{"id":22166,"date":"2023-07-20T14:56:07","date_gmt":"2023-07-20T06:56:07","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/07\/20\/mengetengahkan-tentang-pandangan-ziarah-kubur-warga-muhammadiyah\/"},"modified":"2023-07-20T14:56:07","modified_gmt":"2023-07-20T06:56:07","slug":"mengetengahkan-tentang-pandangan-ziarah-kubur-warga-muhammadiyah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=22166","title":{"rendered":"Mengetengahkan tentang Pandangan Ziarah Kubur Warga Muhammadiyah"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, WONOSOBO \u2013 Agama Islam tidak anti budaya, namun juga jangan sampai kebablasan mencampuradukkan budaya menjadi ajaran agama. Membaca budaya harus melalui sudut ilmu kebudayaan.<\/p>\n<p>Dalam pandangan \u2018bablas\u2019 serba anti budaya dan memasukan budaya sebagai ajaran agama tersebut, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan bahwa Muhammadiyah hadir sebagai kritik.<\/p>\n<p>Praktek gerakan pemberantasan Takhayul, Bid\u2019ah dan Churafat (TBC) yang dilakukan Muhammadiyah masa awal merupakan bagian dari kritik tersebut. Tetapi bukan hanya gerakan itu yang dilakukan oleh Muhammadiyah dalam mengarahkan paham keagamaan yang salah.<\/p>\n<p>\u201cZiarah kubur misalnya, padahal ziarah kubur itu sunah \u2013 termasuk untuk mengingat kita akan mati.\u201d Kata Haedar pada Kamis (20\/7) di Wonosobo dalam agenda Peresmian Hafshah Tower RS PKU Muhammadiyah Wonosobo.<\/p>\n<p>Namun kemudian, di masa setelah Rasulullah baik di Timur Tengah maupun Indonesia, praktek ziarah kubur dijadikan keramat \u2013 kuburan dan mayat dijadikan perantara untuk mengabulkan permintaannya.<\/p>\n<p>\u201c<em>Nah, <\/em>menjadikan proses ziarah menjadi identik seluruhnya dengan agama itu salah. Tetapi juga menjadi salah jika orang Muhammadiyah alergi ziarah kubur. <em>Nah, <\/em>itu sama masalahnya.\u201d Ungkapnya.<\/p>\n<p>Pandangan ekstrem dalam ziarah kubur menurut Haedar harus diketengahkan. Oleh sebab itu, warga Muhammadiyah harus bisa memahami praktek ziarah kubur dengan pandangan sesuai Manhaj Tarjih PP Muhammadiyah, yaitu bayani, burhani dan irfani.<\/p>\n<p>Menurut Haedar, munculnya pandangan ektrem tersebut disebabkan karena sempitnya pandangan umat Islam dalam memahami wahyu. Termasuk dalam berdakwah, kata Haedar, juga harus memiliki perspektif yang luas.<\/p>\n<p>Dalam konteks dakwah, Manhaj Tarjih juga diperlukan untuk mendekat kepada audien. Pasalnya dakwah juga membutuhkan aspek rasa. Pesan-pesan yang disampaikan tidak bisa disampaikan secara apa adanya, tanpa memahami konteks audien.<\/p>\n<p>\u201cMenyampaikan kebenaran di hadapan orang yang sama-sama muslim, dan kemuslimannya sudah santri itu akan berbeda dengan menyampaikan kebenaran bagi kaum muslimin yang masih awam. Bahkan berbeda bagi mereka yang beragama lain,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Maka tidak kemudian sosok mubalig yang berdakwah sesuai dengan konteks dianggap lembek. Sebab tidak selalu kebenaran dari Islam disampaikan dengan garang. Cara dakwah tersebut bukan hanya untuk pesan agama yang umum, pasalnya pesan dakwah tentang Tauhid juga ada sisi kebajikan.<\/p>\n<p>Hits: 0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/muhammadiyah.or.id\/mengetengahkan-tentang-pandangan-ziarah-kubur-warga-muhammadiyah\/\">sumber berita ini dari muhammadiyah.or.id <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MUHAMMADIYAH.OR.ID, WONOSOBO \u2013 Agama Islam tidak anti budaya, namun juga jangan sampai <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=22166\" title=\"Mengetengahkan tentang Pandangan Ziarah Kubur Warga Muhammadiyah\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":22167,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[438],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2321],"class_list":["post-22166","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-or-id","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2321,"user_id":7,"is_guest":0,"slug":"muhammadiyah-or-id","display_name":"Muhammadiyah","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c326460c3d94b5ad869f5993c9d2e3ec78bbe22b0e2c9c944f2f01cca83adff2?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"Muhammadiyah","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":"muhammadiyah.or.id adalah website resmi persyarikatan Muhammadiyah. Dan dikelolah oleh PP Muhammadiyah"}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22166","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22166"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22166\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22167"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22166"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22166"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22166"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=22166"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=22166"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}