{"id":14743,"date":"2022-11-09T15:53:27","date_gmt":"2022-11-09T07:53:27","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/11\/09\/perkuat-dakwah-berkemajuan-aisyiyah-siap-tampung-kader-muda-2\/"},"modified":"2022-11-09T15:53:27","modified_gmt":"2022-11-09T07:53:27","slug":"perkuat-dakwah-berkemajuan-aisyiyah-siap-tampung-kader-muda-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=14743","title":{"rendered":"Perkuat Dakwah Berkemajuan, \u2018Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p><strong>Perkuat Dakwah Berkemajuan, \u2018Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda<\/strong><\/p>\n<p><strong>Yogyakarta, InfoMu.co<\/strong> \u2013 Kepemimpinan \u2018Aisyiyah masa depan harus mengakomodasi kader-kader muda potensial untuk masuk dalam jajaran kepengurusan. Keberadaan anak-anak muda tersebut sangat dibutuhkan untuk memperkuat dakwah Islam berkemajuan.<\/p>\n<p>\u201cTantangan dakwah ke depan sangat berat. Para pemimpin \u2018Aisyiyah harus mampu membangun kultur organisasi baru, beradaptasi, dan melakukan penyesuian-penyesuaian dalam strategi dakwahnya,\u201d kata sekretaris Pimpinan Pusat \u2018Aisyiyah Dr. Tri Hastuti Nur Rochimah, M.Si dalam Muktamar Talk bertajuk \u201cKepemimpinan Transformatif \u2018Aisyiyah di Masa Depan\u201d, Selasa (8\/11\/2022).<\/p>\n<p>Acara yang diselenggarakan TVMU tersebut juga menghadirkan Ketua PP Nasyiatul \u2018Aisyiyah Diyah Puspitarini, M.Pd.<\/p>\n<p>Tri Hastuti menjelaskan, salah satu tantangan berat ke depan adalah masalah digitalisasi. Teknologi dari tahun ke tahun akan terus berkembang. Hal ini membuat para pemimpin \u2018Aisyiyah di semua level harus memiliki kemampuan beradaptasi dalam mengelola organisasi.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana mengelola organisasi di tengah perkembangan digital yang luar biasa. Ada dakwah digital, di mana \u2018Aisyiyah harus mampu membawa nilai-nilai Islam berkemajuan. Tantangan ini harus dijadikan peluang, sehingga bisa mengembangkan organisasi menjadi lebih kuat,\u201d ujar dia.<\/p>\n<p>Tri Hastuti lalu menyebut pengalaman di masa pandemi covid-19. Di masa itu, seluruh aktivitas organisasi tidak bisa dilakukan dengan tatap muka. Karena itu, forum-forum online digelar sangat massif.<\/p>\n<p>Dengan pengalaman itu, terang dia, banyak kader \u2018Aisyiyah yang akhirnya bisa melek teknologi. Mereka dipaksa belajar cepat agar bisa menggunakan instrumen-instrumen digital.<\/p>\n<p>\u201cHasilnya kemarin, saat simulasi e-voting, semuanya berjalan lancar. Mulai dai proses awal sampai ke bilik. Mereka benar-benar bisa maksimal dalam memanfaatkan teknologi,\u201d jelas Tri Hastuti .<\/p>\n<p>Disinggung soal pemilihan kepemimpinan \u2018Aisyiyah dalam Muktamar ke-48 mendatang, Tri Hastuti menjelaskan jika sekarang sudah ada 105 nama yang akan dipilih dari Tanwir \u2018Aisyiyah. Dari 105 nama itu akan dipilih menjadi 39 orang di muktamar mendatang.<\/p>\n<p>\u201cKalau di \u2018Aisyiyah modelnya memilih 13 pemimpin, kemudian dipilih 7 orang yang bersidang sebagai formatur. Nanti ada tambahan 10 orang, sehingga pimpinan \u2018Aisyiyah sebanyak 23 orang,\u201d bebernya.\u00a0Kata dia, pemilihan kepemimpinan \u2018Aisyiyah melalui formatur, prosesnya melalui musyawarah mufakat. Siapa yang ditunjuk menjadi ketua, sekretaris, bendahara, dan seterusnya.<\/p>\n<p>Menurut dia, kepemipinan \u2018Aisyiyah seperti halnya Muhammadiyah menganut azas kolektif kolegial. Di mana dalam mengelola organisasi, setiap keputusan tidak hanya dilakukan satu orang, tapi dimusyawarahkan bersama-sama.<\/p>\n<p>Sementara itu, Diyah Puspitarini mengatakan, mereka yang dipilih menjadi pemimpin di \u2018Aisyiyah harus sudah selesai dengan urusan atau .persoalan dirinya.\u00a0\u201cIstilah di Muhammadiyah bukan pengurus, tapi pemimpin. Itu artinya pemimpin di atas level kader. Kader itu inti penggerak. Pemimpin yang mengelola, dia harus bisa memimpin diri sendiri dan organisasi,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Dia juga sepakat dengan model kepemimpinan kolektif kolegial karena sangat efektif dan sudah terbukti. Dengan model ini tidak pemilihan pimpinan berdasarkan kompetensi dan keputusan-keputusan yang diambil tidak subjektif, tapi sangat objektif.<\/p>\n<p>Diyah juga menyoroti tentang keberadaan \u2018Aisyiyah yang memberikan\u00a0 kontribusi besar untuk bangsa ini. \u201cKita tahu Aisyiyah ini sebagai organisasi progresif bukan hanya di Indonesia tapi dunia, Tidak ada organisasi muslim perempuan yang seprogresif \u2018Aisyiyah,\u201d tegasnya.\u00a0 Coba kalau tak percaya dicari saja, organisasi perempuan mana yang punya universitas, hanya \u2018Aisyiyah,kata Diyah.<\/p>\n<p>Bagi Diyah, Nasyiatul \u2018Aisyiyah (NA) melihat \u2018Aisyiyah tidak hanya sebagai ibu, tapi juga panutan dalam mengelola organisasi. NA selalu berupaya meniru \u2018Aisyiyah dalam\u00a0 mengelola potensi, membangun organisasi, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Diyah juga sepakat kepemimpinan \u2018Aisyiyah mendatang bisa berkolabiorasi dengan anak-anak muda. \u201cKolaborasi senior dan kader muda yang inovatif, kreatif, memiliki banyak jaringan,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/infomu.co\/perkuat-dakwah-berkemajuan-aisyiyah-siap-tampung-kader-muda\/\">sumber berita dari infomu.co<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkuat Dakwah Berkemajuan, \u2018Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda Yogyakarta, InfoMu.co \u2013 Kepemimpinan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=14743\" title=\"Perkuat Dakwah Berkemajuan, \u2018Aisyiyah Siap Tampung Kader Muda\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":14744,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2314],"class_list":["post-14743","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2314,"user_id":9,"is_guest":0,"slug":"infomu","display_name":"Infomu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/20a1c6136139a776494236406eb4515022f20942b676f8116da8454f72d3025f?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Infomu","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14743","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=14743"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/14743\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/14744"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=14743"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=14743"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=14743"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=14743"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=14743"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}