{"id":20868,"date":"2023-06-10T01:10:31","date_gmt":"2023-06-09T17:10:31","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/06\/10\/begini-cara-rasulullah-menghargai-tamu\/"},"modified":"2023-06-10T01:10:31","modified_gmt":"2023-06-09T17:10:31","slug":"begini-cara-rasulullah-menghargai-tamu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20868","title":{"rendered":"Begini Cara Rasulullah Menghargai Tamu"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 <\/strong>Rumah kita sering kedatang tamu atau kita bertamu ke rumah orang lain. Dalam dua hal ini, ada etika dan tata cara bertamu dan menjamu tamu yang diajarkan oleh Rasulullah.<\/p>\n<p>Seperti apa dan bagaimana cara Rasulullah menghormati tamu? Berikut ulasannya seperti yang bandungmu.com olah dari buku \u201cKhutbah-Khutbah Imam Besar\u201d karya Nasaruddin Umar.<\/p>\n<p>Salah satu tuntunan ajaran Islam yang mulia ialah menghormati tamu. Etika atau adab menerima tamu diatur sedemikan rupa yang menunjukan betapa agama Islam menjunjung tinggi nilai-nilai akhlak.<\/p>\n<p>Bahkan tuntunan menghormati tamu dikaitkan dengan masalah keimanan. Artinya menghormati tamu menjadi sesuatu yang nilainya adalah kewajiban, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:<\/p>\n<p>\u201cBarang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.\u201d (HR Bukhari).<\/p>\n<p>Dalam kitab-kitab hadis ditemukan suatu bab khusus tentang memuliakan tamu (takrim al-dhaif).<\/p>\n<p>Suatu ketika Rasulullah kedatangan tamu nonmuslim berjumlah 60 orang, 14 diantaranya berasal dari kelompok Kristen Najran.<\/p>\n<p>Rombongan tamu dipimpin oleh Abdul Masih. Rombongan ini diterima oleh Rasulullah di masjid dengan penuh persahabatan.<\/p>\n<p>Bahkan menurut Muhammad ibnu Ja\u2019far ibn Al Zubair, sebagaimana dikutip Abdul Muqsith dalam kitab \u201cAl Shirat Al Nabawiyyah\u201d karya Ibnu Hisyam, Juz II, halaman 426-428, ketika waktu ibadah kebaktian tiba, rombongan tamu Rasulullah ini melakukan kebaktian di dalam masjid dengan menghadap timur.<\/p>\n<p>Rasulullah tidak membeda-bedakan tamu berdasarkan kelas, status sosial, bahkan agama. Sebab, memuliakan tamu adalah suatu kewajiban, siapa orang tersebut.<\/p>\n<p>Dalam hal ini Rasulullah bersabda: \u201cAkrim al-dhaif walaw kana kafiran\u201d (Muliakanlah tamu walaupun ia seorang kafir).<\/p>\n<p>Suatu ketika Rasulullah menerima seorang tamu laki-laki Arab pegunungan yang masih semi-primitif. Tiba-tiba tamu ini beranjak ke sudut masjid lalu kencing berdiri di situ.<\/p>\n<p>Tentu saja para sahabat marah dan bermaksud memukulnya. Namun, Rasulullah menahannya dan memerintahkan agar kencingnya ditimbun dengan pasir.<\/p>\n<p>Pernah juga suatu ketika Rasulullah menerima tamu tak diundang. Dia adalah seorang yang sudah lama dicari-cari masyarakat karena terkenal sebagai si pembuat onar.<\/p>\n<p>Salah seorang sahabat menghunus pedang untuk membunuh orang tersebut. Namun, ditahan Rasulullah seraya berkata, \u201cBiarkan dia, kita dengarkan apa maksud kedatangannya ke sini.\u201d<\/p>\n<p>Sang tamu menyadari dirinya adalah seorang penjahat dan telah melakukan berbagai macam dosa dan maksiat. Ia menjelaskan tujuannya datang menjumpai Rasulullah.<\/p>\n<p>Barangkali di masa lalunya ia pernah mengerjakan suatu kebaikan, maka ia akan menghibahkan kebaikan itu kepada orang yang ditunjuk Rasulullah.<\/p>\n<p>Semua sahabat yang hadir di masjid tertegun mendengarkan penjelasan itu. Akhirnya kasus ini menyebabkan turunnya ayat ke 114 dari surah Hud:<\/p>\n<p>\u201cSesungguhnya amal kebajikan itu menghapuskan dosa-dosa\/perbuatan buruk.\u201d (QS Hud [11]: 114).<\/p>\n<p>Dalam kasus lain, ketika Rasulullah sedang melayani tamu pembesar Quraisy, tiba-tiba datang tamu lain yang kebetulan buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum, lalu Rasulullah berpaling dari padanya demi menghargai pembesar Quraisy.<\/p>\n<p>Peristiwa ini menjadi sebab turunnya surah \u2018Abasa ayat 1-2: \u201cDia bermuka masam dan berpaling. Karena telah datang seorang buta kepadanya.\u201d (QS \u2018Abasa [80]:1-2).<\/p>\n<p>Dalam kisah-kisah para Nabi diceritakan bahwa Nabi Ibrahim tidak pernah mau makan sendirian. Jika tidak ada tamu yang menemaninya, ia pergi ke pasar mencari orang yang mau diajak makan bersama.<\/p>\n<p>Bukan hanya sekadar makan, atau makan sekadarnya, melainkan berusaha menyediakan menu makanan yang terbaik yang mampu disiapkan. Firman Allah dalam surah Az Zariyat ayat 26-27 mengisahkan hal tersebut.<\/p>\n<p>\u201cDan Ibrahim datang pada keluarganya dengan membawa daging anak sapi gemuk kemudian ia mendekatkan makanan tersebut pada mereka [tamu-tamu Ibrahim-ed] sambil berkata: \u2018Tidakkah kalian makan?\u2019\u201d(QS Az Zariyat [51]: 26-27).<\/p>\n<p>Pertanyaannya adalah jika seorang ahlul bait menghormati tamunya sedemikan rupa, bagaimana halnya dengan adab tamu itu sendiri? Dalam salah satu hadis Rasulullah bersabda:<\/p>\n<p>\u201cMenjamu tamu adalah tiga hari, adapun memuliakannya sehari semalam dan tidak halal bagi seorang muslim tinggal pada tempat saudaranya sehingga ia menyakitinya.\u201d<\/p>\n<p>Para sahabat berkata: \u201cYa Rasulullah bagaimana menyakitinya?\u201d<\/p>\n<p>Rasulullah berkata: \u201cSang tamu tinggal bersamanya sedangkan ia tidak mempunyai apa-apa untuk menjamu tamunya.\u201d<\/p>\n<p>Dari hadis di atas kita mengetahui bahwa bertamu ke rumah orang itu paling lama adalah tiga hari. Hadis Nabi itu sangat jelas.<\/p>\n<p>Hal itu menyangkut adab. Bukan saja adab menerima tamu yaitu kewajiban menghormatinya, melainkan adab bertamu yakni harus tahu diri. Kita sebagai umat Rasulullah selayaknya mencontoh perlakuan beliau terhadap tamu.<\/p>\n<p>Kita harus paham bahwa Nabi Muhammad SAW mencontohkan dirinya sebagai orang yang sangat mencintai tamu, tanpa membedakan status sosial, asal-usul, jenis kelamin, suku, dan agama.<\/p>\n<p>Agama kita mengajarkan bahwa tamu tidak akan mengurangi jatah rezeki kita. Bahkan para tamu mengundang turunnya berkah dan rezeki dari langit.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/begini-cara-rasulullah-menghargai-tamu\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2013 Rumah kita sering kedatang tamu atau kita bertamu ke <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20868\" title=\"Begini Cara Rasulullah Menghargai Tamu\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":20869,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-20868","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20868","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20868"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20868\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20869"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20868"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20868"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20868"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20868"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20868"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}