{"id":12929,"date":"2022-10-05T22:15:00","date_gmt":"2022-10-05T14:15:00","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/05\/apa-yang-dimaksud-dengan-bala-dalam-al-quran\/"},"modified":"2022-10-05T22:15:00","modified_gmt":"2022-10-05T14:15:00","slug":"apa-yang-dimaksud-dengan-bala-dalam-al-quran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=12929","title":{"rendered":"Apa yang Dimaksud dengan \u201cBala\u201d dalam Al Quran?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA\u2014 Dalam pandangan manusia, konsep \u201c<em>bala\u2019<\/em>\u201d selalu berkonotasi buruk yaitu berupa keburukan yang lazim dikenal dengan musibah dalam arti negatif. Dengan demikian <em>bala\u2019<\/em> selalu dihindari bahkan dihilangkan dari kehidupan, karena dinilai menyengsarakan dan menyedihkan bagi manusia. Ketika merujuk pada al-Quran, kata <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> sesungguhnya lebih bermakna sebagai cobaan untuk memperteguh keimanan yang bisa berupa peristiwa yang menyedihkan atau menyenangkan.<\/p>\n<p>Allah berfirman: Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang burukburuk, agar mereka kembali (kepada kebenaran) [Q.S. al-A\u2019raf (7): 168].<\/p>\n<p>Mengacu pada ayat di atas maka kata <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> merupakan sebuah ujian atau cobaan baik yang berupa kebaikan (al\u1e25asanat) ataupun yang berupa keburukan (al-sayyi\u2019at), baik yang datang dari kejadian di alam semesta (gempa bumi, tsunami, banjir, tanah longsor, dan lain-lain) atau dari diri sendiri dan sosial kemasyarakatan (sakit, kerusuhan, kekurangan, dan lain-lain). Dengan demikian, tidak tepat kalau kata <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> hanya diartikan dengan sebuah peristiwa yang menyedihkan saja. Peristiwa yang menyenangkan juga merupakan <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em>, yakni ujian bagi kehidupan manusia. Kalau mengacu pada sifat ra\u1e25man dan ra\u1e25\u012bm Allah, konsep <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> merupakan sebuah citra yang diberikan oleh Allah untuk menjadikan manusia selalu dekat dan dipenuhi kasih dan sayang Allah. Oleh karena itu, sebagaimana penjelasan QS. al-A\u2019raf [7]: 168 di atas, orientasi utama dari <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> adalah supaya kembali kepada kebenaran, kembali pada kasih dan sayang Allah.<\/p>\n<p><em>B<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> tidak hanya diberikan kepada orang yang durhaka (tidak salih) saja, namun juga kepada orang salih. Karena fungsinya untuk \u201cmengembalikan\u201d pada kebenaran, <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> menjadi ukuran sikap manusia dalam menghadapinya. Jika manusia berhasil mensikapi <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> maka dia menjadi hamba terkasih dari Allah. Begitu sebaliknya, jika dia tidak berhasil mensikapi <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> dengan baik, maka dia termasuk orang yang perlu mendapatkan ujian lebih banyak lagi.<\/p>\n<p>Dalam hadis: Dari Anas, ia berkata. Rasulullah Saw bersabda: \u201c\u2026 Sesungguhnya besarnya pahala adalah karena besarnya ujian. Sungguh, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan menimpakan ujian untuk mereka. Barangsiapa yang ridha, maka ia yang akan meraih ridha Allah. Barangsiapa yang tidak suka, maka Allah pun akan murka\u201d [HR. al-Tirmi\u017ci].<\/p>\n<p>Allah telah memberikan penjelasan bahwa dalam mensikapi <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> terdapat dua pilihan, syukur dan sabar. Ketika <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> berbentuk kebaikan (\u1e25asanat), maka tujuannya adalah kesyukuran, yakni sebuah sikap yang menggambarkan kedekatan dengan kasih dan sayang Allah [Q.S. an-Naml (27): 40] dalam bentuk menggunakan anugerah untuk memberi kemanfaatan lebih kepada seluruh makhluk sesuai dengan ketetapan Allah. Begitu sebaliknya, jika <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> berupa keburukan, maka tujuannya adalah kesabaran [Q.S. al-Baqarah (2): 155-157], yakni sebuah sikap yang menggambarkan kedekatan dengan kasih dan sayang Allah. Sikap sabar juga dapat diwujudkan dalam bentuk mengambil nilai positif dan pelajaran dari peristiwa yang telah terjadi, dengan terus berusaha memperbaiki diri untuk menjadi yang lebih baik. Dengan demikian sabar bermakna aktif dan tidak menyerah pada keadaan yang diterima.<\/p>\n<p>Penilaian baik (hasanat) dan buruk (sayyi\u2019at), sekali lagi, merupakan penilaian oleh manusia tentang sesuatu peristiwa. Allah Swt. selalu baik, adil, dan hebat, sehingga apapun yang dilakukan selalu baik. Ke-Maha Baik-an Allah selalu tercurahkan dalam membina dan memelihara seluruh makhluk-Nya. Inilah esensi Allah sebagai rabb yang ra\u1e25man dan ra\u1e25\u012bm. Penilaian buruk atas <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> yang dipahami oleh manusia merupakan penilaian yang didasarkan pada kesadaran labil manusia [Q.S. al-Ma\u2019arij (70): 19-21]. Manusia seperti ini merupakan manusia yang dikendalikan oleh nafsu yang tidak tercerahkan oleh kasih sayang Allah [Q.S. Y\u016bsuf (12): 53].<\/p>\n<p>Dalam doktrin tauhid, kehidupan manusia merupakan anugerah yang besar dari Allah. Dalam pandangan Allah, anugerah selalu baik karena Allah adalah rabb yang Maha Baik (ra\u1e25mah). Namun, karena Allah \u201cberbicara\u201d dalam kesadaran manusia, di mana manusia telah menilai sesuatu menjadi baik dan buruk, maka Allah menyebut anugerah tersebut dengan konsep <em>bala\u2019<\/em> yang berupa kebaikan (\u1e25asanat) dan keburukan (sayyi\u2019at). Dalam Q.S. al-A\u2019raf (7): 168 dan al-Anbiya\u2019 (21): 35 Allah menegaskan bahwa anugerah apapun yang diberikan kepada manusia merupakan <em>bala\u2019<\/em> (ujian kehidupan) supaya manusia mengetahui hakikat kebenaran itu hanya dari Allah.<\/p>\n<p>Dengan demikian, <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> yang berupa keburukan adalah <em>b<\/em>a<em>l<\/em>a<em>\u2019<\/em> yang lazim dikenal dengan istilah bencana. Dengan kata lain bencana adalah <em>bala\u2019<\/em> yang berupa keburukan yang menimpa manusia.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/apa-yang-dimaksud-dengan-bala-dalam-al-quran\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA\u2014 Dalam pandangan manusia, konsep \u201cbala\u2019\u201d selalu berkonotasi buruk yaitu berupa <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=12929\" title=\"Apa yang Dimaksud dengan \u201cBala\u201d dalam Al Quran?\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":6251,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[438],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-12929","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-or-id"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12929","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=12929"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/12929\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/6251"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=12929"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=12929"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=12929"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=12929"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=12929"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}