{"id":20129,"date":"2023-05-07T11:51:25","date_gmt":"2023-05-07T03:51:25","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/05\/07\/kesalahan-persepsi-menjadikan-warga-muhammadiyah-menjauhi-budaya\/"},"modified":"2023-05-07T11:51:25","modified_gmt":"2023-05-07T03:51:25","slug":"kesalahan-persepsi-menjadikan-warga-muhammadiyah-menjauhi-budaya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20129","title":{"rendered":"Kesalahan Persepsi Menjadikan Warga Muhammadiyah Menjauhi Budaya"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA \u2014 Dalam pandangan awam di Muhammadiyah, budaya hanya disaksikan dari dua sisi saja yaitu seni dan tradisi. Pandangan tersebut menurut Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Irwan Akib menyebabkan budaya dikesampingkan.<\/p>\n<p>Bahkan tidak sedikit warga Muhammadiyah yang menjauhi, termasuk mengharamkan seni dan tradisi. Padahal keduanya hanya sebagian kecil dari budaya. Dalam Islam pun, tidak semua seni dan tradisi itu bertentangan dengan syariat.<\/p>\n<p>\u201cKarena persepsi yang keliru itu kemudian kita mencoba menjauhi. Menyebabkan seni tidak tergarap, termasuk kebudayaan sendiri juga tidak, termasuk juga tradisi.\u201d Ungkap Irwan Akib menyayangkan.<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-full\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"855\" height=\"571\" alt=\"\" srcset=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib.jpg 855w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-300x200.jpg 300w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-768x513.jpg 768w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-750x501.jpg 750w\" src=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib.jpg\" data-sizes=\"(max-width: 855px) 100vw, 855px\" class=\"wp-image-56246 lazyload\"\/><noscript><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"855\" height=\"571\" src=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-56246\" srcset=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib.jpg 855w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-300x200.jpg 300w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-768x513.jpg 768w, https:\/\/muhammadiyah.or.id\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/ideopolitor-irwan-akib-750x501.jpg 750w\" sizes=\"auto, (max-width: 855px) 100vw, 855px\"\/><\/noscript><figcaption class=\"wp-element-caption\">Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib<\/figcaption><\/figure>\n<p>Dalam acara Ideopolitor, Sabtu malam (6\/5) di Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Irwan mengatakan bahwa jika pun seni dan tradisi itu mengandung takhayul, bid\u2019ah dan churafat (TBC) tidak dengan serta-merta Muhammadiyah menjauhinya.<\/p>\n<p>Sebab, jika seni dan tradisi mengandung TBC dan kemudian dijauhi, lantas bagaimana peran Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah ?. Dalam pandangannya, dakwah tugasnya adalah mengajak dan memperbaiki.<\/p>\n<p>Guru Besar Pendidikan Matematika asal Sulawesi Selatan ini menceritakan, bahwa di daerahnya terdapat komunitas nelayan yang memiliki kebudayaan tinggi. Mereka mampu menghitung bulan dengan melalui kebudayaan yang diajarkan secara turun-temurun.<\/p>\n<p>\u201cMereka sudah punya ilmu astronomi, jadi mereka tahu kapan tanggal 1 dan harus melaut kapan dan seterusnya. Tetapi itu turun-temurun kemudian menjadi tradisi. Ini perlu ditelusuri, jangan-jangan ini ada ilmunya yang sudah dipelajari. Tapi karena diajarkan orang tua turun-temurun kemudian dasar ilmunya sudah tidak tahu, karena sudah dianggap tradisi lalu kemudian dianggap takhayul, bid\u2019ah dan seterusnya.\u201d Ungkapnya.<\/p>\n<p>Pengetahuan atau ilmu yang mentradisi seperti itu juga dimiliki oleh komunitas atau masyarakat petani di Indonesia. Menurutnya keilmuan yang berbasis tradisi masyarakat ini harus ditelusuri jejaknya. Ini penting untuk memperkaya khazanah keilmuan.<\/p>\n<p>Dia berharap pandangan terhadap budaya; seni dan tradisi yang dimiliki oleh warga Muhammadiyah, lebih-lebih mubalig Muhammadiyah jangan sempit. Pasalnya, jika pandangan sempit ini masih langgeng dikhawatirkan sentuhan dakwah Muhammadiyah akan tidak sampai di sana.<\/p>\n<p>Di sisi lain, Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah juga menyebutkan kebudayaan dan seni hukumnya mubah selama tidak mengarah pada kerusakan, bahaya, durhaka, dan menjauhkan diri dari Allah SWT.<\/p>\n<p>Hits: 85<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/kesalahan-persepsi-menjadikan-warga-muhammadiyah-menjauhi-budaya\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA \u2014 Dalam pandangan awam di Muhammadiyah, budaya hanya disaksikan dari <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20129\" title=\"Kesalahan Persepsi Menjadikan Warga Muhammadiyah Menjauhi Budaya\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":20130,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[438],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-20129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-or-id","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20129"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20129\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20130"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20129"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20129"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}