{"id":10044,"date":"2022-08-21T02:13:32","date_gmt":"2022-08-20T18:13:32","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/21\/kolom-ibrahim-gultom-anakku-brigadir-yosua\/"},"modified":"2022-08-21T02:13:32","modified_gmt":"2022-08-20T18:13:32","slug":"kolom-ibrahim-gultom-anakku-brigadir-yosua","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=10044","title":{"rendered":"Kolom Ibrahim Gultom : Anakku Brigadir Yosua"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><strong>ANAKKU BRIGADIR YOSUA<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><strong>Oleh Ibrahim Gultom<\/strong><\/p>\n<p>Anakku Brigadir Yosua! Sungguh aku\u00a0prihatin dan turut\u00a0berbelasungkawa atas kematianmu yang tragis itu.\u00a0Aku kehabisan kamus merenungi peristiwa yang menimpa dirimu.\u00a0Jujur saja, tak\u00a0tahan aku melihat\u00a0<i>andung-andung<\/i>\u00a0(ratapan tangis)\u00a0ibumu\u00a0lewat televisi\u00a0ketika\u00a0jasadmu terbaring di peti\u00a0mati saat tiba\u00a0di rumahmu.<\/p>\n<p>Karena aku seorang Batak, tentu aku tau makna isi ratapan ibumu yang memilukan itu.\u00a0Doaku\u00a0semoga\u00a0kedua orang tua dan familimu\u00a0diberi ketabahan dan kekuatan\u00a0dalam\u00a0menerima musibah\u00a0ini\u00a0serta mengikhlaskan kepergianmu.\u00a0Mungkin inilah satu-satunya peristiwa\u00a0langka yang pernah terjadi di institusi kepolisian dunia, seorang bos menganiaya dan menghabisi anak buahnya tanpa berperikemanusiaan.<\/p>\n<p>Sebulan lebih beritamu menghiasi media sosial dan menyita banyak perhatian bukan saja polisi,\u00a0tapi juga rakyat yang berempati denganmu.\u00a0Ayahmu begitu gigih memperjuangkan keadilan\u00a0di negeri ini dengan mendatangi\u00a0Menkopolhukam,\u00a0Mahmud MD\u00a0dengan harapan kasus kematianmu dapat diungkap secara transparan.<\/p>\n<p>Yosua anakku!\u00a0Sepatutnya hidupmu\u00a0lebih aman dan nyaman\u00a0serta menjanjikan karirmu\u00a0bersinar\u00a0ke depan\u00a0karena kau\u00a0telah mengabdi\u00a0kepada\u00a0bosmu yang Jenderal itu.\u00a0Ternyata\u00a0ceritanya lain,\u00a0dirimu jadi mangsa\u00a0bagaikan pagar makan tanaman.<\/p>\n<p>Ternyata Divisi Propam yang dikumandangkan F. Sambo selama ini sebagai\u00a0<i>Brand Ambassador<\/i>\u00a0Polri yang bermotto \u201cGarda Terdepan Penjaga Citra Polri\u201d dan \u201cBenteng Terakhir Pencari Keadilan\u201d hanya isapan jempol belaka.<\/p>\n<p>Entah siapa yang salah asuh di tubuh Polri yang kau tinggalkan ini Yosua, sehingga terjadi peristiwa yang mengerikan ini pada dirimu. Setahu aku polisi itu sudah dewasa. Apalagi di usianya yang ke 76 ini sepatutnya sudah semakin profesional di bawah naungan jargon Presisi.<\/p>\n<p>Tetapi ketika dihadapkan pada suatu persoalan yang tidak begitu rumit, tindakan bosmu langsung kalap seolah tak punya iman dan kecerdasan emosional yang kuat. Tak mampu mengamalkan pepatah \u201cberhambakan tangan, bersaksikan mata dan berhakimkan hati\u201d sebelum tindakan dilaksanakan.<\/p>\n<p>Yosua anakku! Tanggal 9 Agustus 2022 yang lalu Kapolri sudah mengumumkan siapa tersangka pembunuhmu.\u00a0Kau tau anakku! Jasadmu telah dua kali diautopsi akibat ketidaktransparanan dan ketidakprofesionalan segelintir pejabat Polri dan penyidik dalam menjalankan tugas profesinya.<\/p>\n<p>Tercium nuansa rekayasa guna mengaburkan fakta detik-detik dirimu dieksekusi. Ada upaya\u00a0<i>obstraction of justice<\/i>\u00a0dengan segala macam cara guna menggelapkan inti tindakan kriminal (<i>actus aus<\/i>) yang sebenarnya.<\/p>\n<p>Semula drama pembantaian ini sudah hampir mentok di Polda Metro Jaya, syukurlah perkara ini diambil alih oleh Mabes Polri cq Kabareskrim Polri Komjen. Agus Andrianto. Kalau tidak\u00a0film\u201csang prawira\u201d ini akan lain\u00a0ceritanya. Mungkin tanpa beliau kasus ini dapat dipastikan akan berjalan di tempat tanpa ada progres. Kalaupun ada duduk perkaranya akan lain dari yang sesungguhnya serta sulit untuk\u00a0didapatkan keadilan.<\/p>\n<p>Sandiwara ini semua terkuak tiada lain adalah berkat kelihaian para penyidik Bareskrim dalam membongkarnya. Otoritas yang mereka punyai tentu mempermudah terbukanya tabir siapa saja yang terlibat di dalamnya, terutama Bharada E yang sudah dijadikan sebagai tersangaka bersama 3 orang lainnya. Jadi bukan karena kelihaian kuasa hukum menyibak duduk perkara yang sesungguhnya melainkan karena keprofesionalan penyidik dalam menyisirnya.<\/p>\n<p>Yosua anakku! Di tubuh polri yang kau cintai ini semasa hidupmu sebenarnya sudah memiliki manajemen mutu dan SOP yang baik menurut ukuran standar minimal. Namun terganggu dengan kehadiran Satuan Tugas khusus (Satgassus) non struktural. Terkesan seolah ada\u00a0Mabes di dalam\u00a0Mabes\u00a0dan semacam ada perang bintang.<\/p>\n<p>Sebahagian ada yang berhaluan kepada FS yang memimpin langsung Satgassus Merah Putih. Ada dualisme dalam penanganan kasus terutama kasus yang besar.<b>\u00a0<\/b>Ada perilaku manajemen melintas batas<b>\u00a0<\/b>Tupoksi dan\u00a0Satkernya masing-masing sehingga menimbulkan organisasi tidak sehat.\u00a0Syukurlah Satgassus Merah Putih ini telah dibubarkan Kapolri beberapa hari yang lalu.<\/p>\n<p>Anakku Yosua! Di tengah hiruk pikuk pengusutan dan pendalaman perkara ini, mereka sanggup membangun imej\u00a0amoral terhadap dirimu. Ditimpakan tuduhan\u00a0melakukan pelecehan\u00a0seksual\u00a0terhadap PC yang notabene\u00a0ibu\u00a0yang kamu anggap sebagai orang tuamu.<\/p>\n<p>Rupanya pembunuhan karakter pun bukan hanya lazim terjadi bagi orang yang masih hidup melainkan juga bagi orang yang sudah mati. Sudahlah kau dibunuh secara keji tanpa berperikemanusian, sanggup pula mereka membunuh karaktermu dengan tuduhan pelecehan yang mengada-ada. Lagi-lagi mereka tidak \u201cberperikemayatan\u201d alias tak menghormati orang yang sudah meninggal dunia.<\/p>\n<p>Kami yakin cinta dan sayang ibu Putri kepadamu bukalah cinta erotis melainkan cinta antara\u00a0seorang\u00a0ibu dan anak. Demikian juga sebaliknya engkau mencintainya benar-benar\u00a0seperti mencintai\u00a0ibu kandungmu\u00a0yang jauh dari nuansa cinta erotis\u00a0serta\u00a0jauh\u00a0dalam kondisi\u00a0<i>oedipus complex<\/i>\u00a0sebagaimana terdapat dalam mitologi Yunani dahulu.<\/p>\n<p>Kami kurang percaya akan pelecehan\u00a0yang dituduhkan kepadamu\u00a0\u00a0karena kami tahu bahwa\u00a0kau\u00a0punya Iman\u00a0Krintiani yang kuat dan menjujung tinggi\u00a0nilai-nilai kekerabatan yang terdapat dalam sistem sosial\u00a0Dalihan Na Tolu (DNT)\u00a0dalam budaya Batak.<\/p>\n<p>Sekiranya pun kau benar melakukan tindakan amoral itu, namun tidak bisa dijadikan sebagai pembenaran untuk membunuhmu. Tenanglah kau di sisi Tuhanmu Yosua.\u00a0Tak ada lagi gunanya aku menyabar-nyabari kau\u00a0karena kau sudah\u00a0berada\u00a0di alam baka sana<\/p>\n<p>Peristiwa yang menimpa dirimu ini justru membawa hikmah dalam rangka perbaikan institusi Polri ke depan.\u00a0Mudah-mudahan kami yang masih hidup dapat memetik\u00a0pembelajaran agar kami dapat\u00a0terhindar dari sikap\u00a0sombong\u00a0alias membusungkan dada\u00a0ketika berada di posisi atas.\u00a0Pangkat dan jabatan tidak menjamin kita senantiasa aman. Tuhanlah yang punya\u00a0siasat dan\u00a0makar. Bak kata orang, di atas langit masih ada langit.<\/p>\n<p>Anakku Yosua!\u00a0\u00a0Kematianmu\u00a0hampir sama dengan\u00a0peristiwa\u00a0yang\u00a0terjadi\u00a0di KM 50. Bedanya engkau\u00a0seorang\u00a0polisi sementara mereka hanya Pertahanan\u00a0Sipil (Hansip)\u00a0seorang Ulama. Engkau beragama\u00a0Kristen,\u00a0sementara mereka beragama\u00a0Islam. Semoga tidak ada lagi Youa-Yosua dan para syuhada KM 50 lainnya yang senasib dengan kalian. Dua kasus ini mudah-mudahan memperoleh titik terang tanpa diskriminasi dalam penyelesaiannya.<\/p>\n<p><i>L<\/i><i>ocus delict<\/i><i>i<\/i>\u00a0kejahatan itu memang ada di dunia, namun\u00a0hukumannya bukan saja\u00a0diterima\u00a0di dunia melainkan azab yang pedih di akhirat kelak nanti. Seberapa besar hukuman di dunia yang dijatuhkan hakim tentu\u00a0tergantung kepada esensi tindakan kejahatan (<i>actus aus<\/i>) itu sendiri serta\u00a0<i>mens rea<\/i>\u00a0yang melatarbelakanginya<\/p>\n<p>Yosua anakku! Syukurlah<b>\u00a0<\/b>peristiwa pembunuhanmu ini\u00a0sudah mulai terungkap,\u00a0kalau tidak malu aku merayakan apalagi memekikkan \u201cmerdeka\u201d di\u00a0HUT-RI\u00a0yang ke 77\u00a0tahun ini. Bisikkanlah \u00a0kepada para pejuang bangsa di alam barzakh sana tentang kondisi bangsa dan negara sekarang ini. Bila perlu suruh mereka turun menampari para pemimpin yang dzolim itu.\u00a0Damailah kau di sisi Tuhanmu, damai di langit dan damai pula di bumi.<\/p>\n<p><em><strong>Ibrahim Gultom, Guru Besar UNIMED dan\u00a0Wakil Ketua PW Muhammadiyah Sum. Utara<\/strong><\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/kolom-ibrahim-gultom-anakku-brigadir-yosua\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>ANAKKU BRIGADIR YOSUA Oleh Ibrahim Gultom Anakku Brigadir Yosua! Sungguh aku\u00a0prihatin dan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=10044\" title=\"Kolom Ibrahim Gultom : Anakku Brigadir Yosua\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":10045,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-10044","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10044","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10044"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10044\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10044"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10044"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10044"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=10044"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=10044"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}