{"id":22672,"date":"2023-08-05T17:55:59","date_gmt":"2023-08-05T09:55:59","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/08\/05\/wamenkes-ri-aisyiyah-turut-berkontribusi-dalam-transformasi-kesehatan-indonesia\/"},"modified":"2023-08-05T17:55:59","modified_gmt":"2023-08-05T09:55:59","slug":"wamenkes-ri-aisyiyah-turut-berkontribusi-dalam-transformasi-kesehatan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=22672","title":{"rendered":"Wamenkes RI: Aisyiyah Turut Berkontribusi dalam Transformasi Kesehatan Indonesia"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p>BANDUNGMU.COM, Yogyakarta \u2014 Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan bahwa Aisyiyah yang memiliki 18 rumah sakit dan 45 klinik telah turut berkontribusi dalam transformasi kesehatan di Indonesia.<\/p>\n<p>Hal tersebut disampaikan Wamenkes saat berbicara di Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Majelis Kesehatan, Majelis Pendidikan Tinggi, dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah Pimpinan Pusat Aisyiyah di Unisa Yogyakarta pada Jumat (04\/08\/2023).<\/p>\n<p>Dante menjelaskan mengenai enam pilar transformasi sistem kesehatan di Indonesia untuk menjawab berbagai permasalahan yang terjadi di Indonesia.<\/p>\n<p>Dante mendorong berdirinya Rumah Sakit maupun klinik Aisyiyah di berbagai lokasi. Hal ini karena masih kurangnya akses ke layanan primer.<\/p>\n<p>\u201cDari 273,5 juta penduduk, hanya ada 10.000 puskesmas, ini tidak cukup untuk mengakses layanan primer di bidang kesehatan,\u201d ujar Dante.<\/p>\n<p>Wamenkes juga mendorong dibukanya fakultas-fakultas kesehatan di Universitas Aisyiyah. Hal ini karena masih kurangnya SDM kesehatan yang masih kurang dan tidak merata.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-36251\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.04.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.04.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.04-768x512.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.04-1536x1023.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>\u201cHarusnya 1 dokter untuk 1.000 penduduk, di kita 0.47 dokter per 1.000 penduduk. Data ini jauh dari rata-rata dunia yakni 1,76 dokter per 1000 penduduk,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Menurut Dante, saat ini dengan jumlah dokter umum di Indonesia sebanyak 144 ribu orang, dibutuhkan 172ribu orang.<\/p>\n<p>\u201cJumlah lulusan dokter 12.000 setiap tahun. Oleh karena itu, kalau kita tidak melakukan transformasi kesehatan di bidang SDM ini, butuh waktu 10-12 tahun untuk mencukupi tenaga kesehatan di seluruh Indonesia,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Salah satu upaya yang ditempuh Kementerian Kesehatan untuk meningkatkan ketersediaan dokter adalah dengan menyiapkan 2.500 beasiswa pendidikan bagi tenaga kesehatan.<\/p>\n<p>\u201cTahun lalu ada 1.000 beasiswa, baru tercapai 600, Aisyiyah juga boleh untuk mengajukan LPDP, tinggal digunakan sehingga bisa mendidik tenaga spesialis atau alih jenjang yang lebih tinggi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Penguatan upaya preventif juga disebut Dante menjadi salah satu transformasi kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI.<\/p>\n<p>\u201cPenguatan upaya preventif di layanan primer dilakukan agar kita tidak mengalami pembiayaan yang besar. Preventif menjadi modal utama,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dante mencontohkan, jika sebelumnya terdapat 11 imunisasi rutin, dalam transformasi kesehatan ini terdapat 14 imunisasi rutin yakni vaksinasi HVP sebagai vaksin bagi pencegahan kanker serviks.<\/p>\n<p>\u201cKanker serviks merupakan penyebab kematian nomor dua setelah kanker payudara dan ini bisa dicegah dengan vaksinasi pada anak sekolah kelas 5 dan 6,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Selain itu, Rotavirus Vaksin yang ditujukan untuk mencegah diare pada balita. Hal ini karena diare menjadi penyebab kematian yang besar pada bayi. Kemudian dan Pneumonia Vaksin yang diberikan kepada anak supaya tidak terkena infeksi paru-paru.<\/p>\n<p>Kegiatan preventif lain adalah terkait screening penyakit yang diupayakan oleh Kementerian Kesehatan untuk dapat ditanggung oleh BPJS.<\/p>\n<p>\u201cKita sedang negosiasi dengan BPJS supaya pemeriksaan screening ini bisa ditanggung oleh BPJS. Sehingga BPJS bisa menanggung biaya medical checkup bagi kelompok risiko tinggi dan juga bagi para peserta BPJS. Karena dengan medical checkup kita tahu dengan stadium dini yang bisa kita obati sebelum terjadi komplikasi,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak juga menjadi perhatian Kementerian Kesehatan. Dalam transformasi sistem kesehatan sudah dirancang bahwa pemeriksaan kehamilan (ANC) dari 4 kali menjadi 6 kali dan dua kali USG dengan dokter pada trimester 1 dan 2.<\/p>\n<p>Kementerian Kesehatan disebut Dante akan meningkatkan layanan di fasilitas kesehatan terdekat seperti puskesmas dengan menyediakan peralatan USG.<\/p>\n<p>\u201cKematian ibu hamil kebanyakan terjadi karena pendarahan dan infeksi yang terlambat dirujuk di rumah sakit. Jika dengan USG di Puskesmas dapat diketahui lebih awal kondisi kehamilan yang berisiko, persalinannya tidak perlu dilakukan di Puskesmas, tetapi bisa direncanakan lebih awal di RS, sehingga AKI kita targetkan turun 70\/100.000 kelahiran hidup,\u201d terangnya.<\/p>\n<p>Transformasi kesehatan ini disampaikan Dante membutuhkan peran serta berbagai pihak. \u201cTransformasi Kesehatan ini tidak mampu diselesaikan Kemenkes saja, perlu pelibatan lintas sektor, Kementerian dan Lembaga terkait, LSM, dan sektor swasta,\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>\u201cTermasuk juga \u2018Aisyiyah ini sehingga \u2018Aisyiyah sebagai salah satu orgaisasi dan gerakan perempuan dapat melakukan peran dalam mewujudkan dan membantu transformasi kesehatan di berbagai bidang,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayinah menyebut komitmen Aisyiyah untuk melaksanakan dakwah kesehatan di berbagai sektor.<\/p>\n<p>\u201cBeberapa hal yang sudah dilakukan dan akan terus dilakukan adalah mendirikan Program Studi Bidang Ilmu Kesehatan. Kini alhamdulillah sudah memiliki 3 UNISA dan 7 peguruan tinggi dan semuanya sudah menghasikkan alumni yang berdiaspora ke seluruh negeri dan banyak berkiprah di banyak tempat di tanah air,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-36252\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.06.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"1066\" srcset=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.06.jpeg 1600w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.06-768x512.jpeg 768w, https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/08\/WhatsApp-Image-2023-08-05-at-14.21.06-1536x1023.jpeg 1536w\" data-sizes=\"(max-width: 1600px) 100vw, 1600px\"\/><\/p>\n<p>Salmah berharap akan semakin banyak lagi lulusan tenaga kesehatan termasuk dokter dari Universitas Aisyiyah.<\/p>\n<p>\u201cSehingga akan menambah jumlah dokter di Indonesia karana sesungguhnya jumlah dokter di Indonesia masih sangat kurang. Sehingga Aisyiyah Muhammadiiyah bisa betul-betul mensupport kebutuhan tenaga kesehatan yang dibutuhkan masyarakat,\u201d terang Salmah.<\/p>\n<p>Gerak dakwah Aisyiyah yang berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat ini juga disampaikan oleh Rektor Universitas Unisa Yogyakarta Warsiti.<\/p>\n<p>Unisa Yogyakarta adalah satu dari sepuluh Perguruan Tinggi Aisyiyah di mana UNISA Yogyakarta merupakan Perguruan Tinggi Swasta pertama di Indonesia yang didirikan oleh Aisyiyah.<\/p>\n<p>\u201cUnisa Yogyakarta bertransformasi dan berkembangan menjadi Pendidikan Tinggi kesehatan sejak 32 tahun yang lalu dan di tahun 2015 menduduki sebagai sekolah tinggi kesehatan terbaik di Indonesia,\u201d terang Warsiti.<\/p>\n<p>Kiprah Unisa Yogyakarta disebut Warsiti tidak bisa dilepaskan dari kiprah Aisyiyah sebagai sebuah organisasi perempuan besar yang telah menunjukkan karya nyata dalam bidang kesehatan, pendidikan, sosial, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cHadirnya Unisa Yogyakarta merupakan bentuk penegasan Pergerakan Aisyiyah dalam berkontribusi pada penyelesaian persoalan bangsa dengan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan tinggi,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Upaya untuk berkontribusi bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia terus dilakukan oleh Unisa Yogyakarta.<\/p>\n<p>\u201cKami terus mengikhtiarkan berbagai program pengembangan baik melalui kelembagaan maupun SDM nya. Saat ini kami juga sedang berikhtiar untuk membuka Fakultas Kedokteran selain program paska sarjana,\u201d tandasnya.***(Suri\/FA)<\/p>\n<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/wamenkes-ri-aisyiyah-turut-berkontribusi-dalam-transformasi-kesehatan-indonesia\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Yogyakarta \u2014 Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Dante Saksono Harbuwono mengatakan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=22672\" title=\"Wamenkes RI: Aisyiyah Turut Berkontribusi dalam Transformasi Kesehatan Indonesia\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":22673,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-22672","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22672","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22672"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22672\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/22673"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22672"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22672"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22672"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=22672"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=22672"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}