{"id":14367,"date":"2022-11-04T14:32:41","date_gmt":"2022-11-04T06:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/11\/04\/pohon-di-spemuku-dipasang-qr-code-buat-apa-muriamu-id\/"},"modified":"2022-11-04T14:43:38","modified_gmt":"2022-11-04T06:43:38","slug":"pohon-di-spemuku-dipasang-qr-code-buat-apa-muriamu-id","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=14367","title":{"rendered":"Pohon di Spemuku dipasang QR Code, Buat Apa? \u2013 Muriamu.ID"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><a href=\"http:\/\/Muriamu.id\">Muriamu.id<\/a>, Kudus \u2013 Ketika kita memasuki area SMP Muhammadiyah 1 Kudus atau biasa disebut Spemuku, kita akan mendapati puluhan pohon ditempeli qr code. Tentu akan timbul pertanyaan, buat apa pohon-pohon ini ditempeli qr code?<\/p>\n<p>Dikutip dari website <a href=\"http:\/\/kemenperin.co.id\">kemenperin.co.id<\/a>, Kode QR adalah sebuah\u00a0<strong>kode matriks (atau dua-dimensi bar code ) yang dibuat oleh perusahaan Jepang Denso-Wave pada tahun <\/strong><strong><a href=\"https:\/\/muriamu.id\/pohon-di-spemuku-dipasang-qr-code-buat-apa\/tel:1994\">1994<\/a><\/strong>. The \u201cQR\u201d berasal dari \u201cQuick Response\u201c, sebagai pencipta kode yang dimaksudkan agar isinya dapat diuraikan pada kecepatan tinggi.<\/p>\n<p>Pemasangan kode qr ini, menurut Syahirul Aliem, pustakawan Spemuku, merupakan bentuk literasi alam yang bertujuan untuk untuk mengenalkan secara rinci apa dan siapa tanaman maupun pepohonan tersebut pada orang-orang di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>\u201cHarapannya dengan semakin mengenal jenis pohon dan tanaman tersebut, warga sekolah juga makin tergerak hatinya untuk merawat pohon mauapun tanaman tersebut.\u201d Jelas Syahirul.<\/p>\n<h3>Proses Literasi Alam<\/h3>\n<p>Proses literasinya yaitu dengan memindai\u00a0<em>QR Code<\/em>\u00a0\u00a0yang tertempel pada pepohonan maupun tanaman yang ada pada tanaman tersebut. \u201cDengan memindai\u00a0<em>QR Code<\/em>\u00a0secara otomatis akan terhubung dengan\u00a0<em>link<\/em>\u00a0pustaka yang berisi tentang pengetahuan pohon maupun tanaman tersebut. Informasi detailnya bisa langsung koneksi dan di baca di android masing-masing.\u201d tambah Syahirul.<\/p>\n<p>Gagasan ini tidak langsung jadi sesuai dengan konsep awal karena harus melibatkan berbagai pihak. Diantaranya guru IPA untuk menamai pohon maupun tanaman \u00a0tersebut sesuai dengan nama\u00a0<em>latinnya.<\/em>\u00a0Selain itu juga tenaga kebersihan juga ikut merawat tanaman itu dengan baik. Kerja-kerja yang membutuhkan kerjasama dan ketekunan semua pihak. Pihak\u00a0 pustakawan sekolah juga \u00a0harus mampu memfasilitasi\u00a0<em>link<\/em>\u00a0pustaka pohon-pohon tersebut.<\/p>\n<p>\u201cBermula dari beberapa pohon yang ada dan telah tumbuh di sekitar sekolah nanti bisa dikembangkan berbagai tanaman terutama tanaman yang\u00a0jarang\u00a0ditemukan di lingkungan sekolah lainnya.\u201d tambah Syahirul.<\/p>\n<p>Penyediaan fasilitas\u00a0<em>link<\/em>\u00a0pustaka pada pohon maupun tanaman di lingkungan sekolah ini merupakan bagian dari dinamika perpustakaan sekolah yang berkemajuan. Setidaknya i<em>mage<\/em>\u00a0perpustakaan tidak hanya berisi buku-buku yang ada di rak saja tapi apapun yang terdapat di lingkungan sekolah adalah bagian dari pustaka alam perpustakaan sekolah.<\/p>\n<p>Manfaat lainnya adalah keberadaan\u00a0<em>link<\/em>\u00a0pustaka alam ini makin mengenalkan manfaat perpustakaan sekolah sekaligus untuk mengakrabkan warga sekolah dengan lingkungan sekitar sekolah. Karena mengenal dan tidak mengenal itu sudah berbeda, bagi yang mengenal timbul rasa sayang terhadap pohon maupun tanaman sebagai sesama mahluk ciptaan Allah SWT.<\/p>\n<h2>Upaya Pelestarian Lingkungan<\/h2>\n<p>Literasi alam perpustakaan SMP Muhammmadiyah 1 Kudus juga bagian dari pelestarian lingkungan. Kesan pohon maupun tanaman hanya sebagai penghias atau pelengkap yang tumbuh di halaman sekolah akan sirna karena keberadaan tanaman tersebut bagian dari gerakan hijau untuk mengurangi berbagai polusi di udara yang kian pekat saja. Literasi alam ini juga bisa dimanfaat untuk pembelajaran Mapel IPA sebagai alat untuk memahami berbagai tumbuhan yang hidup di lingkungan sekolah.<\/p>\n<p>Kepala Sekolah Spemuku, Ali Zamroni, S.Pd menyambut baik inisiatif literasi alam yang dikembangkan jajarannya.<br \/>\u201cEra serba\u00a0<em>instant\u00a0<\/em>dan mudah membuat perpustakaan sekolah harus berbenah tidak menyalahkan zaman tapi menyelaminnya dengan mengarah secarah positif. Barangkali\u00a0 muncul kebosanan berliterasi disebabkan untuk menambah pengetahuan harus mencari literasi buku-buku. Dengan Memindai\u00a0<em>QR Code<\/em>\u00a0secara otomatis pengetahuan sudah ada pada genggaman warga sekolah, terutama siswa.\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cDiharapkan anak-anak SMP\u00a0 Muhammadiyah 1 Kudus mempunyai nilai lebih yaitu wawasan tentang lingkungan.\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Redaktur: Sam Elqudsy<\/p>\n<p><h3 class=\"jp-relatedposts-headline\"><em>Related<\/em><\/h3>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muriamu.id\/pohon-di-spemuku-dipasang-qr-code-buat-apa\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muriamu.id, Kudus \u2013 Ketika kita memasuki area SMP Muhammadiyah 1 Kudus atau <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=14367\" title=\"Pohon di Spemuku dipasang QR Code, Buat Apa? \u2013 Muriamu.ID\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":14368,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2326],"class_list":["post-14367","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2326,"user_id":14,"is_guest":0,"slug":"muriamu-id","display_name":"Muriamu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7789f7b07c0356e2cde71ecca1661870c974805df52387c5586520e934ba500?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muriamu","last_name":"","user_url":"http:\/\/muriamu.id","job_title":"","description":"Portal berita berkemajuan dari Kudus"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14367","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14367"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14367\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14370,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14367\/revisions\/14370"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14368"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14367"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14367"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14367"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=14367"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=14367"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}