Dari Shohibul Qurban ke Duta Kepedulian: Perjalanan Siswa Mugeb Gresik Menebar Kebahagiaan di Banyuurip

Reporter: Septemdira Intan Sari Suprobowati

Berita Sekolah57 Dilihat

Girimu.com “Us, kapan berangkatnya?”

Pertanyaan sederhana dari Raditya Ahmad Hamizan, siswa kelas III Egypt, memecah suasana pagi di halaman SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik (Mugeb Primary School), Kamis (28/5/2026). Meski kegiatan belajar mengajar sedang libur karena Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, puluhan siswa justru memadati sekolah dengan wajah penuh antusias.

Mereka bukan sedang mengikuti kelas tambahan atau kegiatan rekreasi biasa. Sebanyak 25 siswa yang merupakan shohibul qurban bersiap menjalani perjalanan bermakna menuju Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah 2 Banyuurip (MIM 2 Banyuurip), Ujungpangkah, Gresik. Di sana, mereka akan belajar langsung makna pengorbanan, kepedulian, dan berbagi kebahagiaan kepada sesama.

Pagi itu, Muhammad Fathoni, S.Pd., selaku Ketua Panitia Rangkaian Hari Raya Idul Adha 2026, mengarahkan para peserta untuk berbaris sesuai level kelas. Kegiatan kemudian dibuka oleh Septemdira Intan Sari Suprobowati, M.Pd., yang memimpin doa pagi dan doa perjalanan sebelum rombongan berangkat menggunakan bus.

Perjalanan sekitar satu jam menuju Banyuurip terasa singkat. Tawa, cerita, dan obrolan antarsiswa mengisi setiap sudut kendaraan. Sesekali terdengar celoteh khas anak-anak yang membuat suasana semakin hangat.

Setibanya di MIM 2 Banyuurip, rombongan disambut hangat oleh para guru dan siswa. Sambutan itu menjadi awal silaturahmi antara dua sekolah Muhammadiyah yang dipersatukan oleh semangat berbagi.

Kepala MIM 2 Banyuurip, Isnaini, S.Pd., menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Mugeb Primary School untuk menjadikan sekolahnya sebagai lokasi kegiatan bakti sosial.

“Semoga banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh warga sekolah maupun masyarakat sekitar. Kami juga berharap silaturahmi dan kerja sama antara kedua sekolah dapat terus berlanjut pada berbagai kegiatan berikutnya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Mugeb Primary School Bidang Ismuba, Nur Hamidah, S.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas sambutan yang diberikan.

“Alhamdulillah, kami diterima dengan sangat baik di MIM 2 Banyuurip. Semoga silaturahmi ini terus terjalin dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” tuturnya.

Setelah seremoni penyambutan, kegiatan utama dimulai. Siswa diajak menyaksikan secara langsung proses penyembelihan hewan qurban. Satu per satu sapi dan kambing disembelih sesuai syariat Islam.

Bagi sebagian siswa, pengalaman tersebut menjadi momen yang menegangkan sekaligus mengesankan. Ada yang menyaksikan dengan penuh rasa ingin tahu, ada pula yang memilih berdiri agak jauh karena takut.

“Takut, Us,” ujar Fitri Anisah Rahmaniah, siswa kelas V Cut Nyak Dien, sambil tersenyum malu.

Rasa penasaran anak-anak semakin terlihat ketika mereka menyaksikan gerakan refleks hewan setelah disembelih.

“Us, itu sapinya kok seperti lari?” tanya Aishafa Nadira Syaheka, siswa kelas I Dahlia.

Pertanyaan polos itu dijawab dengan lembut oleh Septemdira Intan Sari Suprobowati, M.Pd., yang menjelaskan sesuai pemahaman yang sering disampaikan dalam tradisi masyarakat.

Dari proses penyembelihan tersebut, siswa tidak hanya melihat pelaksanaan ibadah qurban, tetapi juga belajar memahami nilai keikhlasan dan pengorbanan yang menjadi ruh Idul Adha.

Usai kegiatan penyembelihan, rombongan melanjutkan perjalanan menuju kawasan mangrove Banyuurip untuk mengikuti mini outbound. Di lokasi itu, siswa diajak menikmati suasana alam sekaligus mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk melatih kerja sama dan konsentrasi.

Permainan “7 Wow”, “Mencari Teman”, hingga “Maju-Mundur” sukses memancing gelak tawa peserta. Anak-anak dari Mugeb Primary School dan MIM 2 Banyuurip berbaur tanpa sekat, saling menyemangati, dan menikmati setiap tantangan yang diberikan fasilitator.

Keceriaan itu berlanjut saat rombongan kembali ke MIM 2 Banyuurip untuk makan siang bersama dan melaksanakan salat Zuhur berjamaah.

Namun puncak kegiatan justru hadir ketika para siswa turun langsung membagikan daging qurban kepada warga sekitar. Dengan membawa kantong-kantong daging, mereka mendatangi rumah-rumah penerima manfaat satu per satu.

Wajah-wajah kecil itu tampak berbinar saat menyerahkan amanah qurban kepada masyarakat.

“Daging qurban mantap!” celetuk Salsabila Aisyah Fitri, siswa kelas I Dahlia, yang tampak bersemangat sepanjang kegiatan.

Di momen itulah pelajaran sesungguhnya terjadi. Anak-anak belajar bahwa qurban bukan sekadar menyembelih hewan atau menyerahkan sejumlah harta. Qurban adalah tentang menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan empati sejak usia dini.

Menjelang sore, seluruh rangkaian kegiatan berakhir. Rombongan Mugeb Primary School berpamitan dan kembali ke Gresik. Sebagian siswa tertidur lelap di dalam bus karena kelelahan, sementara yang lain masih sibuk berbagi cerita tentang pengalaman yang baru saja mereka alami.

Hari itu, mereka pulang bukan hanya membawa kenangan perjalanan ke Banyuurip. Mereka pulang dengan pelajaran berharga tentang arti berbagi.

Sebab di balik seekor hewan qurban yang disembelih, tersimpan nilai-nilai kemanusiaan yang akan terus hidup dalam ingatan anak-anak: bahwa kebahagiaan terbesar sering kali hadir saat seseorang mampu membahagiakan orang lain.

Editor