{"id":13550,"date":"2022-10-15T02:19:44","date_gmt":"2022-10-14T18:19:44","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/15\/hal-hal-unik-di-masjid-abu-ayyub-al-anshari-istanbul-ada-pohon-malaikat-pwmu-co\/"},"modified":"2022-10-15T02:19:44","modified_gmt":"2022-10-14T18:19:44","slug":"hal-hal-unik-di-masjid-abu-ayyub-al-anshari-istanbul-ada-pohon-malaikat-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13550","title":{"rendered":"Hal-Hal Unik di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari Istanbul, Ada Pohon Malaikat | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"675\" height=\"1200\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-675x1200.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-260807\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-675x1200.jpeg 675w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-169x300.jpeg 169w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-84x150.jpeg 84w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-864x1536.jpeg 864w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29-750x1333.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/WhatsApp-Image-2022-10-14-at-14.00.29.jpeg 900w\" sizes=\"auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px\"\/><figcaption>Interior Masjid Abu Ayyub Al-Anshari di Istanbulz, Turki, Rabu 12 Oktober 2022 (Syamsudin\/PWMU.CO) <\/figcaption><\/figure>\n<p>Hal-Hal Unik di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari\u00a0Istanbul, Ada Pohon Malaikat; Catatan perjalanan <strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/dr-syamsudin-mag\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dr Syamsudin MAg<\/a><\/strong>, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dari Turki.  <\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0<a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Masjid_Ey\u00fcp_Sultan\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Masjid Abu Ayyub Al-Anshari<\/a> adalah masjid pertama yang dibangun oleh Kesultanan Turki Utsmani setelah penaklukan Konstantinopel di tahun 1453. Di kompleks masjid tersebut terdapat makam Sahabat Nabi SAW, yaitu Abu Ayyub al-Ansari.\u00a0<\/p>\n<p>Masjid ini\u00a0dibangun dekat Tanduk Emas di Distrik Eyub, Istanbul, Turki\u2014kini nama resminya Republik Turkiye.\u00a0Sebenarnya sejarah masjid ini lebih dari 1.500\u00a0\u00a0sahun yang lalu, mengingat sudah dibangun di luar tembok Konstantinopel, sebelum kota itu\u00a0ditaklukkan.<\/p>\n<h4><strong>Penyebar Islam ke Eropa<\/strong><\/h4>\n<p>Abu Ayyub Al-Anshari adalah\u00a0\u00a0tokoh besar dalam sejarah dakwah\u00a0\u00a0Islam. Dalam sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW, rumah penduduk Madinah yang pertama kali disinggahi oleh Nabi Muhammad SAW\u00a0adalah rumah Abu Ayyub al-Anshari.\u00a0Dia\u00a0selanjutnya memilih hijrah ke Kawasan Turki dengan tujuan untuk menyebarkan agama Islam di Eropa.<\/p>\n<p>Arsitektur Masjid Abu Ayyub Al-Anshari begitu mewah dan indah. Karpet-karpet tebal, lampu gantung, dan kubah arsitektur khas Turki menghiasi bangunan berusia ratusan tahun tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Selain shalat di masjid ini, para pengunjung tidak\u00a0melewatkan kesempatan berziarah ke makam Abu Ayyub yang berada di halaman dalam masjid. Di sana, banyak pengunjung (<em>zuwwar<\/em>) berkumpul untuk melihat makam sahabat Rasulullah\u00a0SAW\u00a0tersebut dari kaca yang disediakan. Bangunan makam Abu Ayyub sendiri memiliki nuansa warna sangat kontras dengan masjid, dihiasi keramik beraneka warna.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"675\" height=\"1200\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-675x1200.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-260809\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-675x1200.jpeg 675w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-169x300.jpeg 169w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-84x150.jpeg 84w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-864x1536.jpeg 864w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2-750x1333.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-2.jpeg 900w\" sizes=\"auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px\"\/><figcaption>Mimbar Masjid Abu Ayyub Al-Anshari di Istanbulz, Turki, Rabu 12 Oktober 2022 (Syamsudin\/PWMU.CO) <\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>Makam Abu Ayyub Al-Anshari<\/strong><\/h4>\n<p>Makam\u00a0Abu Ayyub Al-Anshari ada di depan masjid, masih dalam kompleks. Makam tersebut memiliki desain yang patut diapresiasi.\u00a0Dibangun dengan arsitektur indah dan berkelas. Pada dinding bagian depan terdapat ornamen warna biru yang menjadi warna khas peninggalan Turki Utsmani.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Menurut sejarah, Abu Ayyub dan pasukannya berupaya merebut Konstantinopel pada tahun 52 Hijriah. Dalam perang tersebut\u00a0dia\u00a0mengalami luka parah. Kemudian datanglah sahabat yang lainnya, \u201c<em>Adakah permintaan Anda, wahai Abu Ayyub<\/em>?\u201d.\u00a0Abu Ayyub kemudian berwasiat agar jasadnya nanti diangkut dengan kudanya untuk dibawa ke tempat sejauh mungkin di negeri musuh dan dikuburkan di sana pula.\u00a0Tempat persemayaman terakhir Abu Ayyub Al-Anshari berada di daerah yang diberi nama sama dengan namanya sendiri yaitu distrik Eyub.<\/p>\n<p>Para\u00a0<em>zuwwar<\/em>\u00a0tidak melakukan hal-hal sebagaimana yang lazim dilakukan para penziarah makam\u00a0Wali\u00a0Songo di\u00a0Pulau Jawa, yang identik dengan tahlilan, istighasah, dan tabur bunga. Di sini tidak ada tahlilan,\u00a0istighasah, atau tabur bunga. Sebagian besar dari para penziarah hanya antre\u00a0berjalan di depan makam, melihat lihat,\u00a0dan mengagumi keindahan arsitekturnya. Memang ada satu atau dua orang yang mengambil posisi berdoa, namun hanya sebentar dan tidak terdengar suaranya.<\/p>\n<p>Di luar komplek masjid juga terdapat makam kuno dengan batu-batu nisan yang unik. Keunikannya terletak pada ketiggian dan bentuknya. Tingginya antara\u00a0satu\u00a0sampai\u00a0dua meter. Di bagian atasnya ada yang berhias sorban, topi torbus, dan senjata perang sejenis tombak atau yang lainnya. Menurut keteranga Khalil Bayn,\u00a0<em>tour leader<\/em>\u00a0yang memandu\u00a0<a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/rihlah-peradaban\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Rihlah Peradaban<\/a> PWM Jatim ini, kuburan yang berhias sorban adalah kuburan ulama. Yang berhias topi torbus adalah kuburan jenderal, dan yang berhias senjata adalah kuburan prajurit.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"675\" height=\"1200\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-675x1200.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-260808\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-675x1200.jpeg 675w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-169x300.jpeg 169w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-84x150.jpeg 84w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-768x1365.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-864x1536.jpeg 864w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin-750x1333.jpeg 750w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Turki-Syamsudin.jpeg 900w\" sizes=\"auto, (max-width: 675px) 100vw, 675px\"\/><figcaption>Pohon Oak di depan Masjid Abu Ayyub Al-Anshari di Istanbul, Turki, Rabu 12 Oktober 2022. Hal-Hal Unik di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari\u00a0Istanbul, Punya Pohon Malaikat (Syamsudin\/PWMU.CO) <\/figcaption><\/figure>\n<h4><strong>Masjid Kuno dan Pohon Oak<\/strong><\/h4>\n<p>Pohon Oak atau Ek merupakan salah satu pohon tertua yang dulunya digunakan oleh orang Eropa sebagai perlengkapan upacara keagamaan atau yang berhubungan dengan dewa. Pohon yang tinggi dan menjulang ini sampai sekarang masih tumbuh di Eropa, Amerika,\u00a0bahkan Asia. Pohon itu juga disebut pohon malaikat karena bentuknya yang melebar seperti sayap malaikat. Kayunya keras dan kuat, sehingga dalam gereja\u00a0Katolik ada tradisi membuat peti mati dari pohon ini untuk jasad para\u00a0paus yang meninggal dunia. Dan daun Pohon Oak ini menajdi lambang bendera nasional Kanada.<\/p>\n<p>Di Turki banyak masjid kuno, seperti masjid\u00a0Hagia\u00a0Sofiya,\u00a0Masjid\u00a0Niru atau\u00a0Masjid\u00a0Sultan Ahmad,\u00a0Masjid Sulaimaniyah,\u00a0Masjid Abu Ayyub di Kota Istambul. Juga\u00a0Masjid\u00a0Hijau atau\u00a0Masjid\u00a0Sultan Muhammad I, di Kota Bursa. Di halaman masjid masjid-masjid tersebut hampir pasti ada pohon oak. Di depan\u00a0Masjid Abu Ayyub sendiri ada Pohon Oak yang begitu besar dan menjulang. Menurut keterangan dari\u00a0Khalil Bay, Pohon Oak yang ada di kompleks\u00a0Masjid Abu Ayyub Al-Anshori, usianya sudah mencapai 500 tahun, bahkan lebih.\u00a0(*)<\/p>\n<p>Editor\u00a0<strong>Mohammad Nurfatoni<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/260806\/10\/14\/hal-hal-unik-di-masjid-abu-ayyub-al-anshari-istanbul-punya-pohon-malaikat\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Interior Masjid Abu Ayyub Al-Anshari di Istanbulz, Turki, Rabu 12 Oktober 2022 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13550\" title=\"Hal-Hal Unik di Masjid Abu Ayyub Al-Anshari Istanbul, Ada Pohon Malaikat | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13551,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,439],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-13550","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-pwmu-co"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13550","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13550"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13550\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13551"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13550"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13550"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13550"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13550"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13550"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}