{"id":13648,"date":"2022-10-16T23:39:25","date_gmt":"2022-10-16T15:39:25","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/16\/din-syamsuddin-dorong-anak-muda-gunakan-jalur-konstitusi-pwmu-co\/"},"modified":"2022-10-16T23:39:25","modified_gmt":"2022-10-16T15:39:25","slug":"din-syamsuddin-dorong-anak-muda-gunakan-jalur-konstitusi-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13648","title":{"rendered":"Din Syamsuddin Dorong Anak Muda Gunakan Jalur Konstitusi | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image alignwide size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"900\" height=\"499\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261016\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN.jpeg 900w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN-300x166.jpeg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN-150x83.jpeg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN-768x426.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Din-Syamsuddin-di-CNN-750x416.jpeg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px\"\/><figcaption>Prof Din Syamsuddin MA PhD dalam The Politician CNN Indonesia, Rabu 12 Oktober 2022. Din Syamsuddin Dorong Anak Muda Gunakan Jalur Konstitusi. (Tangkapan layar CNN Indonesia)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Din Syamsuddin Dorong Anak Muda Gunakan Jalur Konstitusi; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/sayyidah-nuriyah\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Sayyidah Nuriyah<\/a><\/strong>. Editor\u00a0<strong>Mohammad Nurfatoni<\/strong>.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013 Prof Din Syamsuddin MA PhD mengungkapkan masalah politik Islam sebagaimana kritik pengamat Amerika Serikat Prof Ellen Simpson sejak sekitar tahun 1970, Rabu (12\/10\/22).\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSalah satunya terjebak pada\u00a0<em>the myth of numerical majority<\/em>\u00a0(mitos kemayoritasan). Seolah umat Islam besar, 88 persen, secara sosial tapi tidak pernah menjelma secara politik. Terutama pada politik elektoral dengan pemilu,\u201d terangnya saat hadir dalam program The Politician CNN Indonesia berjudul\u00a0<em><a href=\"https:\/\/www.cnnindonesia.com\/tv\/20221012222945-408-859815\/video-din-syamsuddin-islam-politik-indonesia\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Din Syamsuddin, Islam dan Politik Indonesia<\/a><\/em>, yang dipandu presenter Putri Ayuningtyas,\u00a0Rabu (12\/10\/2022).\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Pria berlatar belakang unik dan komplit\u2013dibesarkan di lingkungan Nahdliyin tapi kemudian menjadi tokoh utama di Muhammadiyah\u2013itu mengungkapkan masalah selanjutnya. \u201cYang kedua dan yang penting,\u00a0<em>an ability to manifest religious belief into political action<\/em>, yaitu ketidakmampuan memanifestasikan keyakinan keagamaan dalam aksi politik,\u201d ucapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Maksudnya, ada keyakinan keislaman penuh dengan nilai-nilai keutamaan seperti kebenaran, keadilan, kejujuran; tapi susah dijelmakan dalam kehidupan politik. Saat ditanya di mana letak\u00a0<em>missing link<\/em>\u00a0dalam persoalan ini, Prof Din menjawab, bukan dari figur perorangan tapi lebih karena sistem yang mengitari kita.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSistem politik yang kurang memungkinkan untuk muncul politisi-politisi sejati. Lihat saja dari keterpilihannya, memerlukan dana besar! Hampir tidak ada yang tanpa sponsor. Ada sih satu-dua yang saya tahu. Oleh karena itu harus membayar. Maka kolusi dan korupsi itu akan mudah terjadi,\u201d jelas dia.\u00a0<\/p>\n<p>Selain itu, dalam sistem politik Indonesia kurang terjaring sumber daya politik yang andal karena kegagalan partai politik menjadi partai kader. \u201cYa ada satu-dua, saya tidak ingin mengeneralisasi. Apalagi lewat sebuah proses pemilihan seperti itu yang menurut saya rusak,\u201d ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>Menurutnya, proses pemilihan rusak dalam arti tidak sesuai dengan sila keempat Pancasila. \u201cTidak bisa kita harapkan hasil itu. Baik pada Pemilu legislatif maupun pada Pemilu eksekutif,\u201d imbuhnya.\u00a0<\/p>\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-pwmu-co-portal-berkemajuan wp-block-embed-pwmu-co-portal-berkemajuan\"\/>\n<p><strong>Perlu Terobosan<\/strong><\/p>\n<p>Menurut Prof Din, partai politik Islam yang ada di Indonesia ini punya pilihan keluar dari sistem saat ini. \u201cBisa (keluar). Kalau seandainya dari dalam partai politik,\u00a0<em>from within<\/em>, ada\u00a0<em>breakthrough<\/em>\u00a0(terobosan),\u201d tegas pendiri Partai Pelita itu.\u00a0<\/p>\n<p>Dia menilai, ini meniscayakan ada orang-orang yang memang ingin tampil sebagai agen perubahan. \u201cIa melakukan, hanya mereka bersepakat untuk menentukan peraturan-peraturan UU yang mengarah pada kebaikan, kemaslahatan bangsa seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa ini,\u201d tambahnya.\u00a0<\/p>\n<p>Tapi dengan sistem seperti itu, sambungnya, banyak dari politisi\u2013meski tidak semua karena masih banyak juga yang punya idealisme dan cita-cita perjuangan yang mulia\u2013yang menikmati.\u00a0<\/p>\n<p>Dia pernah diundang Komisi II DPR RI untuk menyampaikan pikiran sehubungan dengan revisi UU Pemilu. \u201cSaya katakan, kalau hanya mengubah perabot dari rumah seperti ini tidak ada artinya. Rumahnya sendiri yang harus diubah, dalam arti bangunan politik itu sendiri,\u201d ungkapnya.\u00a0<\/p>\n<p>Kemudian dia menyatakan ingin mengajak generasi penerus untuk tidak hilang harapan. \u201cSaya tidak ingin menghalangi, kawan-kawan saya banyak yang menempuh jalur \u2018revolusi\u2019. Terutama mendesakkan, bukan pemakzulan, lembaga politik yang ada seperti MPR atau DPR untuk melakukan perubahan,\u201d ujarnya.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cSaya juga mendorong anak-anak muda yang ingin lewat jalur konstitusi. Walaupun berat, tidak murah dan lama, harus ditempuh!\u201d lanjutnya.\u00a0<\/p>\n<p>Akhirnya Prof Din mengingatkan, \u201cKalau dengan pesimisme, saya tidak tahu. Usia kita terbatas. Kita tinggal menangis dalam alam barzakh. Meratapi dan menatap Indonesia yang semakin jauh dari cita-cita pendiriannya oleh pendiri bangsa.\u201d (*)<\/p>\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-pwmu-co-portal-berkemajuan wp-block-embed-pwmu-co-portal-berkemajuan\"\/><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/261123\/10\/16\/din-syamsuddin-dorong-anak-muda-gunakan-jalur-konstitusi\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Prof Din Syamsuddin MA PhD dalam The Politician CNN Indonesia, Rabu 12 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13648\" title=\"Din Syamsuddin Dorong Anak Muda Gunakan Jalur Konstitusi | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13649,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,439],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-13648","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-pwmu-co"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13648","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13648"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13648\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13649"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13648"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13648"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13648"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13648"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13648"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}