{"id":13907,"date":"2022-10-21T10:06:50","date_gmt":"2022-10-21T02:06:50","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/10\/21\/inilah-penjelasan-muhammadiyah-soal-zikir-pakai-jari-jari-tangan-dan-tasbih\/"},"modified":"2022-10-21T10:06:50","modified_gmt":"2022-10-21T02:06:50","slug":"inilah-penjelasan-muhammadiyah-soal-zikir-pakai-jari-jari-tangan-dan-tasbih","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=13907","title":{"rendered":"Inilah Penjelasan Muhammadiyah Soal Zikir Pakai Jari-jari Tangan dan Tasbih"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM \u2014<\/strong> Mengenai bacaan tasbih (subhanallah), tahmid (slhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) yang dibaca masing-masing 33 kali setelah shalat wajib, dalilnya ialah hadis di bawah ini.<\/p>\n<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: \u201cBarang siapa bertasbih 33 kali pada setiap selesai mengerjakan shalat, bertahmid 33 kali dan bertakbir 33 kali; itu semua berjumlah 99 kali, kemudian sabda Rasulullah SAW: Untuk sempurna menjadi seratus (bacalah): \u2018Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa \u2018alaa kulli syai\u2019in qadiir\u2019, maka dosanya diampuni oleh Tuhan meskipun sebanyak buih di laut.\u201d (HR Muslim dan Ahmad).<\/p>\n<p>Hadis di atas hanya menganjurkan agar kaum muslimin membaca tasbih, tahmid, dan takbir setiap selesai shalat masing-masing 33 kali sehingga berjumlah 99 kali.<\/p>\n<p>Kemudian disempurnakan 100 kali dengan membaca \u201cLaa ilaaha illallah wahdahu laa syariikalah lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa \u2018alaa kulli syai\u2019in qadiir\u201d.<\/p>\n<p>Tidak diterangkan bagaimana cara menghitung jumlah apa yang dibaca itu. Dari hal ini dipahami bahwa Rasulullah SAW menyerahkan cara-caranya kepada kaum muslimin untuk memilih cara yang baik menurut mereka sehingga dapat menambah kekhusyukkan mereka.<\/p>\n<p>Sebahagian kaum muslimin meniru cara menghitung yang dilakukan oleh umat Hindu, umat Buddha, dan umat Nashrani, yaitu dengan menggunakan rosario yang oleh sebahagian kaum muslimin disebut \u201ctasbih\u201d.<\/p>\n<p>Cara ini tidak dilarang oleh agama Islam. Namun, sebagian kaum muslimin ingin menunjukkan kepribadian (identitas diri) mereka dengan menggunakan jari-jari tangan untuk menghitungnya.<\/p>\n<p>Mereka beralasan dengan perintah Rasulullah SAW agar kaum muslimin menampakkan identitas diri mereka sebagai seorang muslim, tidak ikut-ikutan dan tidak meniru-niru yang dilakukan umat lain sebagaimana dipahami dari sabda beliau.<\/p>\n<p>Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW bersabda: \u201cSesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir rambut mereka, maka bedakanlah dirimu dengan mereka (dengan menyemir rambutmu).\u201d (HR Al-Bukhari dan Muslim).<\/p>\n<p>Dalam menggunakan jari-jari tangan untuk menghitung bacaan tasbih, tahmid, takbir dan bacaan dzikir yang lain sesuai dengan yang diajarkan Rasulullah SAW, maka sebahagian kaum muslimin lebih menggunakan jari-jari tangan kanan dibandingkan dengan menggunakan jari-jari tangan kiri.<\/p>\n<p>Mereka beralasan dengan anjuran Rasulullah SAW: Diriwayatkan dari Aisyah ia berkata: Adalah Nabi SAW suka mendahulukan yang kanan ketika mengenakan sandal, ketika menyisir rambut, ketika bersuci, dan pada semua keadaan.\u201d (HR Al-Bukhari).<\/p>\n<p>Majelis Tarjih menyetujui pendapat terakhir ini, yakni menganjurkan agar menggunakan yang kanan untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang diridlai Allah SWT, termasuk menghitung bacaan dzikir seperti yang diterangkan di atas.<\/p>\n<p>Dalam surah Yasin ayat 65 disebutkan: \u201cPada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.\u201d (QS Yasin [36]: 65).***<\/p>\n<p>_____<\/p>\n<p>Sumber: muhammadiyah.or.id<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><!-- Composite Start --><\/p>\n<p><!-- Composite End --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/inilah-penjelasan-muhammadiyah-soal-zikir-pakai-jari-jari-tangan-dan-tasbih\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM \u2014 Mengenai bacaan tasbih (subhanallah), tahmid (slhamdulillah), dan takbir (Allahu Akbar) <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=13907\" title=\"Inilah Penjelasan Muhammadiyah Soal Zikir Pakai Jari-jari Tangan dan Tasbih\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":13908,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-13907","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13907","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=13907"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/13907\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/13908"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=13907"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=13907"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=13907"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=13907"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=13907"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}