Eksplorasi ‘Doodle Art Monokrom’, Siswa TK ABA 49 Griya Kencana Unjuk Kreativitas

GIRIMU.COM — Siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 49 Griya Kencana Driyorejo, Gresik mengikuti kegiatan pembelajaran kreatif melalui eksplorasi doodle art monokrom pada Senin (26/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mengembangkan imajinasi, kreativitas, serta kemampuan motorik halus anak sejak usia dini.

Dalam kegiatan tersebut, anak–anak diajak menggambar doodle menggunakan garis dan bentuk sederhana, tanpa tambahan warna. Dengan hanya memanfaatkan pensil dan spidol hitam, siswa bebas mengekspresikan ide dan imajinasi mereka di atas kertas. Aktivitas ini memberikan pengalaman baru bagi anak–anak dalam memahami, bahwa karya seni tidak selalu harus berwarna, tetapi juga dapat menarik melalui permainan garis, pola, dan bentuk.

Hadir sebagai guest teacher kali ini adalah Veronica Dwi Anggraeni, SPd, guru ekstrakurikuler Menggambar di SD Muhammadiyah 1 Driyorejo. Ia menjelaskan, bahwa doodle art monokrom dipilih sebagai media pembelajaran, karena mampu melatih konsentrasi, ketelitian, serta kepercayaan diri anak.

Melalui doodle art, anak-anak belajar menuangkan ide secara bebas, tanpa takut salah. Mereka juga belajar mengontrol gerakan tangan dan mengembangkan daya imajinasi,” ujarnya.

Selama proses menggambar, siswa nampak antusias dan penuh semangat. Mereka membuat berbagai bentuk unikn seperti garis melengkung, pola geometris, hingga bentuk imajinatif yang lahir dari kreativitas masing–masing anak. Setiap karya yang dihasilkan memiliki ciri khas tersendiri, mencerminkan karakter dan cara berpikir anak.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung selama 1 jam di ruang kelas TK. Zulfa Islahul Mujtahidah, SPd, selaku guru kelas, membagikan selembar kertas HVS berukuran F4 kepada masing masing siswa.

“Siswa hanya menggunakan pensil, penghapus, dan spidol hitam saja. Peralatan yang cukup mudah disiapkan dalam kegiatan doodle art ini,” ucapnya.

Kegiatan doodle art monokrom ini juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar menggambar, tetapi juga belajar bersabar, fokus, serta menghargai hasil karya sendiri dan teman-teman. Setelah selesai, Sebagian karya siswa dipajang di kelas sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha dan kreativitas mereka. Sebagian lagi dibawa pulang untuk ditunjukkan kepada orang tua.

“Mudah sekali membuat doodle art, tidak perlu diwarnai sudah bagus,”, celoteh Caca, salah satu siswa TK A, yang memiliki nama lengkap Salsabila Elmira Nur Ramadhani.

Ia mantap menggoreskan spidol hitam yang dibawa dari rumah di atas kertas putih di hadapannya.

“Senang sekali belajar membuat doddle art di TK ABA 49 Griya Kencana. Sambil menggambar siswa bisa langsung saling bercerita tentang gambar doddle yang dibuatnya,”, tutur Veronica Anggaeni, SPd, sambil tersenyum.

Di akhir sesi, Veronica yang akrab disapa Kak Ica ini memberikan dua kotak coklat untuk dua siswa yang dinilai bagus dalam membuat doddle art.

“Ini hanya sebagai bentuk apresiasi saja agar siswa lebih semangat dalam berkarya terutama membuat doddle art,” imbuhnya saat diwawancarai Girimu.com.

Melalui kegiatan eksplorasi doodle art monokrom ini, TK ABA 49 Griya Kencana berharap dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap seni sekaligus mengasah kemampuan berpikir kreatif sejak dini. Kegiatan ini menjadi bukti, bahwa pembelajaran yang sederhana, namun inovatif mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak–anak. (*)

Kontributor: Elisyah Susanty

Author