Girimu.com — Semangat menjaga bumi dipadukan dengan pemanfaatan teknologi dalam Temu Kader Lingkungan Sekolah/Madrasah Muhammadiyah Batch 1 digelar di SMP Muhammadiyah 4 Kebomas (Spemupat) Gresik, Rabu (15/7/2026). Sebagai tuan rumah, Spemupat menyambut 48 kader lingkungan dari 16 sekolah dan madrasah Muhammadiyah yang berasal dari lima cabang, yakni Gresik, Kebomas, Gresik Kota Baru (GKB), Manyar, dan Duduk Sampeyan.
Sejak memasuki area sekolah, peserta sudah merasakan nuansa berbeda. Proses registrasi dilakukan secara digital menggunakan barcode, sehingga peserta cukup memindai kode melalui handphone untuk mengisi daftar hadir. Cara ini membuat proses registrasi berlangsung lebih cepat, praktis, sekaligus mengurangi penggunaan kertas sebagai bagian dari penerapan budaya ramah lingkungan.
Semangat digitalisasi juga nampak pada area aula. Panitia tidak lagi memasang banner cetak sebagai latar acara. Sebagai gantinya, seluruh informasi kegiatan, tema, jadwal, hingga identitas penyelenggara ditampilkan melalui Papan Interaktif Digital (PID). Inovasi ini menjadi contoh sederhana, bahwa teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan peduli lingkungan dengan mengurangi limbah bahan promosi sekali pakai.
Pembukaan kegiatan berlangsung di Aula Spemupat dengan suasana hangat dan penuh semangat. Acara dipandu oleh dua kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Najma Raida Harimurti (9A) selaku Ketua Umum IPM dan Zivana Althafunnisa Mustofa (9A) dari Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP). Seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah yang dipandu Aida Ayu Soraya (8B) dari Bidang Seni dan Olahraga IPM.
Kepala Spemupat, Makhbub Zunaidi, SPd Gr, mengapresiasi kehadiran seluruh peserta yang merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.
“Kalian adalah utusan pilihan dari sekolah dan madrasah. Ilmu, pengalaman, serta keterampilan yang diperoleh di forum ini jangan berhenti pada diri sendiri, tetapi harus dibagikan kepada teman-teman di sekolah, sehingga semakin banyak kader yang peduli terhadap lingkungan,” pesannya.
Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik, Dr Andi Rahmad Rahim, SPi, MSi, menyampaikan terima kasih kepada Spemupat yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan batch pertama. Ia menjelaskan, peserta memperoleh materi sekaligus praktik mengenai konsep pengurangan sampah 7R, bahaya mikroplastik, dan pembuatan eco enzyme sebagai solusi sederhana dalam mengelola limbah organik.
Untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan, Andi mengajak seluruh peserta membawa dan menggunakan tumbler.
“Ayo angkat tumbler yang kalian bawa. Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Membawa tumbler adalah salah satu langkah sederhana untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai,” serunya yang langsung disambut antusias peserta.
Sementara itu, Wakil Ketua PDM Gresik yang membawahkan Majelis Lingkungan Hidup, KH Hilmi Aziz Chamim, MPdI, saat membuka secara resmi acara itu, memberikan apresiasi atas inisiatif MLH PDM Gresik dalam membangun kader lingkungan di kalangan pelajar Muhammadiyah.
“PDM Gresik mengapresiasi kegiatan ini, termasuk kepada Spemupat sebagai tuan rumah dan seluruh kader lingkungan yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menjaga lingkungan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui pembiasaan sehari-hari, bukan sekadar menjadi pengetahuan. Budaya peduli lingkungan, tandasnya, harus dimulai dari sekarang. Sekolah perlu menjadi pelopor dalam pembelajaran yang bermakna melalui kebiasaan sederhana, seperti memilah sampah organik dan anorganik, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan teknologi secara bijak agar kegiatan sekolah semakin efisien dan ramah lingkungan. (*)
