{"id":13333,"date":"2022-10-11T16:52:53","date_gmt":"2022-10-11T08:52:53","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/11\/muktamar-48-sebagai-ajang-pertemuan-rindu-warga-muhammadiyah-2\/"},"modified":"2022-10-11T16:52:53","modified_gmt":"2022-10-11T08:52:53","slug":"muktamar-48-sebagai-ajang-pertemuan-rindu-warga-muhammadiyah-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13333","title":{"rendered":"Muktamar 48 sebagai Ajang Pertemuan Rindu Warga Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>Surakarta, InfoMu.co<\/strong> \u2013 Muktamar ke-48 Muhammadiyah-\u2018Aisyiyah menjadi ajang perjumpaan rindu tebal yang dimiliki oleh Warga Muhammadiyah, termasuk segenap anak bangsa yang selama dua tahun lebih dibatasi akibat pandemi covid-19.<\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_ads \">\n<p>Demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad di acara Tabligh Akbar \u201cMenyongsong Muktamar ke-48 Muhammadiyah-\u2018Aisyiyah\u201d, Sabtu (8\/10) di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).<\/p>\n<\/div>\n<p>Euforia Warga Muhammadiyah dalam menghadiri Muktamar ke-48 tidak bisa dibendung lagi, sebab muktamar yang rutin digelar 5 tahunan, tapi akibat pandemi ditunda dan menjadi 7 tahunan. \u201cKerinduan akan hal kita bertemu, bersilaturahmi diantara kita menjadi sesuatu yang tidak bisa dibendung lagi. Oleh karena itu dibuktikan dalam syiar muktamar,\u201d tutur Dadang.<\/p>\n<p>Menyambut Muktamar ke-48 merupakan hak bergembira bagi semua, tanpa terkecuali. Gelaran Muktamar ke-48, kata Dadang, bukan hanya ajang pertemuan dari rindu tebal Warga Persyarikatan Muhammadiyah, tetapi sekaligus sebagai ajang pengingat dalam urusan-urusan keagamaan.<\/p>\n<p>Guru Besar Sosiologi ini mengajak kepada seluruh Warga Muhammadiyah untuk memanfaatkan media digital dalam aktivitas dakwahnya. Menurutnya, Muhammadiyah yang sekarang dan akan datang tidaklah sama. Maka diperlukan cara pendekatan-pendekatan yang berbeda untuk melanjutkan eksistensi Muhammadiyah.<\/p>\n<p>Di acara Tabligh Akbar yang menghadirkan Ustadz Adi Hidayat (UAH) ini, Dadang meminta supaya meneladani metode dakwah yang dilakukan oleh UAH di media digital. Metode dakwah ini, kata Dadang, kompatibel dengan perkembangan zaman. Dakwah tidak lagi dimaknai secara sempit, serta radius jangkauan dakwah bakal lebih luas jika menggunakan media digital.<\/p>\n<p>\u201cIni suatu yang patut kita contoh dalam dakwah, karena Muhammadiyah di abad kedua besok itu berbeda dengan yang lalu. Kiai Ahmad Dahlan pernah berkata Muhammadiyah saat ini berbeda dengan yang akan datang,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Kata-kata KH. Ahmad Dahlan tersebut merupakan sinyal yang harus diaktualisasikan. Sebab, abad kedua Muhammadiyah itu berbeda dengan yang sebelumnya. Pertemuan-pertemuan fisik akan berkurang berganti basis online. Dia berharap kader mubaligh Muhammadiyah untuk bergerak di medan itu. \u201cSehingga audiensnya bukan hanya tidak hanya 8.000, tetapi audiensnya bisa mencapai jutaan.\u201d Tutur Dadang.<\/p>\n<p>Dadang menutup sambutannya dengan mengapresiasi kegiatan Tabligh Akbar yang diadakan untuk menyambut gelaran Muktamar ke-48 Muhammadiyah-\u2018Aisyiyah pada 18-20 November mendatang. (muhammadiyah.or.di)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/muktamar-48-sebagai-ajang-pertemuan-rindu-warga-muhammadiyah\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Surakarta, InfoMu.co \u2013 Muktamar ke-48 Muhammadiyah-\u2018Aisyiyah menjadi ajang perjumpaan rindu tebal yang <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13333\" title=\"Muktamar 48 sebagai Ajang Pertemuan Rindu Warga Muhammadiyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":13334,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-13333","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13333","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13333"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13333\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13334"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13333"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13333"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13333"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13333"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13333"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}