girimu.com – Andi Catra Ratnanggadi, akrab disapa Caca, siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 1 Driyorejo (SD Mudri), tahu betul arti pantang menyerah. Setelah setahun sebelumnya hanya mampu meraih juara kedua, ia sukses menyabet posisi puncak pada cabang renang gaya bebas dan gaya punggung di ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Driyorejo. Kemenangan itu membawanya melaju ke panggung yang lebih besar: O2SN tingkat Kabupaten Gresik.
Di Kolam Renang Petrokimia, Gresik, pada 13 Mei 2026, arena O2SN tingkat kabupaten digelar. Ditemani sang kakak dan ibunda, Caca tiba dengan semangat membara. Hari itu, ia akhirnya bisa menguji hasil latihan kerasnya, berjuang di tingkat yang lebih tinggi.
Untuk menapaki jejak kedua kakaknya yang telah menjadi atlet nasional, Caca menjalani latihan rutin. Kakak-kakaknya adalah pemicu utama, memupuk kepercayaan dirinya di dunia renang.
Dukungan juga mengalir dari Kelompok Kerja Guru (KKG) PJOK Driyorejo, yang memfasilitasi enam atlet dari kecamatan itu, termasuk Caca, untuk berlaga di tingkat kabupaten. Pada seleksi tingkat kecamatan, Caca menorehkan waktu 00.36.95 untuk gaya bebas dan 00.43.68 untuk gaya punggung. Di tingkat kabupaten, ia berhasil mempertajam catatan waktunya menjadi 35 detik untuk gaya bebas dan 42 detik untuk gaya punggung.
Afiq Hakim, perwakilan KKG PJOK Driyorejo, mengakui bakat luar biasa Caca. “Limit waktu dari seleksi kecamatan hingga kabupaten cenderung meningkat. Sayangnya di tingkat kabupaten lawannya lebih kuat, sehingga Caca perlu belajar lagi untuk ajang berikutnya. Semoga di ajang berikutnya bisa mendapatkan hasil terbaik,” ujar Afiq. Ia juga berterima kasih kepada SD Mudri yang konsisten mengirimkan atlet renang terbaiknya setiap tahun.
Ini mungkin tahun terakhir Caca mengikuti O2SN cabang renang karena batasan usia peserta. Namun, ia berharap bisa terus berlaga di ajang serupa kelak saat duduk di bangku SMP.
Ibunda Caca tak dapat menahan haru. “Kesan kami selama ikut O2SN ini sangat terharu karena Debbie, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Driyorejo Gresik, bisa turut hadir untuk memberikan support kepada putri kami. Meskipun belum menjadi juara, tapi dari sini pengalaman berharga telah tercipta sebagai semangat agar berlatih lebih baik lagi,” ungkap ibunya.
Debbie Chintya Rose, Kepala Sekolah SD Mudri, juga mengapresiasi tinggi torehan Caca. “Bagi kami, ia sudah menjadi juara karena berani berkompetisi dan menunjukkan semangat sportivitas. Semoga pengalaman ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi lagi,” tutur Debbie. Ia juga menyampaikan terima kasih atas perjuangan maksimal Caca membawa nama sekolah di tingkat kabupaten.
Meski belum membawa pulang medali juara dari tingkat kabupaten, kegigihan dan keberanian Caca adalah kebanggaan tersendiri bagi SD Mudri. Semangatnya diharapkan terus membara dalam berlatih demi meraih prestasi di masa depan.
