{"id":13835,"date":"2022-10-20T09:59:50","date_gmt":"2022-10-20T01:59:50","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/20\/sejarah-opak-penganan-sunda-lezat-nan-renyah\/"},"modified":"2022-10-20T09:59:50","modified_gmt":"2022-10-20T01:59:50","slug":"sejarah-opak-penganan-sunda-lezat-nan-renyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13835","title":{"rendered":"Sejarah Opak, Penganan Sunda Lezat Nan Renyah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014\u00a0<\/strong>Sejarah opak terutama yang terbuat dari bahan dasar singkong, cemilan khas Sunda nan renyah, memang unik karena punya cerita tersendiri.<\/p>\n<p>Ya, cemilan yang satu ini cukup simpel dari segi pembuatan. Siapa saja bisa membuatnya, baik yang original maupun opak dengan berbagai varian.<\/p>\n<p>Soal rasa, pasti cocok dengan lidah masyarakat Sunda khususnya karena gurih dan renyah. Zaman sekarang opak yang dulu menjadi bagian tiap anak-anak muda Jawa Barat sudah kurang.<\/p>\n<p>Opak hanya terkenal dan menjadi bagian nostalgia generasi tua. Memakannya pun hanya pada waktu-waktu tertentu. Padahal opak sudah menjadi bagian yang khas selama bertahun tahun dalam budaya Sunda.<\/p>\n<h4>Dua jenis opak<\/h4>\n<p>Mengutip budaya-indoneisa.org, Rabu (24\/08\/2022), opak memiliki berbagai jenis bergantung pada bahan utamanya.<\/p>\n<p>Ada opak ketan dan opak singkong. Opak ketan yang merupakan khas Jampang Kulon, Sukabumi, Jawa Barat, memiliki rasa gurih dan renyah.<\/p>\n<p>Opak ketan juga terbagi antara yang asin dan yang manis atau disebut opak beureum dan terbuat dari beras ketan.<\/p>\n<p>Sementara opak singkong atau disebut juga opak sampeu yang terbuat dari parutan singkong dan bumbu bumbu seperti cabai merah dan garam.<\/p>\n<h4>Asal-usul opak<\/h4>\n<p>Opak pertama kali dikenal di daerah Sunda atau Jawa Barat. Pada awalnya opak digemari masyarakat Sunda dan masyarakat luar pada umumnya.<\/p>\n<p>Terutama opak ketan asli Jampang Kulon karena sudah menjadi makanan favorit masyarakat Sukabumi.<\/p>\n<p>Bahkan, opak sudah menjadi budaya pada warga Sukabumi. Mereka sehari-hari mebuat opak untuk dijual kepada turis dan oleh-oleh untuk tetangga.<\/p>\n<p>Selain itu, opak juga dihidangkan pada saat acara acara penting seperti perkawinan, khitanan, syukuran, atau hajatan lainnya.<\/p>\n<p>Bentuk opak yakni bundar tipis. Campuran bahannya bisa ditambahkan dengan cabai merah, bawah daun, atau tambahan yang lainnya.<\/p>\n<p>Setelah dibuat, bahan opak yang masih lembek akan ditempelkan di nyiru atau ayakan. Setelah itu kemudian dijemur di bawah terik matahari. Setelah kering, barulah bisa diolah: digoreng atau dibakar juga bisa.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/sejarah-opak-penganan-sunda-lezat-nan-renyah\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014\u00a0Sejarah opak terutama yang terbuat dari bahan dasar singkong, cemilan khas <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13835\" title=\"Sejarah Opak, Penganan Sunda Lezat Nan Renyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":13836,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-13835","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13835","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13835"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13835\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13836"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13835"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13835"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13835"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13835"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13835"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}