Di Balik Medali Emas SEA Games Siswa Smamsatu Gresik, Bukti Sukses Integrasi Pembelajaran dan ‘Hidden Curriculum’

banner 468x60

GIRIMU.COM — Sebuah capaian membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar Indonesia di kancah internasional. Alma Ariella Tsani (16), siswa SMA Muhammadiyah 1 Gresik (Smamsatu), berhasil mempersembahkan medali emas bagi kontingen Indonesia pada ajang SEA Games Thailand 2025. Kemenangan ini sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan model pendidikan fleksibel yang diterapkan sekolah dalam mendukung karier atlet muda.

​Alma berdiri dengan gagahnya di podium tertinggi pada cabang olah raga panjat tebing nomor Lead Putri (female lead) dalam pertandingan final yang berlangsung Jumat (12/12/2025) lalu. Di usia yang masih belia, siswi kelas XI Soshum 3 Smamsatu ini mampu mengalahkan pesaing senior dari berbagai negara di Asia Tenggara.

​Namun, di balik kegemilangan tersebut, terdapat peran krusial institusi pendidikan yang memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang. Kepala SMA Muhammadiyah 1 Gresik, Nurul Ilmiyah, SPd, menyatakan, bahwa prestasi Alma adalah validasi atas penerapan integrasi pembelajaran dan kurikulum yang humanis yang diterapkan di Smamsatu.

​“Kami meyakini setiap anak memiliki keunggulan masing-masing (unik). Tugas Smamsatu adalah memfasilitasi dan menguatkan potensi itu. Prestasi Alma adalah kebanggaan kami sekaligus bukti bahwa sekolah mampu mendukung siswa hingga level internasional tanpa mengorbankan hak pendidikan mereka,” ujar Nurul dalam keterangannya di Gresik, Jumat (19/12/2025).

​Pendidikan Berkeadilan dan ‘Hidden Curriculum’
​Nurul menjelaskan, pihak sekolah menerapkan kebijakan fleksibilitas akademik bagi siswa berprestasi. Alma mendapatkan dispensasi latihan dan kompetisi yang terintegrasi dengan layanan pendidikan khusus, memastikan ia tidak tertinggal secara akademik meski fokus mengejar prestasi olah raga.

Pendekatan ini merupakan bagian dari hidden curriculum (kurikulum tersembunyi) Smamsatu yang menanamkan nilai karakter, seperti disiplin, daya juang (resilience), dan tanggung jawab. Sekolah memosisikan diri bukan sebagai penghambat, melainkan sebagai inkubator bakat.

“Kami ingin siswa berprestasi tetap mendapatkan layanan pendidikan terbaik tanpa harus meninggalkan cita-cita dan perjuangannya. Inilah wajah pendidikan berkemajuan yang terus kami bangun di Smamsatu,” tambah Nurul.

​Pendidikan berkemajuan, dalam kacamata Muhammadiyah, lanjutnya, adalah pendidikan yang membebaskan. Alma adalah bukti hidup, bahwa ketika hidden curriculum berjalan beriringan dengan integrasi pembelajaran yang adaptif, seorang siswa bisa menjadi juara di level Asia Tenggara, tanpa kehilangan haknya sebagai pelajar.

​Capaian Alma Ariella Tsani diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar Muhammadiyah dan seluruh siswa di Indonesia, bahwa dengan dukungan ekosistem sekolah yang tepat, prestasi akademik dan non-akademik dapat berjalan beriringan menuju puncak prestasi global.

​Pada akhirnya, medali emas Alma mengajarkan pada satu hal: prestasi tertinggi lahir ketika bakat alamiah bertemu dengan kerja keras pribadi, dan didukung oleh sistem pendidikan yang manusiawi dan memerdekakan. Alma telah menaklukkan dinding Thailand, tetapi Smamsatu telah berhasil menaklukkan dinding kaku birokrasi pendidikan. (*)

Kontributor: M. Islahuddin

Author