{"id":10401,"date":"2022-08-26T22:04:57","date_gmt":"2022-08-26T14:04:57","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/26\/stasiun-malabar-bandungmu-com\/"},"modified":"2022-08-26T22:04:57","modified_gmt":"2022-08-26T14:04:57","slug":"stasiun-malabar-bandungmu-com","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=10401","title":{"rendered":"Stasiun Malabar &#8211; bandungmu.com"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<div class=\"majalahpro-core-banner-beforecontent\"><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/07\/Banner-2-Muktamar-48-Muhammadiyah-Aisyiyah.png\" width=\"\u201d468\u2033\" height=\"\u201d100\u2033\"\/><\/a><\/div>\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014<\/strong> Pada 1917-1923, pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah stasiun radio terbesar dengan sistem operasi tercanggih pada saat itu.<\/p>\n<p>Bahkan saking modernnya, stasiun pemancar yang dirancang oleh insinyur elektro kenamaan lulusan Jerman bernama Cornelis Johannes de Groot itu sempat diperhitungkan dan masuk sejarah perkembangan radio dunia.<\/p>\n<p>Pasalnya Stasiun Malabar menjadi penghubung komunikasi antara Indonesia \u2013 Belanda sejauh 12.000 kilometer.<\/p>\n<p>Mengutip laman Wikipedia, keunggulan tersebut terdapat pada sistem pemancar tanpa kabel (nirkabel)-nya yang merupakan satu-satunya dan pertama di dunia.<\/p>\n<p>Stasiun Malabar ini berlokasi di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.<\/p>\n<p>Dalam ulasan sejarah komunikasi di Bandung lewat buku \u201cTjitaroemplein-Bandung (2014)\u201d, Sudarsono Katam menyebut jika sistem pemancar tersebut merupakan yang pertama di dunia.<\/p>\n<p>Hal ini karena menggunakan sistem peluncur listrik untuk mengangkat gelombang sebesar 750 Volts dan daya 1 MA. Dari situ gelombang radio ribuan kilowatt bisa terbangun.<\/p>\n<p>Bahkan, dengan tanpa kabel sehingga tidak terganggu kegiatan perang dunia pertama pada zamannya.<\/p>\n<p>Stasiun Radio Malabar adalah sebuah transmisi radio VLF di Malabar, Indonesia, untuk jaringan radio ke Belanda.<\/p>\n<p>Itu karena stasiun ini memakai salah satu alat transmisi paling kuat yang pernah dibuat yang memiliki kekuatan 2400 kW.<\/p>\n<p>Stasiun Radio Malabar memakai jaringan yang dibentangkan antara dua gunung sebagai antena.<\/p>\n<h4>Perang Dunia I<\/h4>\n<p>Berawal dari keinginan untuk menghubungkan Belanda dengan Hindia Belanda secara nirkabel, didorong oleh situasi Perang Dunia I yang tidak memungkinkan ketersediaan kabel, serta rentan secara teknis dan politis, dipililah koneksi gelombang panjang untuk menghubungkan kedua negara tersebut.<\/p>\n<p>Willem Smit &amp; Co\u2019s Transformatorenfabriek memasok kumparan besar dan beberapa trafo. Sementara generator dipasok oleh Smit Slikkerveer.<\/p>\n<p>Sebagai pendukung tenaga listrik dibangun PLTA Dago, PLTA Plengan,\u00a0 PLTA Lamadjang, dan PLTU di Dayeuhkolot.<\/p>\n<p>Antena dibentangkan sepanjang 2 kilometer antara Gunung Puntang dan Gunung Halimun untuk memancarkan gelombang radio.<\/p>\n<p>Ketinggian antena dari dasar lembah rata-rata 350 meter. Antena dibangun mengarah ke Belanda yang berjarak 12.000 kilometer dari Gunung Puntang.<\/p>\n<h4>Media propaganda<\/h4>\n<p>Stasiun Radio Malabar diresmikan oleh Gubernur Jenderal Dirk Fock pada 05 Mei 1923.<\/p>\n<p>Beberapa hari sebelum peresmian, badai tropis dengan kilatan-kilatan petir telah merusak sejumlah peralatan penting termasuk pemancar. Hal ini membuat peresmian terancam diundur.<\/p>\n<p>Namun, ternyata peresmian tetap dilakukan dengan cara mengirim pesan telegraf radio kepada Ratu Belanda dan Menteri Urusan Koloni, tetapi tidak ada jawaban dari stasiun di Belanda.<\/p>\n<p>Baru pada 06 Mei 1923 malam, pemancar dapat berfungsi dengan baik. Pesan pertama yang dirimkan dari Belanda adalah dari Kantor Berita Aneta.<\/p>\n<p>Meski demikian, pada 05 Mei 1923 tetap dijadikan tanggal peresmian Stasiun Radio Malabar.<\/p>\n<p>Untuk mengenang peristiwa telekomunikasi tersebut didirikan dua patung laki-laki tanpa busana yang tengah mengapit tiga perempat bola dunia.<\/p>\n<p>Patung pertama menaruh tangan tangannya di mulut yang menandakan tengah berteriak.<\/p>\n<p>Sementara patung yang satu lagi menaruh tangan kanannya di telinga seolah sedang mendengarkan.<\/p>\n<p>Stasiun Radio Malabar sempat menjadi media propaganda Jepang dengan melakukan kontak dengan Hooshoo Kanri Kyoku di berbagai daerah lain di daerah pendudukannya.<\/p>\n<h4>Masa kehancuran<\/h4>\n<p>Setelah Jepang hengkang dari Indonesia dan Belanda ingin menguasai kembali Indonesia para pejuang republik di Bandung Selatan menghancurkan Stasiun Radio Malabar.<\/p>\n<p>Stasiun radio tersebut hancur bersamaan dengan peristiwa Bandung Lautan Api karena tidak ingin. Stasiun Radio ini digunakan oleh belanda untuk Menghubungi ke belanda.***<\/p>\n<p>____<\/p>\n<p>Sumber: Wikipedia<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\"><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"size-full\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id-ID\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/stasiun-malabar\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Pada 1917-1923, pemerintah Hindia Belanda membangun sebuah stasiun radio terbesar <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=10401\" title=\"Stasiun Malabar &#8211; bandungmu.com\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":10402,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-10401","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10401","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10401"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10401\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10402"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10401"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10401"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10401"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=10401"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=10401"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}