{"id":22354,"date":"2023-07-26T00:36:48","date_gmt":"2023-07-25T16:36:48","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/07\/26\/rakernas-llhpb-aisyiyah-dorong-ketahanan-keluarga-terhadap-perubahan-iklim-dan-bencana\/"},"modified":"2023-07-26T00:36:48","modified_gmt":"2023-07-25T16:36:48","slug":"rakernas-llhpb-aisyiyah-dorong-ketahanan-keluarga-terhadap-perubahan-iklim-dan-bencana","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=22354","title":{"rendered":"Rakernas LLHPB Aisyiyah Dorong Ketahanan Keluarga Terhadap Perubahan Iklim dan Bencana"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p>BANDUNGMU.COM, Jakarta \u2014 Konsolidasikan organisasi dan program kerja, Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat (PP) Aisyiyah menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang dihadiri 74 orang peserta dari 29 LLHPB Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) se-Indonesia.<\/p>\n<p>Acara yang dilaksanakan pada 21-23 Juli 2023 di Jakarta ini terselenggara atas dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Eco Bhinneka Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Jakarta, dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta.<\/p>\n<p>\u201cTujuan Rakernas salah satunya adalah konsolidasi organisasi, pimpinan, dan program. Bagaimana pimpinan memahami ruang lingkup dan isu permasalahan lingkungan dan kebencanaan, serta bagaimana program yang akan dijalankan bisa sejalan dengan Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48 Aisyiyah,\u201d ungkap Rahmawati Husein selaku Ketua LLHPB PP Aisyiyah.<\/p>\n<p>\u201cKetahanan Keluarga terhadap Perubahan Iklim dan Bencana untuk Mewujudkan Qoryah Thoyyibah\u201d menjadi tema yang diusung di Rakernas LLHPB.<\/p>\n<p>\u201cKetahanan keluarga menjadi penting karena keluarga merupakan fondasi utama. Dari keluarga inilah kita berharap ada kelentingan atau ketangguhan beradaptasi dengan perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana di Indonesia,\u201d lanjut Rahmawati.<\/p>\n<h4>Menggerakkan Qaryah Thayyibah Aisyiyah (QTA)<\/h4>\n<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayinah turut hadir memberi penjelasan mengenai konsep Qaryah Thayyibah Aisyiyah (QTA).<\/p>\n<p>\u201cQaryah Thayyibah Aisyiyah atau QTA adalah sebuah komunitas atau kelompok, desa, perkampungan, yang penduduknya beragama Islam, menjalankan Islam secara kafah, untuk mewujudkan Islam yang sebenar-benarnya,\u201d terangnya.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-35731\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.42.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.42.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.42-768x512.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.42-1536x1023.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>Di dalam QTA, lanjut Salmah, terdapat berbagai aspek yang bisa dibangun. \u201cDari aspek spiritualitas atau agama, kita ingin membentuk kelompok yang kafah, baik hamblumminallah dan hablumminannas,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>\u201cKita juga ingin membentuk masyarakat yang cerdas dan sadar, melalui peningkatan aspek pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Termasuk bagaimana cerdas dan sadar terhadap pengelolaan lingkungan dan risiko bencana,\u201d ungkap Salmah.<\/p>\n<p>Menurutnya, QTA merupakan wujud program lintas-majelis karena bisa disinergikan, baik dengan majelis\/lembaga di internal Aisyiyah\/Muhammadiyah sendiri maupun dengan pihak luar.<\/p>\n<p>Salmah mengajak LLHPB melalui keluarga untuk peduli terhadap perubahan iklim dan bencana. \u201cKetahanan keluarga sangat penting, mengingat selama ini banyak kasus yang terjadi yang itu bisa diantisipasi, bisa dicegah, dengan penguatan di keluarga,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan jika sebagai negara yang berada di daerah cincin api dan pertemuan lempeng dunia, ditambah kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, kita tidak bisa menghindari kemungkinan bencana alam yang terjadi, baik itu letusan gunung api, gempa bumi, banjir, cuaca iklim ekstrem, tanah longsor, dan sebagainya.<\/p>\n<p>\u201cKita bisa menurunkan risikonya, misalnya bagaimana mempersiapkan diri cara penanganan awal terhadap semua bencana yang mungkin ada, khususnya bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>Perihal merespons perubahan iklim, Salmah mendorong agar LLHPB melakukan kajian dan aksi bagaimana membangun ketahanan pangan, energi, dan pengelolaan sampah mulai dari keluarga.<\/p>\n<p>\u201cKarena keluarga menjadi poros utama untuk menyusun generasi emas 2045. Keluarga sebagai madrastul ula, di mana anak-anak diberi pencerahan tentang tauhid, aqidah, serta muammalah.\u201d ucap Salmah.<\/p>\n<h4>Zero waste dimulai dari keluarga<\/h4>\n<p>Pada acara ini, Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI pun turut mengajak agar Aisyiyah ikut mengupayakan aksi hemat energi, hemat air, dan gaya hidup ramah lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cSaat ini Menteri LHK mencanangkan bagaimana sampah bisa menuju zero waste, yaitu langkah 3R (reduce, reuse, and recycle) kita jalankan dengan pemilahan sampah mulai dari sumbernya,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-35734\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-1.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-1.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-1-768x512.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-1-1536x1023.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>\u201cSemoga Aisyiyah selalu menjadi motor terdepan dalam zero waste dan zero emission. Saya senang banget jika setelah ini kita bisa membuat langkah-langkah yang lebih konkret melalui program kerja yang akan dilaksanakan oleh Aisyiyah,\u201d ungkap Rosa.<\/p>\n<p>Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah yang membidangi LLHPB Masyitoh Chusnan mengungkapkan bahwa penguatan mitigasi bencana dan dampak perubahan iklim untuk perempuan, anak, dan kelompok rentan, menjadi isu strategis yang dirancang di Muktamar 48 Aisyiyah.<\/p>\n<p>\u201cSejak awal perempuan harus terlibat dalam membangun resiliensi (ketangguhan) dalam penanggulangan bencana dengan memastikan adanya perspektif dan upaya perlindungan dan pemenuhan hak bagi perempuan, anak, dan kelompok rentan,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Selain itu, lanjut Masyitoh, mendidik dan mengenalkan anak dengan upaya pelestarian lingkungan juga merupakan langkah yang sangat penting. Pasalnya hal tersebut dapat membentuk anak berperilaku positif dan mencegah kerusakan lingkungan.<\/p>\n<h4>Berlatih sebelum bencana<\/h4>\n<p>Deputi Bidang Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Prasinta Dewi mengajak ibu-ibu Aisyiyah agar memprioritaskan kesiapsiagaan dan kewaspadaan masyarakat terhadap bencana.<\/p>\n<p>\u201cKita semua bisa ikut serta dalam upaya Pengurangan Risiko Bencana (PRB), mari kita kenali risiko bencana yang ada di sekitar kita, dan lakukan latihan bagaimana merespon jika bencana terjadi,\u201d ajaknya.<\/p>\n<p>Prasinta menyarankan agar persiapan dan pelatihan ini bisa dilakukan jauh sebelum bencana terjadi. Di akhir sesi presentasinya, Prasinta dan Tim BNPB menjelaskan praktik cara penyelamatan diri sendiri saat terjadi gempa di dalam ruangan gedung.<\/p>\n<p>Ibu-Ibu Aisyiyah memperagakan cara yang benar bagaimana posisi kedua tangan dalam melindungi kepala terhadap benturan, hingga cara berlindung di bawah meja.<\/p>\n<h4>Kurangi sampah mulai dari sumbernya<\/h4>\n<p>\u201cPengelolaan dan Pengurangan Sampah di Lingkungan Keluarga dan Masyarakat\u201d menjadi topik diskusi yang juga diangkat pada agenda Rakernas LLHPB.<\/p>\n<p>Direktur Pengelolaan dan Pengurangan Sampah KLHK Vinda Damayanti Ansjar hadir menegaskan bahwa pencegahan dan pengurangan sampah strategi dan pendekatannya harus dimulai dari level keluarga.<\/p>\n<p>\u201cSaya yakin, dengan the power of emak-emak, ibu-ibu Aisyiyah bisa menjadi agen perubahan dan berperan mendorong upaya mencegah, memilah, dan mengolah sampah,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Gaya hidup ramah lingkungan, menurut Vinda, bisa dilakukan mulai dari kebiasaan mencegah sampah, belanja tanpa kemasan, menghabiskan makanan, memilah sampah dari rumah, hingga mengkomposkan sisa makanan.<\/p>\n<h4>Peran dan potensi Aisyiyah merawat kerukunan antar-umat beragama<\/h4>\n<p>Menariknya, topik kerukunan umat beragama juga didiskusikan pada forum Rakernas ini. Ahsan Hamidi Pegiat Eco Bhinneka memberi kesempatan kepada perwakilan LLHPB PWA yang memiliki pengalaman dalam merawat kerukunan dan melestarikan lingkungan di komunitasnya untuk sharing pengalamannya.<\/p>\n<p>\u201cMari kita selalu membuka diri, membaur, bekerja sama, tepo seliro, dengan kelompok lain,\u201d ajak Ahsan.<\/p>\n<p>\u201cSemoga ibu-ibu selalu mempunyai energi baik, melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk ummat banyak. Selalu semangat bergerak karena persoalan lingkungan dan kerukunan melekat pada hidup kita,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Mutiara Pasaribu Country Coordinator JISRA Indonesia mengapresiasi posisi strategis Aisyiyah dalam Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis atau Joint Initiative for Strategic Religious Action (JISRA).<\/p>\n<p>\u201cAisyiyah dan JISRA bisa membangun kolaborasi dalam meningkatkan dan menguatkan peran-peran perempuan, terutama mereka yang aktif dalam bidang keagamaan\/keyakinan (female faith actors), dalam merawat lingkungan sekitarnya, dan membuka ruang-ruang interaksi sekaligus perjumpaan bagi kelompok-kelompok yang berbeda agama dan keyakinan sehingga mereka dapat membangun rasa saling percaya dan bekerja sama dalam menjaga kelestarian lingkungannya,\u201d ungkap Mutiara.<\/p>\n<p>Menurutnya, peran Aisyiyah menjadi lebih strategis lagi karena mampu membawa suara-suara dan gagasan perempuan yang selama ini terpinggirkan sehingga lebih terdengar lagi dan diperhitungkan.<\/p>\n<h4>Penguatan ideologi fikih bencana dan fikih lingkungan<\/h4>\n<p>Salah satu rangkaian agenda penting RAKERNAS yaitu Penguatan Ideologi tentang Fikih Bencana dan Fikih Lingkungan.<\/p>\n<p>\u201cSiapakah yang disebut kelompok rentan itu?\u201d tanya Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB)\/Muhammadiyah Disaster Management (MDMC) PP Muhammadiyah Budi Setiawan saat memantik diskusi.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-35732\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.09.18.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.09.18.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.09.18-768x512.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.09.18-1536x1023.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>\u201cIbu-ibu harus jadi kelompok yang tidak rentan dan memperkuat yang lain. Jadi, kalau sudah terorganisasi dan punya pengetahuan, enggak boleh jadi kelompok rentan,\u201d ucap Budi.<\/p>\n<p>Menurut Budi, cara pandang terhadap bencana, sangat menentukan respon kita. Kalau cara pandang kita keliru, respons juga keliru.<\/p>\n<p>\u201cBencana memang sebuah ketentuan dari Allah. Tetapi kalau itu oleh manusia dipahami sebagai hukuman, itu menjadi persoalan. Manusia dikaruniai kemampuan untuk mengelola risiko bencana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ia menjelaskan sebelum terjadi bencana, peserta perlu mengetahui potensi bencana di setiap wilayahnya, melalui aplikasi INARISK BNPB.<\/p>\n<p>Selain itu, sudah mempersiapkan dan berlatih melakukan manajemen kedaruratan, seperti mendata siapa saja yang bisa terkena dampak bencana, agar bisa mempersiapkan bantuan sesuai dengan yang mereka butuhkan.<\/p>\n<p>Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah Gatot Supangkat hadir menjelaskan Fikih Lingkungan. \u201cKalau lingkungan dikelola dengan baik, maka hal itu menjadi mitigasi bencana, dan mengurangi risiko bencana,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurut Gatot, dalam siklus 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) yang paling penting dan harus kita dorong adalah \u201creduksi\u201d atau pengurangan sumber sampah.<\/p>\n<p>\u201cBukan lagi menggunakan kalimat \u2018Buanglah sampah pada tempatnya\u2019, karena jika ajakannya \u2018Buanglah\u2019 itu artinya terus menghasilkan sampah, jadi sebaiknya \u2018Tempatkanlah sampah pada tempatnya,\u201d pungkasnya.<\/p>\n<h4>Proses sidang dan keputusan Rakernas<\/h4>\n<p>Proses sidang Rakernas diawali dengan penjelasan arah program sesuai dengan hasil Tanfidz Keputusan Muktamar ke-48 Aisyiyah untuk bidang lingkungan hidup dan bencana.<\/p>\n<p>Kemudian dilanjutkan penjelasan rencana program kerja LLHPB PP Aisyiyah selama 5 tahun kepengurusan sesuai hasil Rapat Kerja Pimpinan LLHPB.<\/p>\n<p>\u201cProgram unggulan dan prioritas LLHPB Aisyiyah adalah Green Aisyiyah, sedangkan program sinergi dengan majelis\/lembaga adalah Qaryah Thayyibah dan Satuan Pendidikan Aman Bencana,\u201d ungkap Rahmawati Ketua LLHPB PP Aisyiyah.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-35733\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1200\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-148x111.jpeg 148w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-768x576.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/07\/WhatsApp-Image-2023-07-25-at-11.08.12-1536x1152.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>Peserta Rakernas kemudian diminta membagi kelompok sidang komisi, yaitu bidang Lingkungan Hidup dan bidang Penanggulangan Bencana, untuk mendiskusikan program kerja LLHPB wilayah.<\/p>\n<p>Setelah itu, setiap LLHPB wilayah menyusunnya ke dalam matriks program kerja. \u201cHasil sidang komisi setiap bidang akan kita tanfidzkan sebagai keputusan Rakernas LLHPB Aisyiyah, dan akan menjadi acuan penyelenggaraan program kerja LLHPB PWA se Indonesia,\u201d pungkas Rahmawati.***<\/p>\n<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/rakernas-llhpb-aisyiyah-dorong-ketahanan-keluarga-terhadap-perubahan-iklim-dan-bencana\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Jakarta \u2014 Konsolidasikan organisasi dan program kerja, Lembaga Lingkungan Hidup dan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=22354\" title=\"Rakernas LLHPB Aisyiyah Dorong Ketahanan Keluarga Terhadap Perubahan Iklim dan Bencana\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":22355,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-22354","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22354","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22354"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22354\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22355"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22354"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22354"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22354"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=22354"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=22354"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}