{"id":17720,"date":"2023-01-22T22:47:13","date_gmt":"2023-01-22T14:47:13","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/01\/22\/kisah-dalam-alquran-tujuan-dan-ragam-qashash\/"},"modified":"2023-01-22T22:47:13","modified_gmt":"2023-01-22T14:47:13","slug":"kisah-dalam-alquran-tujuan-dan-ragam-qashash","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=17720","title":{"rendered":"Kisah dalam Alquran: Tujuan dan Ragam Qashash"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Semua kisah dalam Al-Quran mengandung banyak tuntunan keagamaan, baik berupa prinsip-prinsip akidah, ibadah, moral, dan perilaku. Namun menurut Muhammad A. Khalafullah, semua tuntunan yang terkandung dalam kisah-kisah dalam al-Quran tidak menunjukkan tujuan dari penggunaan kisah-kisah tersebut. Sebab, perintah-perintah agama dalam al-Quran tidak semuanya disampaikan dalam bentuk kisah. Hal ini berbeda dengan pendapat Manna Khalil al-Qattan. Menurutnya, kisah-kisah dalam al-Quran bertujuan untuk menjelaskan asas-asas atau perintah-perintah agama Islam.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Dalam pandangan Manna Khalil al-Qattan, penggunaan kisah tentang kejadian di masa lalu dinilai dapat menarik perhatian para pendengarnya. Jika peristiwa-peristiwa di masa lalu memuat pesan-pesan suci dan mengandung pelajaran tentang kehidupan bangsa-bangsa terdahulu, maka kisah-kisah tersebut dapat tertanam dalam hati pendengarnya. Kisah-kisah yang benar (<em>al-qashash al-haq<\/em>) dengan sentuhan nilai sastra yang tinggi yang diturunkan dalam konteks masyarakat Arab yang telah mengenal keluhuran budi bahasa menjadi sangat relevan dalam hal ini.<\/p>\n<p>Berdasarkan penelitian Muhammad Ahmad Khalafullah, tujuan <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) meringankan beban atau tekanan jiwa para nabi dan orang-orang beriman; (2) menguatkan keimanan dan keyakinan jiwa terhadap akidah Islam dan mengorbankan semangat berkorban, baik jiwa maupun raga; (3) menumbuhkan kepercayaan diri dan ketenteraman atau menghilangkan ketakutan dan kegelisahan; (4) membuktikan kerasulan Muhammad SAW dan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepadanya.<\/p>\n<p><em>Pertama<\/em>, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran dapat meringankan beban atau tekanan jiwa para nabi dan orang-orang beriman. Menurut Muhammad Ahmad Khalafullah, tantangan yang dihadapi para nabi sangat berat. Dalam menjalankan misi kenabian, para nabi mendapat tantangan hebat dari kaumnya. <\/p>\n<p>Begitu pula Nabi Muhammad saw ketika menjalankan misi kenabiannya. Allah SWT berfirman: \u201c<em>Dan Kami sungguh-sungguh mengetahui, bahwa dadamu menjadi sempit disebabkan apa yang mereka ucapkan<\/em>\u201d (Q.s. al-Hijr [15]: 97). Dalam surat lain Allah SWT berfirman: \u201c<em>Sesungguhnya Kami mengetahui bahwasanya apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu, (janganlah kamu bersedih hati), karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah<\/em>\u201d (Q.s. al-An\u2019am [6]: 33).<\/p>\n<p>Kisah-kisah dalam ayat-ayat tersebut menerangkan kondisi yang sedang menimpa Nabi Muhammad saw ketika berada dalam kesusahan. Demikian juga kondisi yang menimpa orang-orang beriman pada zaman Nabi SAW. Dengan kisah-kisah tersebut diharapkan jiwa-jiwa mereka tetap tenang dan tidak meninggalkan dakwah Islam sekalipun tantangan sangat berat. <\/p>\n<p>Tujuan ini sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah SWT: \u201c<em>Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman<\/em>\u201d (Q.s. Hud [11]: 120).\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><em>Kedua<\/em>, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran dapat menguatkan keimanan dan keyakinan jiwa terhadap akidah Islam dan menyalakan semangat berkorban. Dalam penelitian Muhammad Ahmad Khalafullah, tujuan ini dimaksudkan untuk membentuk jiwa-jiwa yang militan. Sentuhan-sentuhan jiwa militan yang mengakar dalam diri seseorang membutuhkan semangat baru yang dahsyat untuk melanjutkan dakwah Islam. <\/p>\n<p>Kisah-kisah dalam Al-Quran yang mengandung nilai-nilai baru untuk diimani, dibela, dan diamalkan. Dengan begitu, jiwa-jiwa militan yang sudah terbentuk akan kokoh dalam mempertahankan keimanan.\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><em>Ketiga<\/em>, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran dapat menumbuhkan kepercayaan diri dan ketenteraman atau menghilangkan ketakutan dan kegelisahan. Menurut Muhammad Ahmad Khalafullah, kisah-kisah dalam al-Quran sangat penting dalam upaya menumbuhkan kepercayaan diri dan menghilangkan ketakutan orang-orang beriman. <\/p>\n<p>Al-Quran sering melukiskan pertolongan berupa kemenangan bagi para pejuang di jalan Allah. Sebaliknya, kisah-kisah dalam Al-Quran sering melukiskan kehancuran orang-orang yang menentang ajaran Allah SWT.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p><em>Keempat<\/em>, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran membuktikan kerasulan Muhammad SAW dan wahyu yang diturunkan Allah SWT kepadanya. Menurut Muhammad Ahmad Khalafullah, mayoritas kisah-kisah yang berhubungan dengan kehidupan dan tantangan Nabi Muhammad tidak jauh berbeda dengan apa yang dialami oleh para nabi terdahulu, seperti Nabi Ibrahim, Musa, dan lain-lain. Artinya, kisah-kisah dalam Al-Quran yang berhubungan dengan kehidupan Nabi Muhammad saw adalah bentuk dari pembuktian kerasulannya.<\/p>\n<p>Muhammad Ahmad Khalafullah tidak memasukkan tujuan kisah-kisah dalam Al-Quran sebagai bantahan terhadap ahlu kitab dan metode penyampaian pesan yang sangat berkesan di hati pendengarnya. Manna Khalil al-Qattan berpendapat bahwa selain bertujuan untuk meneguhkan hati dan membenarkan kenabian Muhammad SAW, kisah-kisah dalam Al-Quran juga bertujuan untuk membantah dan mengungkap kebohongan para ahli kitab. <\/p>\n<p>Allah SWT berfirman: \u201c<em>Al-Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman<\/em>\u201d (Q.s. Yusuf [12]: 111).\u00a0<\/p>\n<p>Dilihat dari jenisnya, kisah-kisah dalam Al-Quran yang tersebar dalam 35 surat dan terdiri atas 1.600 ayat dapat dibedakan menjadi tiga kategori: <em>pertama<\/em>, kisah para nabi; <em>kedua<\/em>, kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya; <em>ketiga<\/em>, kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa pada masa Rasulullah SAW.<\/p>\n<p>Kisah para <a href=\"https:\/\/rahma.id\/tag\/nabi\/\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">nabi<\/a> paling mendominasi <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran. Menurut Manna Khalil al-Qattan, kisah-kisah para nabi mengandung pesan-pesan dakwah mereka kepada kaumnya. Di samping mengandung pesan ajaran-ajaran agama, kisah-kisah para nabi juga menerangkan mukjizat-mukjizat yang menjadi pendukung kenabian mereka. <\/p>\n<p>Dalam kisah-kisah para nabi terkandung pemikiran, sikap, dan perbuatan orang-orang yang memusuhi dakwah mereka serta akibat-akibat dari orang-orang yang mendustakan para nabi. Contoh kisah para nabi yang dimuat dalam Al-Quran seperti Nabi Ibrahim, Musa, Harun, Isa, Muhammad, dan lain-lain.<\/p>\n<p>Selain kisah para nabi, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran juga berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya. Kategori kisah ini juga berisi tentang cerita bangsa-bangsa terdahulu yang musnah akibat perbuatan mereka yang mendustakan para nabi, misalnya bangsa Sodom, kaum Nabi Nuh, bangsa \u2018Ad (kaum Nabi Hud), kaum Tsamud (kaum Nabi Shalih), dan lain-lain.<\/p>\n<p>Menurut Manna Khalil al-Qattan, selain kisah para nabi, <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran juga memuat kisah tentang individu-individu yang memiliki keistimewaan tertentu dan orang-orang shalih yang tidak dipastikan kenabiannya. Kisah tentang individu-individu yang memiliki keistimewaan tertentu seperti Qarun, Thalut-Jalut, dan Harut-Marut. Kisah tentang orang-orang shalih yang tidak dipastikan kenabiannya seperti Zulkarnain, dua putra Nabi Adam (Qabil dan Habil), Imran, Maryam, Ashabul Ukhdud, Ashabul Kahfi, dan lain-lain.<\/p>\n<p><em>Qashash<\/em> dalam Al-Quran yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa pada masa Rasulullah saw seperti peristiwa Isra-Mi\u2019raj dan Hijrah. Selain peristiwa-peristiwa tersebut, menurut Manna Khalil al-Qattan, peristiwa perang Badar, Uhud, Hunain, Ahzab, dan Tabuk juga termuat dalam Al-Quran. Perang Badar dan Uhud dikisahkan dalam surat Ali Imran. Serang Hunain dan Tabuk dikisahkan dalam surat at-Taubah. Sedangkan perang Ahzab dikisahkan dalam surat al-Ahzab.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<h2>Fungsi Edukatif Qashash<\/h2>\n<p>Para sarjana muslim sepakat bahwa <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran memiliki relevansi dengan proses pembelajaran umat. Indikasinya berdasarkan firman Allah SWT: \u201c<em>Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal<\/em>\u201d (Q.s. Yusuf [12]: 111). Kisah-kisah dalam Al-Quran dapat menjadi pelajaran (\u2018<em>ibrah<\/em>) bagi orang-orang yang mempunyai akal (<em>ulu al-abab<\/em>) atau mereka yang terdidik.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>M. Hasbi ash-Shiddieqy (1986: 146), dalam buku <em>Sejarah dan Pengantar Ilmu al-Quran\/Tafsir<\/em>, menyebutkan bahwa kisah-kisah dalam Al-Quran mengandung pengajaran-pengajaran dan petunjuk-petunjuk yang berguna bagi para penyeru kebenaran dan bagi orang-orang yang diseru kepada kebenaran. Menurutnya, pengajaran yang tinggi menjadi cermin perbandingan bagi segala umat. Di dalam kisah-kisah Al-Quran terdapat pesan moral yang luhur.\u00a0<\/p>\n<p>Fungsi \u2018<em>ibrah<\/em> setiap kisah dalam Al-Quran menjelaskan asas-asas atau perintah-perintah agama. Karena mengandung asas-asas atau perintah-perintah agama, maka <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran tidak hanya mengandung pesan moral yang luhur. Tetapi sekaligus menjelaskan dasar-dasar agama, baik dari aspek teologis maupun ritual ibadah.\u00a0\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Sekalipun <em>qashash<\/em> dalam Al-Quran mengandung \u2018<em>ibrah<\/em> bagi <em>ulu al-albab<\/em>, tetapi penggunaan kisah-kisah dalam Al-Quran tidak menunjukkan tujuannya. Artinya,\u00a0 penggunaan kisah-kisah dalam Al-Quran bukan bertujuan untuk sekedar memberikan kabar (<em>naba\u2019<\/em>\/<em>hadits<\/em>) tentang peristiwa-peristiwa di masa lalu yang mengandung pengajaran bagi umat Islam. Khususnya pengajaran moral, ritual ibadah, dan teologi. <\/p>\n<p>Argumentasinya, <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/rahma.id\/?s=Alquran\" target=\"_blank\">Al-Quran<\/a> tidak semuanya menggunakan kisah-kisah dalam menyampaikan ajaran agama. Artinya, kisah-kisah dalam Al-Quran hanya salah satu metode dalam proses penyampaian ajaran agama. Dalam beberapa kasus, penyampaian wahyu yang berisi perintah-perintah agama menggunakan metode <em>imla<\/em> (dikte) seperti pada peristiwa turun wahyu pertama (<em>Sirah Ibnu Hisyam<\/em>, 2000: 197-198).<\/p>\n<p><em>*) Tulisan ini merupakan seri ketiga dari serial Fikih Peradaban Islam Berkemajuan yang ditulis oleh sejarawan Muhammadiyah, Muarif.<\/em> <em>Baca seri pertama Fikih Peradaban Islam Berkemajuan berjudul <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/ibtimes.id\/fikih-peradaban-islam-berkemajuan-1-ikhtiar-menulis-sejarah-pendekatan-budaya\/\" target=\"_blank\">Ikhtiar Menulis Sejarah Pendekatan Budaya<\/a> di sini dan seri kedua berjudul <a rel=\"noreferrer noopener\" href=\"https:\/\/ibtimes.id\/qashas-dalam-alquran-wahyu-yang-menyejarah\/\" target=\"_blank\">Alquran, Wahyu yang Menyejarah<\/a> di sini.<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/kisah-dalam-alquran-tujuan-dan-ragam-qashash\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semua kisah dalam Al-Quran mengandung banyak tuntunan keagamaan, baik berupa prinsip-prinsip akidah, <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=17720\" title=\"Kisah dalam Alquran: Tujuan dan Ragam Qashash\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":17721,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1463],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-17720","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-wawasan","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17720","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=17720"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/17720\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/17721"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=17720"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=17720"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=17720"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=17720"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=17720"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}