GIRIMU.COM — SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri) Gresik kembali menghadirkan pembelajaran inovatif melalui guest teacher dengan kegiatan eksperimen bencana alam, Jumat (23/1/2026). Program ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih konkret kepada siswa tentang salah satu bencana alam yaitu gunung meletus, melalui praktik langsung yang edukatif dan menyenangkan.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas 2 Ali Bin Abi Thalib SD Mudri tersebut melibatkan salah satu wali murid yang memiliki latar belakang sebagai staff admin finance di salah satu perusahaan, Dwi Nurul Hidayati, SE. Ia adalah wali murid dari Lashira Banafsha Adya Shanum, salah satu siswa yang duduk di kelas 2 Ali bin Abi Thalib.
“Senang bisa menjadi guest teacher di SD Mudri,” ucapnya dengan sumringah.
Ia mengajak siswa mempraktikkan salah satu bencana alam, yaitu gunung meletus. Berbagai bahan telah ia siapkan dari rumah, di antaranya soda kue, cuka, dan pewarna. Dalam sesi pembelajaran di depan 23 siswa kelas 2 Ali Bin Abi Thalib, ia memberikan contoh bagaimana cara membuat gunung meletus. Melibatkan siswa ikut eksperimen langsung tak ayal membuat siswa senang dan gembira.
“Wah gunungnya bisa meletus ya….. keluar lava berwarna,” seru Muhammad Ghulam, salah satu siswa, yang sejak awal aktif menyajukan pertanyaan.
Kegiatan yang mengambil tema “My Parents Are Super Teacher” diikuti oleh 15 guest teacher yang tersebar ke berbagai kelas mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Acara yang dimulai serentak pada pukul 08.00 WIB ini menghadirkan pembelajaran yang beragam di setiap kelas.
“Kami memberikan ruang kebebasan untuk wali murid yang hadir sebagai guest teacher dalam memberikan pembelajaran ke siswa. Intinya yang menyenangkan dan bisa membangun komunikasi atau bounding antara orangtua dan siswa,” tutur Siti Nur Hidayah, SPd dengan senyum khas yang terlihat jelas di wajahnya.
Teguh Abdillah, SPd, MPd, Kepala SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik menyampaikan, kegiatan guest teacher menjadi salah satu strategi sekolah untuk memperkaya pengalaman belajar siswa. Menurutnya, pembelajaran yang melibatkan orang tua tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan minat belajar dan rasa ingin tahu yang lebih besar.
“Kami ingin siswa belajar dengan cara yang lebih kontekstual. Dengan praktik langsung, mereka lebih mudah memahami konsep dan lebih antusias mengikuti pembelajaran,” ujarnya.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan mencoba setiap eksperimen yang dilakukan. Suasana kelas pun menjadi lebih hidup dan interaktif. Muhammad Ghulam, Salah satu siswa mengaku senang karena bisa belajar dengan cara berbeda dari biasanya. Ia merasa eksperimen membuat materi bencana alam gunung meletus menjadi lebih mudah dipahami.
Nur Laily Alfi Syahro, SPd, wali Kelas 2 Ali Bin Abi Thalib menyambut baik kegiatan tersebut, karena dinilai mampu mengintegrasikan pembelajaran sains dengan penguatan karakter dan keterampilan berpikir kritis siswa.
“Kolaborasi antara sekolah dan orang tua melalui program guest teacher juga dianggap sebagai langkah strategis untuk menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 1 Driyorejo Gresik berharap siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman belajar yang inspiratif. Sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembelajaran inovatif yang melibatkan peran aktif orang tua demi meningkatkan kualitas pendidikan. (*)
Kontributor: Elisyah Susanty






