{"id":13841,"date":"2022-10-20T12:13:45","date_gmt":"2022-10-20T04:13:45","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/20\/shalat-di-masjid-granada-dengan-imam-berbaju-dua-lapis-pwmu-co\/"},"modified":"2022-10-20T12:13:45","modified_gmt":"2022-10-20T04:13:45","slug":"shalat-di-masjid-granada-dengan-imam-berbaju-dua-lapis-pwmu-co","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13841","title":{"rendered":"Shalat di Masjid Granada dengan Imam Berbaju Dua Lapis | PWMU.CO"},"content":{"rendered":"<div>\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1124\" height=\"851\" src=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-261551\" srcset=\"https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada.jpeg 1124w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada-300x227.jpeg 300w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada-150x114.jpeg 150w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada-768x581.jpeg 768w, https:\/\/pwmu.co\/wp-content\/uploads\/2022\/10\/Granada-750x568.jpeg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 1124px) 100vw, 1124px\"\/><figcaption>Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim M Saad Ibrahim mencoba baju lapis kedua (tengah) (Istimewa\/PWMU.CO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Shalat di Masjid Granada dengan Imam Berbaju Dua Lapis; Catatan perjalanan\u00a0<strong><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/tag\/dr-syamsudin-mag\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Dr Syamsudin MAg<\/a><\/strong>, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur dari Spanyol.\u00a0<\/p>\n<p><strong>PWMU.CO<\/strong>\u00a0\u2013\u00a0Yayasan Masjid Jamik Granada atau Fundacion Mezquita de Granada, adalah wadah kegiatan komunitas\u00a0Muslim Granada, Spanyol.\u00a0Ini komunitas ketiga yang dikunjungi Rihlah Peradaban PWM Jatim, Selasa (18\/10\/2022)\u00a0<\/p>\n<p>Sebelumya mengunjungi komunitas\u00a0Muslim di Cordoba dan Sevilla. Secara statistik jumlah umat Islam\u00a0di Granada\u00a0cukup besar, yaitu sekitar 10 persen dari 280 ribu penduduk kota. Walaupun Granada kota kecil,\u00a0tapi ramai karena ada heritage terbesar di Spanyol, yaitu\u00a0Istana al-Hambra. Setiap tahun tidak kurang dari 50 juta orang\u00a0menunjungi al- Hambra. Tentu saja ada ribuan peluang kerja di dalamnya.<\/p>\n<p>Komunitas\u00a0Muslim Granada mampu membeli tanah yang sangat strategis dalam konteks pariwisata. Dataran tinggi,\u00a0bersebelahan dengan Gereja Tua San Cristobar, dan\u00a0<em>view<\/em>-nya amat bagus,\u00a0Bisa melihat\u00a0Istana al-Hambra dan area sekitarnya tanpa terhalang oleh apapun.\u00a0<\/p>\n<p>Biaya untuk membeli tanah adalah bantuan dari pemimpin Libya, Kolonel Muammar Khadafi. Menurut prasasti yang terdapat pada dinding,\u00a0Masjid Granada selesai dibangun pada tahun 2003, dengan\u00a0\u00a0biaya dari pemetintah Uni Emirat Arab.\u00a0<\/p>\n<p>Bangunan Masjid cukup luas dan bersih. Di sisi kiri ada bangunan madrasah untuk kursus agama dan agrikultural. Di sisi kanan masjid ada taman yang rindang,\u00a0\u00a0tertata rapi, dan indah. Karena lokasi masjid berada di tanah tinggi, maka semua pemandangan yang ada di arah selatan terlihat jelas, termasuk komplek\u00a0Istana al-Hambra.\u00a0<\/p>\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-wp-embed is-provider-pwmu-co-portal-berkemajuan wp-block-embed-pwmu-co-portal-berkemajuan\"\/>\n<p>Masjid juga menyediakan teropong canggih untuk mengamati al-Hambra dari jauh. Pemerintah Granada menjadikan halaman masjid sebagai destinasi wisata, sehingga semua turis manca negara dengan ragam budayanya, diizinkan mengunjungi Lokasi tersebut. Menurut Abdul Karim, jamaah sepuh asli Granada, untuk shalat 5 waktu ada 10 sampai 20 orang jamaah. Untuk shalat jumat bisa 300 orang jamaah.\u00a0<\/p>\n<p>Lokasi masjid di distrik al-Baizin. Untuk sampai ke lokasi harus melewati jalan jalan sempit yang banyak belokannya. Di\u00a0sepanjang jalan banyak ditemukan gereja tua. Ada gereja San Cristobar, San Bertolome, dan lain sebagainya.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Semua bangunan gereja terlihat sudah tua dan berarsitektur \u201cArabic\u201d. Pak Yasin pemandu wisata menjelaskan, semua gereja di distrik al-Baizin dulunya adalah masjid. Setelah inquisisi selama 500 tahun, semua yang berbau Islam dilenyapkan. Istana,\u00a0masjid,\u00a0madrasah, bahkan kuburan.\u00a0Adapun bangunan-bangunan yang monumental dialihfungsikan sebagai gereja. Sehingga fasilitas-fasilitas semacam tempat wudhu dan menara azan tetap ada.<\/p>\n<p>Namun sekarang ini hampir semua gereja tutup, tidak ada aktivitas keagamaan. Yang masih aktif\u00a0pun hanya berfungsi\u00a0\u00a0sebagai wahana hiburan kelompok usia renta. Penyebabnya, secara spiritualitas generasi muda baik di Spanyol ataupun Eropa secara umum, pada\u00a0tigadekade terakhir berada pada titik nadir, titik yang paling rendah.\u00a0<\/p>\n<p>Mereka pada umumnya agnostic. Tidak peduli, tidak mau tahu, dan cuek dalam urusan agama. Mereka yang haus spiritualitas justru tertarik pada agama Islam. Menurut pak Nuh, ketua Yayasan Masjid Granada, hampir setiap jumat ada penduduk Granada yang bersyahadat masuk Islam.<\/p>\n<p>Baca sambungan di halaman 2: <strong>Shalat dengan Muadzin Rektor UMSurabaya<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/pwmu.co\/261550\/10\/20\/shalat-di-masjid-granada-dengan-imam-berbaju-dua-lapis\/\">sumber berita<\/a> by <a href=\"\">[pwmu.co]<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jatim M Saad Ibrahim mencoba baju lapis <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13841\" title=\"Shalat di Masjid Granada dengan Imam Berbaju Dua Lapis | PWMU.CO\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":13842,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440,439],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2322],"class_list":["post-13841","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","category-pwmu-co"],"authors":[{"term_id":2322,"user_id":8,"is_guest":0,"slug":"pwmu-co","display_name":"PWMU CO","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/5f15f1d1322b4c7ebbc526efeb445a60ad49b675f17de7d9b1484949e600541a?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"PWMU","last_name":"CO","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13841","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13841"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13841\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13842"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13841"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13841"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13841"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13841"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13841"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}