{"id":16912,"date":"2022-12-26T04:16:20","date_gmt":"2022-12-25T20:16:20","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2022\/12\/26\/yuk-wisata-ke-sentra-keramik-kiaracondong\/"},"modified":"2022-12-26T04:16:20","modified_gmt":"2022-12-25T20:16:20","slug":"yuk-wisata-ke-sentra-keramik-kiaracondong","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=16912","title":{"rendered":"Yuk Wisata ke Sentra Keramik Kiaracondong"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014<\/strong> Ingin mencoba pengalaman baru bersama keluarga dengan wisata tradisional? Yuk ke setra keramik Kiaracondong. Terletak di Jalan Stasiun Kiaracondong Lama, setra keramik ini telah berdiri sejak 1991.<\/p>\n<p>Sampai sekarang sudah generasi ketiga yang mengelola kerajinan khas dari tanah liat ini. Dikdik, nama pemilik sentra keramik Kiaracondong menceritakan perjalanan jatuh bangun kondisi usahanya.<\/p>\n<p>\u201cDulu, di sini ada 30 pengrajin. Tapi sekarang sisa satu, saya saja. Mungkin karena lemah dalam persaingan atau tidak memahami produksinya,\u201d ujar Dikdik seperti dikutip dari laman resmi Humas Pemkot Bandung.<\/p>\n<p>Dalam sebulan, ia bisa menghasilkan 15 kubik produk keramik. Mulai dari guci besar sampai suvenir kecil. \u201cUkuran besar per harinya itu sekitar 8 buah. Sementara yang diameter kecilnya itu 4 buah. Tapi banyak lagi apa ada ruangan yang kecil-kecilnya diisi sama yang lebih kecil lagi,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Hal menarik selama perjalannya di dunia tembikar adalah saat masa pandemi. Di kala sebagian besar usaha merumahkan pekerjanya, bahkan sampai gulung tikar, usaha keramik Dikdik melesat pesat.<\/p>\n<p>Permintaan keramik pun membludak. Sampai tak ada stok barang di rumah produksinya. Bahkan, keramik yang agak cacat pun tetap laku terjual.<\/p>\n<p>\u201cMungkin karena saat pandemi itu orang-orang mencari kesibukan lain. Salah satunya jadi banyak yang hobi menanam. Makanya penjualan pot itu semakin banyak. Ini seumur-umur saya usaha keramik, baru pernah seperti itu kondisinya,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia mengungkapkan, dulu permintaan yang paling banyak itu pemesanan guci dan cendera mata. Namun, sekarang banyak permintaan pot bunga dengan motif yang sedang tren berupa bunga. \u201cAda yang pesan dari Brazil. Mereka beli langsung ke sini. Lalu barangnya kita kirim dengan peti kemas,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Untuk penjualannya masih dilakukan secara offline atau di etalase toko. \u201cKita masih offline. Kalau online itu dibantu sama saudara,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, hal unik dari setra keramik ini yakni tungku oven yang ia buat sendiri. Tak banyak orang yang bisa memproduksi tungku oven. \u201cSaya bikin tungku sendiri itu bisa. Butuh Rp200 juta untuk membuat tungku,\u201d akunya.<\/p>\n<p>Menurutnya, tak ada proses yang sulit dalam membuat tembikar. Namun, kendala terbesar ada pada cuaca dan bahan baku. \u201cKalau cuaca cerah itu bisa kita keringkan seminggu. Kalau tidak, bisa 2-3 minggu. Bahan baku juga kalau jelek akan berdampak pada hasilnya,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Sekretaris Camat Kiaracondong, Amin Jarkasih menyatakan, pihaknya akan terus mendukung para pengrajin keramik di Kiaracondong.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah kecamatan akan terus mendorong dalam melestarikan budaya ini. Hanya tersisa satu yang bertahan untuk terus melanjutkan seni keramik,\u201d kata Amin.<\/p>\n<p>Bahkan, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pun meminta agar Dikdik tetap berproduksi di Kiaracondong. Untuk menjadi ciri khas dan bisa dijadikan sebagai lokasi wisata seni.<\/p>\n<p>\u201cMeskipun sudah lama, tapi bisa kita hidupkan kembali. Mahasiswa dari ITB juga sering ke sini. Mereka belajar langsung seni rupa keramik di setra kami,\u201d imbuhnya.***<\/p>\n<p>___<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/yuk-wisata-ke-sentra-keramik-kiaracondong\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014 Ingin mencoba pengalaman baru bersama keluarga dengan wisata tradisional? <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=16912\" title=\"Yuk Wisata ke Sentra Keramik Kiaracondong\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":16913,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-16912","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16912","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=16912"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/16912\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/16913"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=16912"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=16912"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=16912"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=16912"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=16912"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}