{"id":20895,"date":"2023-06-10T21:16:47","date_gmt":"2023-06-10T13:16:47","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/06\/10\/mang-koko-seniman-sunda-dengan-segudang-karya\/"},"modified":"2023-06-10T21:16:47","modified_gmt":"2023-06-10T13:16:47","slug":"mang-koko-seniman-sunda-dengan-segudang-karya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=20895","title":{"rendered":"Mang Koko, Seniman Sunda Dengan Segudang Karya"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p><strong>BANDUNGMU.COM, Bandung<\/strong><strong>\u00a0\u2013 <\/strong>Kaum milenial apakah mengenal atau minimal pernah membaca sekilas informasi mengenai seniman kahot nan cerdas dalam menciptakan kreasi musik kecapi Sunda yang satu ini?<\/p>\n<p>Ya, Mang Koko namanya. Sepertinya belum mengenal sepenuhnya. Mungkin ada sebagian yang sudah mengenalnya.<\/p>\n<h4><strong>Perjalan karier\u00a0<\/strong><\/h4>\n<p>Mang Koko adalah seniman Sunda yang keren dan terkenal karena mampu menciptakan lagu kecapi Sunda yang sangat berkesan di hati orang yang mendengarkannya.<\/p>\n<p>Mengutip laman unpad.ac.id, Sabtu (26\/03\/2022), seniman karawitan Sunda ini lahir pada 10 April 1917 dan wafat 4 Oktober 1985.<\/p>\n<p>Mang Koko mulai aktif menulis lagu pada medio 1940-an. Hingga akhir hayatnya, Mang Koko menghasilkan 1.000 lagu.<\/p>\n<p>Namun, yang berhasil diarsipkan sebesar 500 judul lagu. Hal ini menandakan bahwa sebagai seniman, Mang Koko merupakan seniman yang produktif.<\/p>\n<p>Koko Koswara atau lebih dikenal dengan Mang Koko, seperti dikutip dari Wikipedia, punya ayah bernama Ibrahim alias Sumarta. Ayahnya masih keturunan Sultan Banten (Maulana Hasanuddin).<\/p>\n<p>Ia mengikuti pendidikan sejak HIS (1932), MULO Pasundan (1935). Selepas masa pendidikan ia bekerja sejak 1937 berturut-turut di Bale Pamulang Pasundan, Paguyuban Pasundan, De Javasche Bank; surat kabar harian \u201cCahaya\u201d, dan harian \u201cSuara Merdeka\u201d.<\/p>\n<p>Lalu bekerja di Jawatan Penerangan Provinsi Jawa Barat dan menjadi guru yang kemudian menjadi Direktur Konservatori Karawitan Bandung (1961-1973).<\/p>\n<p>Karier yang tak kalah mentereng yakni menjadi dosen luar biasa di Akademi Seni Tari Indonesia (ASTI) Bandung (sekarang Institut Seni Budaya Indonesia [ISBI]) sampai ia wafat.<\/p>\n<h4><strong>Abdi seni dan karya<\/strong><\/h4>\n<p>Bakat seni yang dimilikinya berasal dari ayahnya yang tercatat sebagai juru mamaos Ciawian dan Cianjuran.<\/p>\n<p>Kemudian ia belajar sendiri dari seniman-seniman ahli karawitan Sunda yang sudah ternama dan mendalami hasil karya bidang karawitan dari seorang ahli musik Sunda, yakni Raden Machjar Angga Koesoemadinata.<\/p>\n<p>Ia juga tercatat telah mendirikan berbagai perkumpulan kesenian, di antaranya Jenaka Sunda Kaca Indihiang (1946), Taman Murangkalih (1948), Taman Cangkurileung (1950), Taman Setiaputra (1950), Kliningan Ganda Mekar (1950), Gamelan Mundinglaya (1951), dan Taman Bincarung (1958).<\/p>\n<p>Mang Koko juga mendirikan sekaligus menjadi pimpinan pertama dari Yayasan Cangkurileung pusat, yang cabang-cabangnya tersebar di lingkungan sekolah-sekolah seprovinsi Jawa Barat.<\/p>\n<p>Ia juga mendirikan dan menjadi pimpinan Yayasan Badan Penyelenggara Akademi Seni Karawitan Indonesia (ASKI), Bandung (1971). Pernah pula ia menerbitkan majalah kesenian \u201cSwara Cangkurileung\u201d (1970-1983).<\/p>\n<p>Karya cipta kakawihan yang ia buat dikumpulkan dalam berbagai buku, baik yang sudah diterbitkan maupun yang masih berupa naskah-naskah.<\/p>\n<p>Misalnya \u201cResep Mamaos\u201d (Ganaco, 1948), \u201cCangkurileung\u201d (3 jilid\/MB, 1952), \u201cGanda Mekar\u201d (Tarate, 1970), \u201cBincarung\u201d (Tarate, 1970), \u201cPangajaran Kacapi\u201d (Balebat, 1973), \u201cSeni Swara Sunda\u201d atau \u201cPupuh 17\u201d (Mitra Buana, 1984), \u201cSekar Mayang\u201d (Mitra Buana, 1984), \u201cLayeutan Swara\u201d (YCP, 1984), \u201cBentang Sulintang\u201d atau \u201cLagu-lagu Perjuangan\u201d dan sebagainya.<\/p>\n<h4><strong>Lagu hits Mang Koko<\/strong><\/h4>\n<p>Karya-karyanya bukan hanya dalam bidang kawih, melain dalam bidang seni drama dan gending karesmen.<\/p>\n<p>Dalam hal ini tercatat misalnya \u201cGondang Pangwangunan\u201d, \u201cBapa Satar\u201d, \u201cAduh Asih\u201d, \u201cSamudra\u201d, \u201cGondang\u201d, \u201cSamagaha\u201d, \u201cBerekat Katitih Mahal\u201d, \u201cSekar Catur\u201d, \u201cSempal Guyon\u201d, \u201cSaha?\u201d, \u201cNgatrok\u201d, \u201cKareta Api\u201d, \u201cIstri Tampikan\u201d, \u201cSi Kabayan\u201d, \u201cSi Kabayan jeung Raja Jimbul\u201d, \u201cAki-Nini Balangantrang\u201d, \u201cPangeran Jayakarta\u201d, dan \u201cNyai Dasimah\u201d.<\/p>\n<p>Saat membaca riwayat kehidupan Mang Koko, akan ditemui seorang manusia yang telah memasrahkan jiwa dan raganya demi kehidupan dan kelestarian seni, khususnya\u00a0seni Sunda.<\/p>\n<p>Namun ia merasa sudah cukup bila ia disebut sebagai seorang penghalus jiwa, sebab seperti diungkapkan dalam salah satu kawihnya, seni adalah penghalus jiwa.<\/p>\n<p>Di antara lagu-lagunya Mang Koko yang terkenal misalnya \u201cKembang Tanjung Panineungan\u201d, \u201cKembang Impian\u201d, \u201cDemi Wanci\u201d, \u201cAnggrek Japati\u201d, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Bahkan lagu \u201cKembang Tanjung Panineungan\u201d sangat menyayat hati. Lagu ini mengisahkan dengan begitu pilu bagaimana ceceran cerita dari masa-masa ketika revolusi dahulu.<\/p>\n<p>Bagi Anda orang Sunda ketika mendengarkan lagu ini, bisa-bisa Anda menangis. Luar biasa memang.***<\/p>\n<div class=\"majalahpro-core-banner-aftercontent majalahpro-core-center-ads\">\n<!-- Otomatis --><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/rotiyu.id\/?hl=id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/iklan-roti-kotak.jpg\"\/><\/a><\/div>\n<\/p><\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><script async defer src=\"https:\/\/platform.instagram.com\/en_US\/embeds.js\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/mengenal-mang-koko-seniman-sunda-dengan-segudang-karya\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung\u00a0\u2013 Kaum milenial apakah mengenal atau minimal pernah membaca sekilas informasi <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=20895\" title=\"Mang Koko, Seniman Sunda Dengan Segudang Karya\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":20896,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-20895","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20895","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=20895"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/20895\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/20896"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=20895"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=20895"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=20895"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=20895"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=20895"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}