{"id":20375,"date":"2023-05-17T17:56:31","date_gmt":"2023-05-17T09:56:31","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/05\/17\/uin-bandung-gelar-seminar-kewirausahaan-berbasis-budaya-dan-lingkungan\/"},"modified":"2023-05-17T17:56:31","modified_gmt":"2023-05-17T09:56:31","slug":"uin-bandung-gelar-seminar-kewirausahaan-berbasis-budaya-dan-lingkungan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20375","title":{"rendered":"UIN Bandung Gelar Seminar Kewirausahaan Berbasis Budaya dan Lingkungan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014<\/strong> Unit Pelaksana Teknis Pusat Karier UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Persiapan Karier 4 bertajuk Kewirausahaan Berbasis Budaya dan Lingkungan yang dibuka oleh Anggita Rahmi Hafsari, Sekretaris Pusat Karier, mewakili Betty Tresnnwaty, Ketua Pusat Karier, di Aula Abdjan Soelaeman, Selasa (16\/05\/2023).<\/p>\n<p>Seminar Persiapan Karier 4 yang diikuti oleh 360 peserta ini menghadirkan narasumber Dosen Prodi S-2 Ilmu Komunikasi Universitas Telkom Maylanny Christin dan Dosen S-1 Fakultas Komunikasi dan Bisnis Universitas Telkom Rita Destiwati yang dipandu oleh Roni Rodiana.<\/p>\n<p><div class=\"gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive\"><iframe loading=\"lazy\" title=\"Profil Universitas Muhammadiyah Bandung\" width=\"1140\" height=\"641\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/0Vj2-BB5Kdg?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/div>\n<\/p>\n<p>Dalam sambutanya, Sekretaris Pusat Karier menyampaikan Seminar Persiapan Karier 4 diharapkan bisa membuka jalan dan wawasan mahasiswa UIN Bandung tentang berbagai jenis bisnis yang berbasis budaya dan lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cTentunya, bukan hanya mengasilkan pendapatan, tapi juga bisa melestarikan budaya dan lingkungan,\u201d tutur Anggita.<\/p>\n<p>Maylanny Christin membahas nilia-nilai budaya dalam berwirausaha. Dengan mengutip budaya dalam berbisnis dari Pacanowsky dan O\u2019donnell Trijulo sebagai pencetus teori budaya sebuah organisasi mengatakan, budaya adalah suatu cara hidup didalam sebuah organisasi.<\/p>\n<p>\u201cBudaya organisasi mencakup iklim atau atmosfer emosional dan psikologis. Budaya organisasi juga mencakup semua simbol mulai dari tindakan, rutinitas, percakapan, dan sebagainya,\u201d kata Maylanny.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-32219\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/UIN-3.jpg\" alt=\"\" width=\"619\" height=\"350\"\/><\/p>\n<p>Geertz menyatakan bahwa orang-orang adalah hewan yang bergantung dalam jaringan kepentingannya.<\/p>\n<p>\u201cGambaran mengenai laba-laba bukan tanpa tujuan, ia yakin bahwa budaya seperti jaring yang dipintal oleh laba-laba. Yang artinya jaring ini terdiri atas desain yang rumit dan tiap tiap jaring berbeda dengan yang lainnya,\u201d ucap Maylanny.<\/p>\n<p>Mengenai ini yang dapat ditawarkan kepada pasar (market), \u201cUntuk memuaskan keinginan atau kebutuhan, termasuk barang fisik (physical goods), jasa (services), pengalaman (experiences), peristiwa (events), orang (persons), tempat (places), properti (properties), organisasi (organizations), informasi (information), dan ide (ideas),\u201d jelas Maylanny.<\/p>\n<p>Cara mengingkatkan tingkat produk diperlukan hierarki nilai pelanggan (customer value hierarchy).<\/p>\n<p>Pertama, manfaat inti (core benefit). Layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan. \u201cSeorang tamu hotel membeli istirahat dan tidur,\u201d ungkap Maylanny memberikan contoh.<\/p>\n<p>Kedua, produk dasar (basic product). Pemasar harus mengubah manfaat inti tersebut menjadi produk dasar.<\/p>\n<p>\u201cDengan demikian, kamar hotel meliputi tempat tidur, kamar mandi, handuk, meja tulis, meja rias, dan lemari pakaian,\u201d papar Maylanny.<\/p>\n<p>Ketiga, produk yang diharapkan (expected product), yakni beberapa atribut dan kondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk ini.<\/p>\n<p>\u201cTamu hotel mengharapakan tempat tidur yang bersih, handuk yang bersih, lampu baca, dan kadar ketenangan tertentu,\u201d ujar Maylanny.<\/p>\n<p>Keempat, produk yang ditingkatkan (augmented product). Pemasar menyiapkan produk yang melampaui harapan pelanggan.<\/p>\n<p>Di negara-negara maju, persaingan dan penentuan posisi merek (brand positioning) berlangsung pada tingkat ini.<\/p>\n<p>\u201cUntuk negara-negara yang sedang berkembang, kebanyakan persaingan berlangsung pada tingkat posisi produk yang diharapkan (product positioning). Contohnya fasilitas Wi-Fi, TV channel, ruang rapat,\u201d papar Maylanny.<\/p>\n<p>Kelima, calon produk (potential product). Meliputi segala kemungkinan peningkatan dan perubahan yang mungkin akan dialami produk atau tawaran tersebut pada masa mendatang. Contohnya layanan antar jemput hotel-bandara, city tour.<\/p>\n<p>\u201cKita ketahui secara bersama rumah makan Sunda yang awalnya warung tenda yang saat ini menjadi restoran ternama. Ini sesuai dengan peribahasa Sunda yaitu \u201ccikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok\u201d (tetesan air menimpa batu lama-lama jadi berlubang). Upaya sedikit demi sedikit yang dilakukan terus menerus lama-lama akan membuahkan hasil,\u201d tandas Maylanny.<\/p>\n<h4>Pencemaran lingkungan<\/h4>\n<p>Bagi Rita Destiwati, semaunya harus dilakukan dari sehat lingkungan agar sehat ekonomi,<\/p>\n<p>Maki kita lihat kondisi lingkungan di Indonesia, 185.753 ton\/hari dari 270 juta jiwa penduduk Indonesia.<\/p>\n<p>Timbunan sampah yang menggunung menyebabkan pencemaran lingkungan dan menambah gas metana dari sampah.<\/p>\n<p>Kasus ledakan gas metana dari gunung sampah pada 21 Januari 2005 di Cirendeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Longsor di Kampung Cilimus dan Kampung Pojok, ledakan metana mengakibatkan 157 orang meninggal.<\/p>\n<p>Untuk di Bandung overcapacity dari 32 tempat pembuangan sampah di Kota Bandung. Tempat pembuangan akhir sampah lebih dari 135 lokasi masih jauh dari kategori ideal.<\/p>\n<p>\u201cMinimnya lahan yang luas berakibat tempat pembuangan sampah ada di permukiman padat penduduk. Keterbatasan sarana pengolahan sampah,\u201d ujar Rita.<\/p>\n<p>Padahal kita hahu ciri-ciri lingkungan yang sehat bersih, teratur, dan sehat. Bersih udara, lingkungan, air, dan tanah.<\/p>\n<p>Pengolahan sampah dan limbah. Sanitasi dan kesehatan lingkungan. Manfaatnya untuk mencegah penyebaran penyakit akibat bakteri dan virus atau bahan kimia yang berbahaya. Mencegah polusi dan kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>Untuk itu, kewirausahaan yang berbasis pada kepedulian dan pelestarian lingkungan. Karena kewirausahaan lingkungan bisa membuat usaha baru yang inovatif, mandiri, dan berkonsisten dalam menjaga dan melestarikan alam dan lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cKewirausahaan lingkungan bisa berbentuk pengelolaan bank sampah yang berprinsip pada pola 3R, yaitu reduce, reuse, recycle,\u201d terang Rita.<\/p>\n<p>Jenis kewirausahaan lingkungan mulai dari bank sampah meningkatkan ekonomi masyarakat. Sampah dapat ditampung, dipilah, dan disalurkan yang bernilai ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cAdanya tabungan sampah yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan, seperti membayar sekolah, listrik, kesehatan, sembako, bahkan emas. Bank sampah tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat,\u201d jelas Rita.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-32220\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/UIN-2.jpg\" alt=\"\" width=\"625\" height=\"350\"\/><\/p>\n<p>Paling tidak ada lima usaha bisnis pada lingkungan. Pertama, sebaagi anggota, pengelola bank sampah di lingkungan kampus masyarakat.<\/p>\n<p>Partisipasi dalam mengurangi sampah dan mendapatkan manfaat ekonomi dari sampah yang ditabung.<\/p>\n<p>Kedua, menjadi agen edukasi dan perubahan perilaku pada masyarakat dalam pengelolaan sampah dengan prinsip 3R.<\/p>\n<p>Ketiga, memanfaatkan media sosial atau kegiatan sosial dalam menyebarkan informasi dan kesadaran tentang pentingnya bank sampah bagi lingkungan dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>Keempat, menjadi inovator dan kreator dalam menciptakan produk-produk baru yang bernilai guna dari sampah yang didaur ulang.<\/p>\n<p>Kelima, memanfaatkan kreativitas dan pengetahuan mereka untuk merangkai sampah menjadi barang-barang yang bermanfaat, seperti tas, vas bunga, pupuk kompos, dan lain-lain.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/uin-bandung-gelar-seminar-kewirausahaan-berbasis-budaya-dan-lingkungan\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014 Unit Pelaksana Teknis Pusat Karier UIN Sunan Gunung Djati <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20375\" title=\"UIN Bandung Gelar Seminar Kewirausahaan Berbasis Budaya dan Lingkungan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":20377,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-20375","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20375","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20375"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20375\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20375"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20375"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20375"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20375"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20375"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}