{"id":20883,"date":"2023-06-10T13:29:29","date_gmt":"2023-06-10T05:29:29","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/06\/10\/atasi-problem-lingkungan-muhammadiyah-terus-suarakan-interfaith-cooperation-muriamu-id\/"},"modified":"2023-06-10T13:29:29","modified_gmt":"2023-06-10T05:29:29","slug":"atasi-problem-lingkungan-muhammadiyah-terus-suarakan-interfaith-cooperation-muriamu-id","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20883","title":{"rendered":"Atasi Problem Lingkungan, Muhammadiyah Terus Suarakan Interfaith Cooperation \u2013 Muriamu.ID"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Muriamu.id, Jakarta \u2013 Tokoh lintas-iman dan pegiat lingkungan hadiri perayaan Hari Lingkungan Hidup se-Dunia dalam rangkaian acara Seminar, Sarasehan Lintas-Agama, dan Pameran Eco Bhinneka, yang bertajuk: \u201cPelestarian Lingkungan dalam Bingkai Keberagaman\u201d pada Jumat (9\/6\/2023). Acara yang dibuka untuk masyarakat umum ini terselenggara atas kerjasama Eco Bhinneka dengan Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. 270 orang menghadiri acara ini secara luring dan daring melalui ZOOM sejak pukul 09.00 \u2013 15.00 WIB di Aula Lantai 1 Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta.<\/p>\n<p>Acara diawali dengan launching Buku \u201cMerawat Lingkungan dan Melestarikan Lingkungan\u201d karya Eco Bhinneka dan MLH PP Muhammadiyah. Sebuah buku yang berupaya menggerakkan pandangan masyarakat luas bahwa dengan spirit keimanan, umat beragama mampu berkontribusi besar untuk mencegah kerusakan lingkungan. Pengunjung dapat mengunduh E-Book-nya secara gratis di arena pameran.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Anwar Abbas selaku Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang membidangi Lingkungan Hidup mengungkapkan kegelisahannya terhadap kerusakan lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cPerubahan iklim menjadi ancaman yang serius bagi umat manusia, bumi ini semakin panas, es di kutub utara dan selatan akan mencair, pantai utara jawa sering kali dilanda rob, hal ini merupakan bencana kemanusiaan, semua akan merasakan dampaknya tanpa melihat latar belakang agama maupun suku, dan saya tidak bisa membayangkan apa yang akan dialami generasi berikutnya.\u201d kata Anwar.<\/p>\n<p>Ia menceritakan pentingnya para peserta membaca buku tersebut. \u201cDi buku ini ada tulisan menarik bagi saya, solusinya adalah Bersatu Demi Bumi. Kita perlu bersatu bergandengan tangan tanpa melihat agama, suku, budaya, untuk mengurangi global warming, karena ini adalah ancaman bagi kita semua. Mari kita bersatu dalam melindungi bumi.\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Adapun acara Seminar dihadiri oleh para tokoh lintas-iman dan pegiat lingkungan yang berdiskusi secara panel dengan tema: Pelestarian Lingkungan dalam Bingkai Keberagaman. Azrul Tanjung selaku Ketua Majelis Lingkungan Hidup (MLH) PP Muhammadiyah mengajak peserta agar turut berupaya mencegah kerusakan lingkungan dimulai dari hal-hal kecil yang bisa dilakukan sehari-hari.<\/p>\n<p>\u201cHal-hal yang kecil harus mulai kita lakukan dan kita tularkan. Karena satu langkah kecil inilah yang akan menyelamatkan bumi ini. Misalnya kita harus mulai memilah sampah di rumah kita sendiri, membawa tumbler ke mana pun kita pergi, menggunakan barang yang bisa kita gunakan berulang-ulang,\u201d ajaknya.<br \/>Azrul menjelaskan bahwa ada aspek-aspek lingkungan yang bisa dimanfaatkan untuk ekonomi, di antaranya fokus mengenai sampah. \u201cMuhammadiyah punya sekian banyak rumah sakit. Bagaimana limbah medis atau sampah medis menjadi komoditi bisnis, itu bisa jadi kita gerakkan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia berharap agar ke depan bisa berkolaborasi membuat kantor-kantor Muhammadiyah, gereja-gereja, maupun tempat ibadah lainnya, agar penggunaan listriknya bisa menggunakan energi surya atau solar panel.<\/p>\n<p>Direktur Program Eco Bhinneka sekaligus Koordinator GreenFaith Indonesia Hening Parlan, mengungkapkan bahwa kondisi lingkungan dan perubahan iklim tidak bisa dibiarkan. \u201cKita bisa membangun peace building dengan pendekatan lingkungan. Mari kita setting agar bumi kita adem, termasuk orang-orangnya juga kita ademkan.\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Sedangkan menurut Pendeta dari Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Binsar Jonathan Pakpahan, umat beragama bisa menyuarakan untuk membela mereka yang terpinggirkan, termasuk masyarakat adat, kaum perempuan dan masyarakat yang tinggal di kawasan yang lingkungannya telah rusak.\u201cKita bisa belajar kebijaksanaan masyarakat lokal bagaimana mereka merawat sikap-sikap yang dibangun oleh nenek moyang kita untuk menghormati alam. Mari kita bangun kesadaran bahwa saya adalah bagian dari kamu (alam), dan kamu (alam) adalah bagian dari saya.\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>Mengenai bagaimana agar umat beragama sebaiknya menjawab tantangan perubahan iklim, Romo Ignatius Ismartono mengajak agar peserta mempelajari kembali \u2018Laudato Si\u2019 dan Deklarasi Islam tentang Perubahan Iklim Global.<br \/>\u201cKami menyeru semua pihak bekerjasama, bersaing sehat dalam gerakan ini, dan menyambut baik sumbangsih-sumbangsih penting dari kelompok-kelompok keagamaan lain. Bila setiap kita menawarkan yang terbaik, maka kita bisa melihat jalan keluar dari kesulitan-kesulitan ini ,\u201d ungkapnya yang kini masih aktif sebagai seorang Pastor di organisasi Sahabat Insan.<\/p>\n<p>\u201cSeringkali kita mendengar kabar buruk soal kemajemukan di Indonesia, baik itu pandangan islamophobia maupun isu rasialitas. Karena itu, sebagai ummat dan anggota di Republik ini, penting bagi kita membangun energi kolektif untuk mendorong perubahan.\u201d ungkap Ismail Hasani dari SETARA Institute. <\/p>\n<p>\u201cGerakan Eco Bhinneka menjadi ide yang baik, dan menjadi pendekatan alternatif dalam merawat kemajemukan,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu\u2019ti mengungkapkan bahwa terdapat 2 capaian penting dari Eco Bhinneka, yakni inter-faith cooperation dan pelibatan generasi muda. \u201cKetika banyak orang berbicara inter-faith dialog, Eco Bhinneka berani melangkah ke apa yang disebut inter-faith cooperation. Kerjasama antar-iman menjadi realitas, di mana orang beragama tidak hanya berdialog, tapi bekerjasama untuk menyelesaikan permasalahan bersama.\u201d ungkapnya. <\/p>\n<p>Menurut Mu\u2019ti, Eco Bhinneka juga sukses membuat gerakan on the ground yang punya impact dengan melibatkan generasi muda, baik Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), maupun organisasi kepemudaan mitra, seperti misalnya Fatayat NU.<\/p>\n<p>\u201cSaya kira ini bagian dari bagaimana umat beragama memberi contoh, bahwa sesungguhnya terdapat lebih banyak hal baik, dan praktik baik di lapangan, bahwa hubungan antar agama di Indonesia itu rukun dan baik, Eco Bhinneka menjadi contoh gerakan nyata.\u201d kata Mu\u2019ti. \u201cIndonesia yang damai adalah dambaan kita, dan alam Indonesia yang lestari itu harus jadi bagian komitmen kita bersama, sebagai bentuk keteguhan kita dalam menjalankan agama masing-masing.\u201d pungkasnya.<\/p>\n<p>Acara dilanjutkan dengan Sarasehan yang dibuka oleh Mutiara Pasaribu selaku Country Coordinator JISRA Indonesia. Mutiara menyampaikan apresiasinya bahwa Muhammadiyah cerdas mengintegrasikan isu kerukunan dengan isu lingkungan. Menurutnya, di Indonesia belum ada di mana program inter-faith dikolaborasikan dengan kerja-kerja lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cDengan pendekatan lingkungan ini, Muhammadiyah mengemas upaya merawat kerukunan menjadi hal yang mudah dicerna bagi masyarakat umum,\u201d katanya. \u201cKarena semua agama, kepercayaan, mengajarkan hal-hal yang baik, salah satunya bagaimana kita menghargai ciptaan Tuhan dan menjaga merawat bumi.\u201d imbuh Mutiara. <\/p>\n<p>Ia juga berharap, acara ini menjadi pintu masuk bagi umat beragama untuk mempererat ikatan persaudaraan dengan saling berinteraksi antar kelompok agama yang berbeda dalam menjaga lingkungan.<\/p>\n<p>Di Sarasehan ini, para pelaksana program Eco Bhinneka dari 4 area: Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Surakarta (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur) menyampaikan pembelajaran baik dan memamerkan keberhasilan dari pelaksanaan Eco Bhinneka di masing-masing daerah. Para pegiat lingkungan dari lintas-agama yang merupakan alumni Faith Inspired Changemaking Initiative (FICI) Masterclass 2022 juga hadir berbagi ide kreasi dalam pengelolaan sampah, ada produk daur ulang seperti tas, gelang, topi, wadah tissue, hingga anting dan kalung, serta ada juga praktik memilah sampah, dan praktik membuat Eco Enzyme.<\/p>\n<p>Kusen atau Kyai Cepu, seorang seniman, budayawan, sekaligus Anggota Lembaga Seni Budaya PP Muhammadiyah turut hadir memeriahkan acara ini dengan penampilan Orasi dan membacakan karya Puisi-nya yang bertajuk \u2018Falsafah Lingkungan\u2019. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati keseruan berfoto-ria di photobooth 360 dan mendapatkan merchandise menarik.<\/p>\n<p>Farah<\/p>\n<div class=\"sharedaddy sd-block sd-like jetpack-likes-widget-wrapper jetpack-likes-widget-unloaded\" id=\"like-post-wrapper-206209615-7260-64840a37edd9b\" data-src=\"https:\/\/widgets.wp.com\/likes\/#blog_id=206209615&amp;post_id=7260&amp;origin=muriamu.id&amp;obj_id=206209615-7260-64840a37edd9b\" data-name=\"like-post-frame-206209615-7260-64840a37edd9b\" data-title=\"Like or Reblog\">\n<h3 class=\"sd-title\">Like this:<\/h3>\n<p><span class=\"button\"><span>Like<\/span><\/span> <span class=\"loading\">Loading&#8230;<\/span><\/p>\n<p><span class=\"sd-text-color\"\/><a class=\"sd-link-color\"\/><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muriamu.id\/atasi-problem-lingkungan-muhammadiyah-terus-suarakan-interfaith-cooperation\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Muriamu.id, Jakarta \u2013 Tokoh lintas-iman dan pegiat lingkungan hadiri perayaan Hari Lingkungan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20883\" title=\"Atasi Problem Lingkungan, Muhammadiyah Terus Suarakan Interfaith Cooperation \u2013 Muriamu.ID\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":20884,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2326],"class_list":["post-20883","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2326,"user_id":14,"is_guest":0,"slug":"muriamu-id","display_name":"Muriamu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a7789f7b07c0356e2cde71ecca1661870c974805df52387c5586520e934ba500?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muriamu","last_name":"","user_url":"http:\/\/muriamu.id","job_title":"","description":"Portal berita berkemajuan dari Kudus"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20883","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20883"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20883\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20884"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20883"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20883"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20883"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20883"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20883"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}