan sekadar anak bisa ujian. Tapi berani pakai English untuk showcase dirinya. Karena itu tagline kami From Shy to Shine akan jadi DNA kelas di GEC,” tegas Wasil.
Sebagai bentuk apresiasi, seluruh peserta Trial Class 5 Mei 2026 berhak mengikuti Trial Class kedua pada Juni 2026. (*)







