{"id":20351,"date":"2023-05-17T01:51:37","date_gmt":"2023-05-16T17:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/05\/17\/qoryah-toyyibah-solusi-aisyiyah-tekan-perceraian-dan-kekerasan-perempuan\/"},"modified":"2023-05-17T01:51:37","modified_gmt":"2023-05-16T17:51:37","slug":"qoryah-toyyibah-solusi-aisyiyah-tekan-perceraian-dan-kekerasan-perempuan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20351","title":{"rendered":"Qoryah Toyyibah, Solusi Aisyiyah Tekan Perceraian dan Kekerasan Perempuan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Yogyakarta \u2014<\/strong> Angka perceraian dan kasus kekerasan berbasis gender terus mengalami peningkatan.<\/p>\n<p>Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayinah mendorong kader Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah bergerak memberi solusi.<\/p>\n<p>Penyebab perceraian yang paling dominan adalah karena motif ekonomi, kemudian disusul karena terjadinya pernikahan dini atau anak-anak.<\/p>\n<p>Melihat beberapa motif tersebut, Bu Bayin mengatakan bahwa pihak yang paling dirugikan adalah perempuan.<\/p>\n<p>\u201cSatu dari empat perempuan menikah itu ketika anak-anak. Jadi, hampir seperempat perempuan atau 24 persen dalam perkara perceraian menikah ketika masih anak-anak. Namun, pada laki-laki hanya dua persen yang menikah ketika masih anak-anak,\u201d katanya.<\/p>\n<div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\">\n<div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Profil Universitas Muhammadiyah Bandung\" width=\"1140\" height=\"641\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0Vj2-BB5Kdg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/div>\n<p>Dalam Dialog Ideopolitor yang diselenggarakan di UNISA pada Ahad (14\/05\/2023) dan diikuti perwakilan Aisyiyah dari berbagai wilayah tersebut, dosen Fakultas Kesehatan UMY ini meminta kader Aisyiyah supaya memberikan perhatian terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan bahwa Kasus Kekerasan Berbasis Gender (KGB) yang terjadi malah juga dilakukan oleh pejabat publik seperti ASN, tenaga medis, dan aparat penegak hukum.<\/p>\n<p>\u201cKekerasan terhadap perempuan justru dilakukan oleh kelompok yang seharusnya jadi pelindung. Dan ini menunjukkan persentase sebesar sembilan persen dari jumlah total pelaku,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Tidak hanya pada lingkup nasional, perempuan Indonesia yang tersebar di beberapa negara sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga sering mengalami kekerasan. Bahkan pada 2022 jumlahnya naik 10,8 persen.<\/p>\n<p>Merespons berbagai fenomena kekerasan yang dialami perempuan dan anak, Muhammadiyah-Aisyiyah menyusun program Penguatan Ketahanan Keluarga berbasis Keluarga Sakinah dengan Gerakan Qoryah Toyyibah.<\/p>\n<p>\u201cMenjadikan keluarga sebagai wahana dalam membudayakan hidup bersih, sehat dan green secara holistik, yang akan menguatkan kesehatan masyarakat,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Gerakan ini memiliki kaitan erat dengan masalah dampak perubahan iklim. Perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak.<\/p>\n<p>Namun, di sisi lain secara bersamaan perempuan juga memiliki peran penting dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.<\/p>\n<p>Dalam Gerakan Qoryah Toyyibah memiliki lima pilar pembinaan keluarga Sakinah, yakni meliputi pembinaan spiritual, pembinaan pendidikan, pembinaan ekonomi, pembinaan kesehatan dan pengelolaan lingkungan, serta pembinaan sosial.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/qoryah-toyyibah-solusi-aisyiyah-tekan-perceraian-dan-kekerasan-perempuan\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Yogyakarta \u2014 Angka perceraian dan kasus kekerasan berbasis gender terus mengalami <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20351\" title=\"Qoryah Toyyibah, Solusi Aisyiyah Tekan Perceraian dan Kekerasan Perempuan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":20353,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-20351","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20351","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20351"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20351\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20353"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20351"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20351"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20351"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20351"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20351"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}