{"id":22008,"date":"2023-07-15T17:53:48","date_gmt":"2023-07-15T09:53:48","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/07\/15\/refleksi-milad-95-tahun-nasyiatul-aisyiyah-perempuan-tangguh-mencerahkan-indonesia\/"},"modified":"2023-07-15T17:53:48","modified_gmt":"2023-07-15T09:53:48","slug":"refleksi-milad-95-tahun-nasyiatul-aisyiyah-perempuan-tangguh-mencerahkan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=22008","title":{"rendered":"Refleksi Milad 95 Tahun Nasyiatul Aisyiyah; Perempuan Tangguh Mencerahkan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n            <!-- image --><\/p>\n<div class=\"td-post-featured-image\">\n<figure><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"696\" height=\"370\" class=\"entry-thumb td-modal-image\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-696x370.jpeg\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-696x370.jpeg 696w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-300x160.jpeg 300w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-1024x545.jpeg 1024w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-768x409.jpeg 768w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-1068x568.jpeg 1068w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1-790x420.jpeg 790w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA1.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 696px) 100vw, 696px\" alt=\"\" title=\"reflesi milad PPNA1\"\/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Ariati Dina Puspitasari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah<\/figcaption><\/figure>\n<\/div>\n<p>            <!-- content --><\/p>\n<p><strong>YOGYAKARTA, CM<\/strong> \u2014 Perempuan masih ditempatkan dalam posisi subordinat di masyarakat. Hal ini diakibatkan oleh adanya budaya patriarki yang masih melekat dan sudah mendarah daging di Indonesia. Subordinasi perempuan berawal dari pembagian kerja berdasarkan gender dan dihubungkan dengan fungsi perempuan sebagai ibu. Kemampuan perempuan ini digunakan sebagai alasan untuk membatasi perannya hanya pada peran domestik dan pemeliharaan anak. Kerja-kerja domestik dianggap bukan sebagai profesi karena tidak menghasilkan nilai ekonomi. Pengasuhan anak masih secara dominan ditugaskan pada perempuan daripada laki-laki. Perempuan pada akhirnya dianggap sebagai tenaga kerja yang tidak produktif dan tidak menyumbang kepada proses pembangunan.<\/p>\n<p>Ariati Dina Puspitasari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah, menyebutkan bahwa berbagai permasalahan mengenai perempuan di Indonesia ini sangatlah kompleks, sebut saja masalah kekerasan pada perempuan. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mencatat, sebanyak 25.050 perempuan menjadi korban kekerasan di Indonesia sepanjang 2022. Jumlah tersebut meningkat 15,2% dari tahun sebelumnya sebanyak 21.753 kasus. Kekerasan yang terjadi berupa kekerasan seksual hingga kekerasan mental.<\/p>\n<p>\u201cSelain masalah kekerasan, persoalan kesehatan perempuan juga masih menjadi tantangan besar. Angka Kematian Ibu (AKI) yang merupakah salah satu indikator hasil pembangunan di bidang kesehatan masih cukup tinggi. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) yang dilakukan oleh Badan Pusat Stastistik (BPS) pada tahun 2015 mencatat AKI 2 pada kisaran angka 305 kematian per 100 ribu kelahiran hidup,\u201d ungkap\u00a0Ariati dalam sambutan Refleksi Milad ke-95 Nasyiatul Aisyiyah \u201cPerempuan Tangguh Mencerahkan Indonesia\u201d yang dilaksanakan secara daring pada Sabtu (15\/7).\u00a0<\/p>\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"581\" src=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-1024x581.jpeg\" alt=\"Refleksi Milad 95 Tahun Nasyiatul Aisyiyah; Perempuan Tangguh Mencerahkan Indonesia CirebonMU\" class=\"wp-image-3266\" srcset=\"https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-1024x581.jpeg 1024w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-300x170.jpeg 300w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-768x436.jpeg 768w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-1536x872.jpeg 1536w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-696x395.jpeg 696w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-1068x606.jpeg 1068w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA-740x420.jpeg 740w, https:\/\/cirebonmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/reflesi-milad-PPNA.jpeg 1568w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\"\/><\/figure>\n<p>Sedangkan untuk kesehatan mental, data yang disajikan Institute for Health Metrics and Evaluation dalam Global Burden of Disease pada 2018, menunjukkan gangguan kesehatan mental pada perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki. Perempuan di Indonesia rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat dari kebiasaan, peran, posisi, dan tuntutan yang diberikan kepada perempuan yang harus dihadapi setiap hari, yang berakar dari budaya patriarki. Dan masih banyak lagi persoalan yang menjadikan perempuan sebagai objek.<\/p>\n<p>\u201cProblematika tersebut menjadikan Indonesia selalu berada pada ranking 5 besar atas kasus-kasus kekerasan perempuan di dunia. Belum lagi berapa banyak TKW Indonesia yang mengalami kekerasan hingga menyebabkan kematian. Hal ini menjadi PR bersama, khususnya bagi pemerintah untuk mengatur regulasi undang-undang agar pro terhadap pembangunan dan pemberdayaan perempuan. Sekalipun telah ada kementerian khusus yang menangani hal tersebut, namun keterjangkauan program acapkali hanya sebatas seremonial,\u201d jelas\u00a0Ariati yang sehari-hari berprofesi sebagai dosen di Universitas Ahmad Dahlan.\u00a0\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Ariati,\u00a0 Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi perempuan yang concern dalam pengembangan dan pemberdayaan perempuan, sudah selama 95 tahun memberikan bakti kepada negeri ini. Nasyiatul Aisyiyah telah memberikan pendampingan kepada perempuan-perempuan, bahkan sejak sebelum berdirinya Indonesia.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cNasyiatul Aisyiyah mengajak perempuan-perempuan di Indonesia untuk menjadi perempuan yang tangguh. Mari bersama memaknai perempuan tangguh\u00a0 melalui 10 elemen Keluarga Muda Tangguh Nasyiatul Aisyiyah, \u201d jelas Ariati. (<strong>yan<\/strong>)<\/p>\n<p><strong><em>Sumber : NASYIAH.OR.ID.<\/em><\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/cirebonmu.com\/refleksi-milad-95-tahun-nasyiatul-aisyiyah-perempuan-tangguh-mencerahkan-indonesia\/\">sumber berita ini dari muriamu.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ariati Dina Puspitasari, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah YOGYAKARTA, CM \u2014 <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=22008\" title=\"Refleksi Milad 95 Tahun Nasyiatul Aisyiyah; Perempuan Tangguh Mencerahkan Indonesia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":22009,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2327],"class_list":["post-22008","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2327,"user_id":24,"is_guest":0,"slug":"cirebonmu","display_name":"CirebonMu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/b14e07fb5038c9ae9bcb1295e65863e55c95d3b80f35f09d51209912bc035a44?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22008","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22008"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22008\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22009"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22008"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22008"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22008"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=22008"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=22008"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}