{"id":20705,"date":"2023-06-02T23:54:15","date_gmt":"2023-06-02T15:54:15","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/06\/02\/asal-mula-nama-indonesia-bandungmu-com\/"},"modified":"2023-06-02T23:54:15","modified_gmt":"2023-06-02T15:54:15","slug":"asal-mula-nama-indonesia-bandungmu-com","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20705","title":{"rendered":"Asal Mula Nama Indonesia &#8211; bandungmu.com"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014<\/strong> Indonesia, siapakah orang yang memberikan nama tersebut? Apakah dia orang Indonesia sendiri ataukah orang luar negeri?<\/p>\n<p>Mengutip indonesia.go.id, penggagas atau orang yang pertama kali memunculkan nama \u201cIndonesia\u201d adalah seorang pengacara yang bernama James Richardson Logan.<\/p>\n<figure id=\"attachment_32847\" aria-describedby=\"caption-attachment-32847\" style=\"width: 500px\" class=\"wp-caption alignnone\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-32847\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/06\/Tokoh-1.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\"\/><figcaption id=\"caption-attachment-32847\" class=\"wp-caption-text\"><em>Foto: Arsip Nasional<\/em><\/figcaption><\/figure>\n<p>Dia merupakan seorang pengacara. Lahir di Berwickshire-Skotlandia pada 10 April 1819. Dia meninggal di Penang pada 20 Oktober 1869.<\/p>\n<p>Pramoedya Ananta Toer, dalam buku <em>Sedjarah Modern Indonesia<\/em>\u00a0yang diterbitkan di kalangan terbatas pada 1964, menyebutkan nama Logan sebagai pencetus pertama istilah Indonesia.<\/p>\n<p>Dalam pengantar buku itu, Pram menjelaskan tentang apa itu Indonesia. Dia menulis:<\/p>\n<p>\u201cSampai waktu yang lama Indonesia dianggap tjiptaan Bastian, sedang sebenarnja adalah tjiptaan Logan. Pada mulanya Indonesia tidak lebih daripada sebuah istilah geografi, tapi dengan pasangnja gerakan kemerdekaan nasional non-koperatif kemudian mendjadi djuga istilah politik. Sebelum itu, mendjelang tutup abad ke-19, istilah ini telah djuga digunakan sebagai istilah hukum oleh Ir H van Kol dalam perdebatan-perdebatan di dalam Parlemen Belanda.\u201d<\/p>\n<p>Logan meninggal dalam usia relatif muda, 50 tahun, karena malaria. Andreas Harsono adalah seorang yang menulis sedikit riwayat Logan.<\/p>\n<p>Tulisan itu dia unggah di laman pribadinya, <em>http:andreasharsono.net<\/em>\u00a0dengan judul \u201cSebuah Kuburan, Sebuah Nama\u201d.<\/p>\n<p><strong>Pahlawan orang Penang<\/strong><\/p>\n<p>Andreas sengaja berangkat ke Penang, dulu orang Melayu menyebutnya Pulau Pinang, untuk mencari makam James Richardson Logan.<\/p>\n<p>Oktober 2008 adalah waktu yang dia pilih untuk melakukan penelusuran makam \u201corang penting\u201d yang nyaris terabaikan dari perhatian orang zaman sekarang.<\/p>\n<p>Dia ditemani Francis Loh Kok Wah, profesor dari Universiti Sains Malaysia, Anil Netto seorang blogger, dan Himanshu Bhatt, wartawan.<\/p>\n<p>Pemakaman itu berada di Jalan Sultan Ahmad Shah. Atas petunjuk Francis Loh, Andreas berhasil menemukan makam yang berbaur dengan makam orang-orang lain yang beragama Protestan.<\/p>\n<p>Rupanya di Penang, pemakaman orang Protestan dipisah dengan pemakaman orang Katolik.<\/p>\n<p>Makam itu adalah makam Logan bersaudara. Dia dimakamkan berdampingan dengan saudaranya, Abraham, yang dimakamkan sesudahnya.<\/p>\n<p>Mereka adalah dua bersaudara yang datang ke Penang pada 1840. Pada waktu itu James berumur 20 tahun. Tahun 1842 mereka, yang memang kompak, pindah ke Singapura. Tapi, James kembali ke Penang pada 1853.<\/p>\n<p>Sekembalinya di Penang, James membeli dan menyunting koran\u00a0<em>Penang Gazette<\/em> pada 1853. Sementara itu, adiknya yang ada di Singapura mendirikan koran <em>Singapore Free Press<\/em>.<\/p>\n<p>James meninggal dunia pada 1869. Kematian James dianggap sebagai kehilangan besar bagi Penang. Warga Pulau Pinang pada waktu itu mendirikan monumen penghormatan untuk jasa-jasanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: left;\">Sifat-sifat James tertera dalam tugu memorial yang mencantumkan sifat-sifat mulianya, yakni <em>temperane<\/em> (kesederhanaan), <em>justice<\/em> (keadilan), <em>fortitude<\/em>\u00a0(tabah, ulet), dan\u00a0<em>wisdom<\/em>\u00a0(bijak).<\/p>\n<p><strong>Lebih memilih Indonesia<\/strong><\/p>\n<p>Pramoedya melihat Logan sebagai etnolog yang mencetuskan istilah Indonesia. Sebenarnya ada dua orang yang \u201cterlibat\u201d mencetuskan nama Indonesia.<\/p>\n<p>Pertama adalah George Samuel Windsor Earl dan James Richardson Logan. Earl, yang pertama, adalah orang yang menulis sebuah artikel dalam jurnal \u201cThe Journal of the Indian Archipelago and Eastern Asia\u201d Volume IV pada 1850.<\/p>\n<p>Pada halaman 71 jurnal itu dia menulis, \u201cThe Malayunesian branch of this race\u201d. Di bawah halaman ditambahkan oleh dia catatan yang menjelaskan istilah itu.<\/p>\n<p>Dia mengusulkan nama baru bagi penduduk kepulauan Hindia dengan nama \u201cIndu-nesians\u201d atau \u201cMalayu-nesians\u201d.<\/p>\n<p>Earl sendiri lebih suka dengan istilah yang kedua karena menurutnya istilah itu lebih memberikan penghargaan pada orang-orang Melayu yang telah menjelajah seluruh kepualauan sebelum orang-orang Eropa.<\/p>\n<p>Logan berpendapat sedikit berbeda. Logan yang menjadi kepala redaksi majalah itu, yang juga kolega Earl, bahkan yunior Earl saat masih kuliah, lebih memilih atau lebih suka dengan istilah Indonesia yang lebih praktis.<\/p>\n<p>Dia lebih memilih \u201cIndonesia\u201d sebuah istilah geografi untuk membedakan dengan wilayah kepulauan ini dengan wilayah lain.<\/p>\n<p>Praktis, menurutnya karena lebih singkat dibandingkan dengan istilah panjangnya \u201cIndian Archipelago\u201d.<\/p>\n<p>Di halaman 254 jurnal itu, Logan memilih Indonesia sebagai nama wilayah kepulauan dan penduduknya menjadi orang-orang Indonesia.<\/p>\n<p>Penjelasan Logan adalah bagian dari uraian dia untuk menjelaskan wilayah keseluruhan \u201cwilayah Hindia\u201d atau \u201cthe whole Indian Region\u201d.<\/p>\n<p>Menurut Logan, wilayah ini adalah wilayah bagian daratan yang dibagi dua oleh Teluk Benggala. Di bagian timur yang juga mendapat pengaruh dari India juga bagian dari keseluruhan wilayah ini.<\/p>\n<p>Oleh karena itulah, Logan mengusulkan nama India, Ultraindia, atau Transindia dan Indonesia. Jika digambarkan pada saat ini wilayah India bisa diartikan wilayah antara Pakistan dan India Utara, kemudian India Selatan beserta kepulauan di sekitarnya, dan Asia Tenggara.***<\/p>\n<p>___<\/p>\n<p>Sumber: indonesia.go.id<\/p>\n<p>Editor: FA<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/asal-mula-nama-indonesia\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014 Indonesia, siapakah orang yang memberikan nama tersebut? Apakah dia <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20705\" title=\"Asal Mula Nama Indonesia &#8211; bandungmu.com\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":20706,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-20705","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20705","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20705"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20705\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20705"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20705"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20705"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20705"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20705"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}