{"id":10675,"date":"2022-08-31T13:31:29","date_gmt":"2022-08-31T05:31:29","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/08\/31\/akibat-orientasi-pendidikan-terlalu-instrumental-dan-paradigma-darwinian-suara-perempuan-makin-terpinggirkan\/"},"modified":"2022-08-31T13:31:29","modified_gmt":"2022-08-31T05:31:29","slug":"akibat-orientasi-pendidikan-terlalu-instrumental-dan-paradigma-darwinian-suara-perempuan-makin-terpinggirkan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675","title":{"rendered":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Menurut Bank Dunia, kesetaraan akses bagi perempuan dapat dilihat dari dunia pendidikan. Tiga poin utamanya adalah akses untuk memperoleh pendidikan, akses kesetaraan selama proses pendidikan, dan akses pasca pendidikan. <\/p>\n<p>Untuk kasus Indonesia, Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Zainuddin Maliki menyebut kesetaraan ini sudah memadai. Akan tetapi, problem sebenarnya baru terlihat dalam bidang yang spesifik misalkan kesetaraan pada bidang ekonomi dan politik.  <\/p>\n<p>Di parlemen misalnya, keterwakilan perempuan sudah mencapai per Januari 2021 hanya terdapat 123 orang saja atau sekitar 21,39% yang artinya di bawah target kuota 30% sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2004 tentang Pemilu. Tak heran, kebijakan yang membawa pada aspirasi perempuan masih sulit mengemuka. Di luar bidang politik, perempuan hanya unggul dalam bidang informal seperti UMKM dan jasa. Selebihnya, kesetaraan akses itu tidak terjadi. <\/p>\n<p>\u201cKalau kita bicara kesetaraan di Indonesia, itu afirmasi untuk perempuan sudah ada. Artinya peluang di semua sektor kehidupan itu terbuka tidak hanya untuk laki-laki, tapi juga untuk perempuan. Tapi di Indonesia, nampaknya spirit sosial Darwinisme,\u201d kritiknya. <\/p>\n<p>Dalam International Conference On Women Peace and Harmony 2022 Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA), Selasa (30\/8), Zainuddin menilai paradigma Darwinian \u201csiapa yang kuat, dia yang menang\u201d masih cukup mengakar.  <\/p>\n<p>Sementara itu, akses kesetaraan dan keadilan belum sepenuhnya terwujud sehingga tak heran, representasi perempuan seringkali terbengkalai. Suara perempuan masih sering terpinggirkan.  Secara prinsip, ketidakadilan akses ini bisa disebut sebagai sebuah \u2018kekerasan\u2019, di mana kekerasan itu terjadi ketika adanya relasi kuasa yang tidak seimbang antara satu elemen terhadap elemen lainnya. <\/p>\n<p>\u201cSedangkan kita ingin bicara jaminan akses, memberikan perlindungan perempuan dari kekerasan, maka kita melihat dalam hal ini akar dari kekerasan itu tidak lain adalah relasi yang tidak setara atau ketimpangan relasi kuasa,\u201d jelasnya. <\/p>\n<p>Keadaan ini kata dia diperparah dengan prioritas pemerintah yang terlampau timpang kepada hal-hal yang bersifat instrumental dibandingkan pada hal-hal yang bersifat nilai. Di dunia pendidikan misalnya, berbagai produk kebijakan dalam lima tahun terakhir menampilkan hal tersebut. <\/p>\n<p>Zainuddin menyoroti adanya bias standar kesuksesan, sampai pembubaran Badan Standar Nasional Pendidikan atau BSNP seiring keluarnya Permendikbudristek Nomor 28\/2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja. <\/p>\n<p>\u201cDunia pendidikan kita didominasi rasionalitas tujuan, bukan nilai. Yang bersifat tata nilai dikesampingkan. Inilah yang membuat kekerasan di dunia pendidikan kita. Kekerasan tidak terjadi di medan perang tapi juga dimulai di dunia pendidikan kita,\u201d kritiknya. <\/p>\n<p>Melihat hal ini, Zainuddin Maliki berharap kerja-kerja dan program Nasyiatul Aisyiyah ke depan dapat turut menyediakan solusi alternatif bagi fenomena ini. Terutama kepada kaum perempuan. \u201cKarena itu kita ingin ke depan bisa melindungi perempuan dari kekerasan ini, maka akar masalah ini harus dipikirkan. Harus ada pendidikan yang mengarustumakan afeksi, literasi-literasi nilai, supaya kita bisa memerdekakan sekaligus memanusiakan manusia,\u201d tutupnya. (afn) <\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/akibat-orientasi-pendidikan-terlalu-instrumental-dan-paradigma-darwinian-suara-perempuan-makin-terpinggirkan\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Menurut Bank Dunia, kesetaraan akses bagi perempuan dapat dilihat dari dunia pendidikan. Tiga poin utamanya adalah akses untuk memperoleh pendidikan, akses kesetaraan selama proses pendidikan, dan akses <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=10675\" title=\"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":10676,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,438],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-10675","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-muhammadiyah-or-id"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.1 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=10675\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Menurut Bank Dunia, kesetaraan akses bagi perempuan dapat dilihat dari dunia pendidikan. Tiga poin utamanya adalah akses untuk memperoleh pendidikan, akses kesetaraan selama proses pendidikan, dan akses\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/girimu.com\/?p=10675\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Girimu\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/suaramutv\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-08-31T05:31:29+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1243\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"720\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Muhammadiyah\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Muhammadiyah\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675\"},\"author\":{\"name\":\"Muhammadiyah\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e44f484122360518b75b117b3ec382f5\"},\"headline\":\"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan\",\"datePublished\":\"2022-08-31T05:31:29+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675\"},\"wordCount\":442,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/IMG-20220831-WA0014.jpg\",\"articleSection\":[\"Muhammadiyah News Network\",\"Muhammadiyah or id\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675\",\"name\":\"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/IMG-20220831-WA0014.jpg\",\"datePublished\":\"2022-08-31T05:31:29+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/IMG-20220831-WA0014.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/08\\\/IMG-20220831-WA0014.jpg\",\"width\":1243,\"height\":720},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?p=10675#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/\",\"name\":\"Girimu\",\"description\":\"Ringan Mencerahkan\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#organization\",\"name\":\"girimu\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/logo-baru-girimu-272X70.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/08\\\/logo-baru-girimu-272X70.png\",\"width\":272,\"height\":62,\"caption\":\"girimu\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/suaramutv\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/e44f484122360518b75b117b3ec382f5\",\"name\":\"Muhammadiyah\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=gcfe5645b202537544f9d5831dabfa03c\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Muhammadiyah\"},\"description\":\"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah\",\"url\":\"https:\\\/\\\/girimu.com\\\/?author=7\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu","og_description":"MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA \u2013 Menurut Bank Dunia, kesetaraan akses bagi perempuan dapat dilihat dari dunia pendidikan. Tiga poin utamanya adalah akses untuk memperoleh pendidikan, akses kesetaraan selama proses pendidikan, dan akses","og_url":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675","og_site_name":"Girimu","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/suaramutv","article_published_time":"2022-08-31T05:31:29+00:00","og_image":[{"width":1243,"height":720,"url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Muhammadiyah","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Muhammadiyah","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675"},"author":{"name":"Muhammadiyah","@id":"https:\/\/girimu.com\/#\/schema\/person\/e44f484122360518b75b117b3ec382f5"},"headline":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan","datePublished":"2022-08-31T05:31:29+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675"},"wordCount":442,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg","articleSection":["Muhammadiyah News Network","Muhammadiyah or id"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/girimu.com\/?p=10675#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675","url":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675","name":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan - Girimu","isPartOf":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg","datePublished":"2022-08-31T05:31:29+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/girimu.com\/?p=10675"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#primaryimage","url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg","contentUrl":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2022\/08\/IMG-20220831-WA0014.jpg","width":1243,"height":720},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/girimu.com\/?p=10675#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/girimu.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Akibat Orientasi Pendidikan Terlalu Instrumental dan Paradigma Darwinian, Suara Perempuan Makin Terpinggirkan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/girimu.com\/#website","url":"https:\/\/girimu.com\/","name":"Girimu","description":"Ringan Mencerahkan","publisher":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/girimu.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/girimu.com\/#organization","name":"girimu","url":"https:\/\/girimu.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/girimu.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/logo-baru-girimu-272X70.png","contentUrl":"https:\/\/girimu.com\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/logo-baru-girimu-272X70.png","width":272,"height":62,"caption":"girimu"},"image":{"@id":"https:\/\/girimu.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/suaramutv"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/girimu.com\/#\/schema\/person\/e44f484122360518b75b117b3ec382f5","name":"Muhammadiyah","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=gcfe5645b202537544f9d5831dabfa03c","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","caption":"Muhammadiyah"},"description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah","url":"https:\/\/girimu.com\/?author=7"}]}},"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10675","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=10675"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/10675\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/10676"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=10675"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=10675"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=10675"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=10675"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=10675"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}