Iduladha di SMK Muhammadiyah 5 Gresik: Meneguhkan Iman, Menguatkan Pengorbanan, dan Menumbuhkan Kepedulian Sosial

Reporter: Isnaini Titawati

Berita Sekolah1077 Dilihat

Girimu.com — Warga SMK Muhammadiyah 5 Gresik bersama masyarakat sekitar melaksanakan Salat Iduladha 1447 H dengan penuh khidmat di halaman Masjid SMK Muhammadiyah 5 Gresik. Aksi religi tersebut menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, sekaligus memperdalam makna ibadah kurban dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, Muh. Amri Mukhtafirin, SPd, MPd, menyampaikan, bahwa Hari Raya Iduladha bukan sekadar perayaan penyembelihan hewan kurban, melainkan sarat dengan pelajaran hidup yang dapat dijadikan sebagai pilar dalam menjalani kehidupan.

“Iduladha mengajarkan kepada kita tiga pilar kehidupan yang sangat penting, yaitu iman, hakikat pengorbanan, dan kepedulian sosial. Ketiga pilar ini tecermin dalam kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan ketaatan luar biasa kepada Allah Swt,” ungkapnya.

Pilar pertama adalah iman. Menurutnya, kisah Nabi Ibrahim merupakan bukti nyata, bahwa keimanan harus diwujudkan dalam bentuk ketaatan kepada Allah SWT, meskipun terkadang perintah yang diterima terasa berat bagi manusia. Keimanan yang kuat akan melahirkan keteguhan hati, kesabaran, dan keyakinan bahwa setiap ketentuan Allah mengandung kebaikan.

“Nabi Ibrahim AS memberikan teladan, bahwa seorang mukmin harus memiliki keyakinan yang kokoh terhadap perintah Allah. Iman tidak hanya diucapkan, tetapi juga dibuktikan melalui tindakan nyata,” jelasnya.

Pilar kedua adalah hakikat pengorbanan. Ia menegaskan, pengorbanan tidak selalu berkaitan dengan materi. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang dituntut untuk berkorban demi mencapai tujuan yang lebih besar, baik dalam pendidikan, pekerjaan, keluarga, maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kurban mengajarkan, bahwa tidak ada keberhasilan tanpa pengorbanan. Kita harus rela mengorbankan ego, kenyamanan, waktu, dan tenaga demi meraih kemaslahatan yang lebih besar serta mengharap ridha Allah SWT,” tuturnya.

Lebih lanjut dijelaskan, semangat pengorbanan sangat relevan bagi generasi muda. Para pelajar perlu memiliki kesungguhan dalam belajar, disiplin, dan kemauan untuk meninggalkan hal-hal yang dapat menghambat pencapaian cita-cita mereka.

Pilar ketiga adalah kepedulian sosial. Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk merasakan kebahagiaan bersama dan memperhatikan kondisi saudara-saudara yang membutuhkan. Daging kurban yang dibagikan menjadi simbol, bahwa Islam mengajarkan kebersamaan, keadilan, dan solidaritas sosial.

“Ibadah kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga menyembelih sifat egois dalam diri kita. Ketika kita berbagi kepada sesama, di situlah nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial tumbuh dan berkembang,” terang Muh Amri Mukhtafirin.

Pelaksanaan salat Iduladha di halaman Masjid SMK Muhammadiyah 5 Gresik berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Melalui momentum Iduladha ini, jamaah diajak untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim, menumbuhkan semangat berkorban, serta memperkuat kepedulian sosial sebagai bagian dari upaya membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh keberkahan.

Dengan mengamalkan tiga pilar kehidupan tersebut yaitu iman, hakikat pengorbanan, dan kepedulian sosial, diharapkan seluruh warga sekolah dan masyarakat dapat menjadi pribadi yang lebih bertakwa, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. (*)

 

Editor