{"id":12166,"date":"2022-09-21T17:45:59","date_gmt":"2022-09-21T09:45:59","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/09\/21\/hukum-baca-al-quran-pakai-qiraah-sabah\/"},"modified":"2022-09-21T17:45:59","modified_gmt":"2022-09-21T09:45:59","slug":"hukum-baca-al-quran-pakai-qiraah-sabah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=12166","title":{"rendered":"Hukum Baca Al-Qur&#8217;an Pakai Qira\u2019ah Sab\u2019ah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Setiap Imam <em>Qira\u2019ah<\/em> mempunyai banyak murid (<a href=\"https:\/\/bsdm.unida.gontor.ac.id\/7-perawi-hadis-dan-fungsi-hadis-nabi-terhadap-al-quran\/\">perawi<\/a>) yang meriwayatkan <em>qira\u2019ah<\/em> guru-gurunya dari generasi ke generasi. Namun dalam dunia <em>qira\u2019ah<\/em>, hanya diambil dua orang perawi saja dari masing-masing Imam <em>Qira\u2019ah<\/em>. Adapun tujuh imam <em>qira\u2019ah<\/em> <em>(Qira\u2019ah Sab\u2019ah)<\/em>, yang masing-masing disertai dua orang perawinya adalah sebagai berikut:<\/p>\n<h2>Imam <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em><\/h2>\n<p><em>Pertama, <\/em>Abu \u2018Amr ibn Al \u2019Alaa\u2019 (Gurunya para Perawi). Dia adalah Ziyad ibn Al \u2019Alla\u2019 ibn \u2018Ammar Al Mazani Al Bashri. Dia wafat di Kufah tahun 154 H. Dan dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah ad-Duuriyy dan As-Suusiyy.<\/p>\n<p>Adapun ad-Duuriyy, adalah Abu \u2018Umar Hafsh ibn \u2018Umar ibn \u2018Abd al-\u2018Aziz ad-Duuriyy an-Nahwi. Ad-Duur adalah nama sebuah tempat di Baghdad. Dia wafat pada tahun 246 H. Sedangkan As-Suuusiyy adalah Abu Syu\u2019aib Shalih ibn Ziyad ibn \u2018Abdullah As-Suusiyy wafat tahun 261 H.<\/p>\n<p><em>Kedua, <\/em>Ibn Katsir. Nama lengkapnya \u2018Abdullah ibn Katsir Al Makkiy. Dia adalah seorang tabi\u2019in dan wafat di Makkah tahun 120 H. Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah Al-Bazziyy dan Qunbul. Adapun Al-Bazziyy, dia adalah Ahmad ibn Muhammad ibn \u2018Abdillah ibn Abi Bazzah Al Muadzin Al Makiyy, dan memiliki nama kunyah Abu al-Hasan, wafat di Makkah 250 H.<\/p>\n<p>Adapun Qunbul dia adalah Muhammad ibn \u2018Abdirrohman ibn Muhammad ibn Khalid ibn Sa\u2019id al-Makki al-Makhzumi. Ia memiliki nama kunyah Abu \u2018Amr dan dijuluki Qunbul. Ada yang mengatakan mereka adalah Ahlul Bait di Makkah yang dikenal dengan Qanabilah. Ia wafat di Makkah tahun 291 H.<\/p>\n<p><em>Ketiga, <\/em>Nafi\u2019 al-Madani. Dia adalah Abu Ruwain Nafi\u2019 ibn \u2018Abdirrahman ibn Abi Nu\u2019aim al-Laitsiy, berasal dari Ashfahan dan wafat di Madinah tahun 169 H. Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah Qaaluun dan Warasy.<\/p>\n<p>Qaaluun adalah \u2018Isaa ibn Mainaa al-Madani seorang pengajar bahasa Arab, memiliki nama kunyah Abu Musa, dan nama Qaaluun adalah julukannya. Dan diriwayatkan bahwa Nafi\u2019 menjulukinya dengan julukan tersebut karena bagusnya bacaannya. Kata Qalun dalam bahasa Romawi berarti bagus. Ia wafat di Madinah tahun 220 H.<\/p>\n<p>Sedangkan Warasy adalah \u2018Utsman ibn Sa\u2019id ibn al-Mishri memiliki nama kunyah Abu Sa\u2019id dan Warasy. Dia dijuluki dengan julukan tersebut karena ada yang menganggap kulitnya yang sangat putih. Dia wafat di Mesir tahun 197 H.<\/p>\n<h6>***<\/h6>\n<p><em>Keempat, <\/em>Ibnu \u2018Amir asy-Syami. Dia adalah \u2018Abdullah ibn \u2018Amir al-Yashubiy seorang hakim di Damaskus pada masa kekhalifahan Walid ibn \u2018Abdil Malik. Dia diberi nama kunyah Abu \u2018Imraan dan dia termasuk salah seorang Tabi\u2019in. Ia wafat di Damaskus tahun 118 H. Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah Hisyam dan Ibnu Dzakwan.<\/p>\n<p>Adapun Hisyam adalah Hisyam ibn \u2018Ammar ibn Nashir al-Qaadhi ad-Damasyqi, diberi nama kunyah Abd al-Walid. Ia wafat di pada tahun 240 H. Sedangkan Ibnu Dzakwan adalah \u2018Abdullah ibn Ahmad ibn Basyir ibn Dzakwan al-Qurasi ad-Damasyqi dan diberi nama kunyah Abu \u2018Amr. Ia wafat di Damaskus pada tahun 242 H.<\/p>\n<p><em>Kelima, <\/em>\u2019Ashim al-Kuufi. Dia adalah \u2018Ashim ibn Abi an-Najuud, ada yang menamainya Ibnu Bahdalah Abu Bakar dan dia adalah salah seorang tabi\u2019in, wafat di kufah tahun 128 H. Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya dia adalah Syu\u2019bah dan Hafs. Syu\u2019bah dia adalah Abu Bakr ibn Syu\u2019bah ibn \u2018Abbas ibn Salim Al Kuufi, wafat di Kufah pada tahun 193 H.<\/p>\n<p>Sedangkan Hafs adalah Hafs Sulaiman ibn al-Mughiroh al-Bazzaz al-Kuufiy, diberi nama kunyah Abu \u2018Amr dan dia adalah orang yang tsiqah. Ibnu Ma\u2019in berkata: \u201c\u2026.Dia lebih menguasai <em>qira\u2019at<\/em> dibandingkan Abu bakar Ia wafat 180 H.<\/p>\n<p><em>Keenam, <\/em>Hamzah al-Kuufi, dia adalah Hamzah ibn Habib ibn \u2018Imarah az-Zayyat al-Faradhi at-Taimy, diberi nama kunyah Abu \u2018Imarah. Ia wafat di Bahlawan pada masa kekhalifahan Abu Ja\u2019far al-Manshur tahun 156 H.<\/p>\n<p>Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah Khalaf dan Khalad. Adapun Khalaf adalah Khalaf ibn Hisyam al-Bazzaz, diberi nama kunyah Abu Muhammad, wafat di Baghdad pada tahun 229 H. Sedangkan Khallad adalah Khallad ash-Shairafi al-Kuufi, diberi nama kunyah Abu \u2018Isa, dan wafat disana tahun 220 H.<\/p>\n<h6>***<\/h6>\n<p><em>Ketujuh, <\/em>al-Kisaa\u2019i al-KuufiIa adalah \u2018Ali ibn Hamzah, Imam ahli Nahwu kalangan Kufah, diberi nama kunyah Abd al-Hasan, dinamakan al-Kisaa\u2019i karena dia ihram memakai <em>kisaa\u2019<\/em> (kain penutup Ka\u2019bah).<\/p>\n<p>Ia wafat di Ranbawaih salah satu daerah di perkampungan Ar-Ray, ketika hendak menuju ke Khurasan bersama ar-Rasyid tahun 189 H. Dua orang yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> darinya adalah Abu Harist dan Hafs ad-Duuriy. Adapun Abdul Harist adalah al-Laits ibn Khalid al-Baghdadi, wafat pada tahun 240 H. Sedangkan Hafs ad-Duuriy adalah perawi yang meriwayatkan <em>Qira\u2019at<\/em> dari Abi \u2018Amr.<\/p>\n<h2>Hukum Menggunakan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> dalam Membaca al-Qur\u2019an\u00a0<\/h2>\n<p>Adapun hukum ketika membaca Al-Qur\u2019an dengan menggunakan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> adalah sebuah kebolehan dan kondisional. Dikarenakan tidak semua orang dan semua daerah mengerti dan memakai <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> itu.<\/p>\n<p>Selain itu, ada juga yang berpendapat bahwa membaca dan mempraktikkan Al-Qur\u2019an dengan <em>qiraat<\/em> tujuh tidak boleh sembarangan akan tetapi ada hal-hal yang wajib ditempuh dan dipelajari. Di antaranya, harus sudah selesai menghafal 30 juz Al-Qur\u2019an dengan lancar, baru bisa masuk untuk mempelajari <em>qiraat<\/em> tujuh, dan sudah tuntas dalam mengkaji kaidah-kaidah <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em>, jika belum, maka tidak dapat membaca Al-Qur\u2019an <a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/?s=Qira%E2%80%99ah+Sab%E2%80%99ah\">dengan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em><\/a>.<\/p>\n<p>Adapun batasan-batasan dalam menggunakan dan membaca Al-Qur\u2019an dengan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> adalah dengan membaca sesuai dengan kaidahnya dan tidak sampai keluar atau melenceng dari kaidah <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em>-nya. Maka dari sinilah sangat sulit dan rumit, sehingga tidak semua orang dan semua daerah menggunakan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> ini.<\/p>\n<h2>Contoh Bacaan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em><\/h2>\n<p>Berikut contoh bacaan <em>Qira\u2019ah Sab\u2019ah<\/em> sesuai dengan kaidah. Yakni dalam kitab <em>Syathibiyah <\/em>tentang bacaan basmalah para Imam tujuh dan riwayatnya memiliki ragam bacaan tersendiri. Ada nada yang sama dan berbeda dari segi <em>waqaf<\/em> dan <em>wasalnya<\/em>, hukum basmalah antara dua surat untuk Imam tujuh adalah sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>Pertama,<\/em> Qolun, Ali al-Kisai, Ibnu Katsir, dan Ashim membaca basmalah di antara dua surat.<\/p>\n<p><em>Kedua,<\/em> Hamzah membaca <em>washal<\/em> di antara dua surat tanpa basmalah.<\/p>\n<p><em>Ketiga,<\/em> Warsy, Abu Amr, dan Ibnu Amir memiliki tiga wajah, yakni memisahkan antara dua surat dengan basmalah, membaca <em>washal<\/em> antara 2 surat, <em>saktah<\/em> dengan tanpa basmalah.<\/p>\n<p>Ada lagi contoh bacaan Imam tujuh dalam membaca dua hamzah dalam satu kata, yakni ketika dua hamzah bertemu dalam satu kata, maka Imam Nafi\u2019, Ibnu Katsir, dan Abu Amr membaca dengan <em>al-tashil baina-baina<\/em>.<\/p>\n<p>Apabila hamzah kedua berharakat fathah, seperti \u0621\u064e\u0623\u064e\u0646\u0630\u064e\u0631\u06e1\u062a\u064e\u0647\u064f\u0645\u06e1 maka: Hisyam mempunyai dua wajah, <em>al-<\/em><em>t<\/em><em>ahqiq<\/em> hamzah kedua dan <em>al-<\/em><em>t<\/em><em>ashil<\/em> hamzah kedua <em>baina-baina<\/em>. Sedangkan Warsy mempunyai dua wajah bacaan, yaitu pertama, <em>al-<\/em><em>i<\/em><em>bdal<\/em> (mengganti hamzah kedua dengan alif), yang kedua, <em>al-<\/em><em>t<\/em><em>ashil <\/em><em>b<\/em><em>aina-<\/em><em>b<\/em><em>aina.<\/em> Sedangkan al-Baqun membaca dengan <em>tahqiq.<\/em><\/p>\n<p>Bacaan Imam tujuh padah lafal \u0621\u064e\u0627\u06ec\u0639\u06e1\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a\u0651 dalam surat Fussilat ayat 44 sebagai berikut:<\/p>\n<p><em>P<\/em><em>ertama,<\/em> Syu\u2019bah, Hamzah, dan Kisai membaca dengan <em>tahqiq hamzah<\/em> kedua.<\/p>\n<p><em>Kedua,<\/em> Hisyam membaca dengan tanpa hamzah pertama yakni \u0627\u06ec\u0639\u06e1\u062c\u064e\u0645\u0650\u064a.<\/p>\n<p><em>Ketiga,<\/em> al-Baqun, Nafi\u2019, Ibnu Katsir, Abu Amr, Ibnu Dakhwan, dan Hafsh, membaca hamzah kedua dengan <em>al-Tashil baina-baina<\/em> dengan catatan, <em>Warsy<\/em> mempunyai satu wajah lagi yaitu <em>al-Ibdal<\/em>, Qolun dan dan Abu Amr disertai hukum <em>al-Idkhal<\/em> (memasukkan alif antara dua hamzah dengan panjang dua harakat, dengan kata lain dibaca <em>mad<\/em>)<em>.<\/em><\/p>\n<p>Dari berbagai contoh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa para Imam tujuh ketika menentukan hukum suatu bacaan ada yang sama, dan ada yang berbeda dengan dasar masing-masing.<\/p>\n<p>Perbedaan tersebut disebabkan karena berbedanya <em>ahlul ada\u2019<\/em> dan daerah masing-masing, memang sangatlah sulit, tak heran tak semua orang dapat menguasai bacaan para Imam tujuh itu. Namun setidaknya, kita bisa mengetahui alasannya kenapa tak boleh sembarangan membaca Al-Qur\u2019an dengan <em>qira\u2019at sab\u2019ah<\/em> tanpa benar-benar menggeluti kaidah-kaidah dari para Imam tujuh itu.<\/p>\n<p><strong><em>Editor: Yahya FR<\/em><\/strong><\/p>\n<div class=\"printfriendly pf-button pf-button-content pf-alignleft\"><a href=\"#\" rel=\"nofollow\" onclick=\"window.print(); return false;\" title=\"Printer Friendly, PDF &amp; Email\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full\" class=\"pf-button-img\" src=\"https:\/\/cdn.printfriendly.com\/buttons\/printfriendly-pdf-button.png\" alt=\"Print Friendly, PDF &amp; Email\" style=\"width: 112px;height: 24px;\"\/><\/a><\/div>\n<\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/hukum-baca-al-quran-pakai-qiraah-sabah\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap Imam Qira\u2019ah mempunyai banyak murid (perawi) yang meriwayatkan qira\u2019ah guru-gurunya dari <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=12166\" title=\"Hukum Baca Al-Qur&#8217;an Pakai Qira\u2019ah Sab\u2019ah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":12167,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[101,440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-12166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-kabar","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12166\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/12167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12166"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=12166"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=12166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}