{"id":22201,"date":"2023-07-21T16:06:09","date_gmt":"2023-07-21T08:06:09","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/07\/21\/tauhid-warga-muhammadiyah-harus-multiaspek-dan-multidimensi\/"},"modified":"2023-07-21T16:06:09","modified_gmt":"2023-07-21T08:06:09","slug":"tauhid-warga-muhammadiyah-harus-multiaspek-dan-multidimensi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=22201","title":{"rendered":"Tauhid Warga Muhammadiyah Harus Multiaspek dan Multidimensi"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p>BANDUNGMU.COM, Wonosobo \u2014 Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa tauhid bagi Muhammadiyah harus operasional dan multiaspek.<\/p>\n<p>Menurut Haedar Nashir, tauhid tidak cukup hanya dimaknai dalam tiga macam ataupun tauhid yang besifat syadid. Bahkan Haedar menyebut, tauhid harus menjadi kosmologi dan epistemologi hidup warga Muhammadiyah.<\/p>\n<p>\u201cTauhid jadi kosmologi hidup menjadi epistemologi kehidupan yang utuh. Sehingga orang yang pemahaman tauhid dan belajar tauhid harus multiaspek,\u201d ungkap Haedar di Wonosobo pada Kamis (20\/07\/2023).<\/p>\n<p>Haedar melanjutkan, Tuhan jangan hanya dilihat dari sisi syadid dan muthahar. Namun, harus multiaspek, sifat rahman, rahim, dan latif juga harus diperhatikan sebagai sifat yang melekat pada Tuhan.<\/p>\n<p>Selain multiaspek, tauhid bagi warga Muhammadiyah juga harus multidimensi. Merujuk beberapa buku, Haedar menjelaskan dari pemahaman tauhid yang multidimensi tersebut melahirkan gagasan teologi pembebasan.<\/p>\n<p>Dalam tradisi Muhammadiyah, nilai-nilai pembebasan dari tauhid tersebut dapat ditemukan dalam teologi Al-Maun yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan.<\/p>\n<p>Berbeda dengan teologi pembebasan Asghar Ali, teologi Al-Maun mengubah dari ketidakberdayaan menjadi berdaya melalui gerakan kultural, kemudian struktural.<\/p>\n<p>\u201cAl-Ma\u2019un sebenarnya teologi pembebasan, Al-Ma\u2019un nya KH Ahmad Dahlan. Dari tauhid membebaskan kehidupan dari berbagai macam belenggu. Belenggu itu bukan hanya kezaliman mereka yang berkuasa, melainkan kezaliman atau kondisi buruk dari sistem yang membuat orang menjadi miskin, bodoh, termasuk kolonialisme itu semuanya bentuk dari kezaliman, kolonialisme yang baru maupun yang baru,\u201d Kata Haedar.<\/p>\n<h4>Hijrah artifisial<\/h4>\n<p>Masih dalam momen tahun baru Hijriah, Haedar berpesan kepada warga Muhammadiyah supaya memaknai hijrah jangan secara artifisial (simbolik) semata.<\/p>\n<p>Hijrah harus dimaknai juga secara substantif dengan menghadirkan Islam sebagai dinul hadharah (agama peradaban).<\/p>\n<p>\u201cSekarang ada tren di tengah suasana ingin hijrah lalu hal-hal simbolik artifisial. Tidak salah yang simbolik karena agama itu ada yang simbolnya, ada yang parsialnya, tetapi tidak cukup,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<h4>Kaku dan rigid<\/h4>\n<p>Dalam kacamata Haedar, semangat hijrah yang dilakukan oleh sebagian masyarakat masih lebih cenderung pada istilah-istilah yang kearab-araban. Menurutnya hal itu baik, tetapi jangan sampai menegasikan yang lain sehingga menghilangkan jati diri.<\/p>\n<p>Semangat hijrah yang serba bablas ini menjadikan istilah-istilah dari bahasa Arab diagamakan menjadi kaku dan rigid. Bahkan tidak jarang juga sampai mempersulit komunikasi dan pola interaksi sesama muslim ataupun dengan masyarakat umum.<\/p>\n<p>\u201cDi medsos kan ketahuan usianya lalu mengucapkan milad barakallahu fii umriik, misalkan. Tidak apa-apa, tetapi jangan mensulit-sulitkan istilah dalam Islam,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Tidak hanya itu, ada juga kelompok yang rigid tersebut sampai mempertentangkan masyaallaah dengan subhanallaah dalam penggunaannya. Guru Besar Sosiologi ini curiga, berbagai kekakuan dalam berislam ini karena dangkalnya ilmu.<\/p>\n<p>\u201cMentertentangkan masalah masyaallaah dan subhanallaah itu karena dangkal, itu ditemukan karena mubalig instan ya mungkin rujukannya dari Google, kitabnya Mbah Google, salah satu, akhirnya salah semua. Kalau toh letak istilah itu benar, tetapi itu tidak cukup istilah,\u201d tandasnya.***<\/p>\n<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/tauhid-warga-muhammadiyah-harus-multiaspek-dan-multidimensi\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Wonosobo \u2014 Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan bahwa tauhid <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=22201\" title=\"Tauhid Warga Muhammadiyah Harus Multiaspek dan Multidimensi\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":22202,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-22201","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22201","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22201"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22201\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22202"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22201"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22201"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22201"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=22201"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=22201"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}