{"id":23511,"date":"2023-09-13T14:28:31","date_gmt":"2023-09-13T06:28:31","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/09\/13\/dosen-um-bandung-jelaskan-solusi-atasi-krisis-lahan-tanah-di-indonesia-untuk-produktivitas-pangan\/"},"modified":"2023-09-13T14:28:31","modified_gmt":"2023-09-13T06:28:31","slug":"dosen-um-bandung-jelaskan-solusi-atasi-krisis-lahan-tanah-di-indonesia-untuk-produktivitas-pangan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=23511","title":{"rendered":"Dosen UM Bandung Jelaskan Solusi Atasi Krisis Lahan Tanah di Indonesia Untuk Produktivitas Pangan"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div itemprop=\"text\">\n<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014 Sebanyak 60 persen atau 7,9 juta luas tanah di Indonesia mengalami kondisi yang sangat memprihatinkan.<\/p>\n<p>Hal tersebut terlihat dari turunnya produktivitas tanaman pangan yang dihasilkan oleh para petani di Indonesia.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-37720\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Iqra-3-new.jpg\" alt=\"\" width=\"710\" height=\"400\"\/><\/p>\n<p>Begitulah yang dikatakan dosen program studi Bioteknologi <a href=\"https:\/\/pmb.umbandung.ac.id\/\">UM Bandung<\/a> Muhammad Fauzi SP MP dalam kegiatan Mimbar Iqra edisi ketiga yang berlangsung di Ruang Pertemuan lantai 5 UM Bandung pada Selasa (12\/09\/2023).<\/p>\n<p>Fauzi menjelaskan, kebutuhan pangan di Indonesia yang sangat tinggi tidaklah seimbang dengan jumlah luas lahan produktif tanaman pangan.<\/p>\n<p>Hal tersebut menurutnya karena banyak sekali lahan produktif bagi tanaman pangan yang mengalami alih fungsi lahan untuk kebutuhan lain.<\/p>\n<p>\u201dAdanya tuntutan teknologi dan ekonomi membuat lahan produktif itu sekarang menjadi lahan untuk pembangunan, perumahan, hingga jalan tol,\u201d ucap Fauzi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-37724\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Iqra-5-new.jpg\" alt=\"\" width=\"710\" height=\"400\"\/><\/p>\n<p>Fungsi lahan menjadikan sisa lahan yang ada harus dipaksa untuk memproduksi tanaman pangan dengan kurun waktu tiga bulan.<\/p>\n<p>\u201dPemaksaaan inilah yang menjadikan kondisi tanah itu \u2019sakit\u2019 dan menurun dalam produktivitas tanaman pangan,\u201d jelas Fauzi.<\/p>\n<p>Selain itu, penggunaan pupuk kimia yang tidak sesuai aturan oleh para petani juga menjadikan pertumbuhan tanaman tidak baik.<\/p>\n<p>\u201dPenggunaan pupuk kimia yang tidak optimal menjadikan kondisi tanah retak karena adanya endapan dari pupuk kimia tadi,\u201d tanggap Fauzi.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, menurut Fauzi, para petani harus mengurangi penggunaan pupuk yang mengandung bahan kimia.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-37716\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Muhammad-Fauzi-SP-MP-tanah.jpg\" alt=\"\" width=\"533\" height=\"300\"\/><\/p>\n<p>\u201dPenggunaan pupuk kimia ini bisa diganti dengan pupuk yang mengandung bahan-bahan ramah lingkungan,\u201d kata Fauzi.<\/p>\n<p>Meskipun begitu, pemerintah sudah menginisiasi pengurangan lahan dengan membangun lahan sub optimal.<\/p>\n<p>\u201cLahan sub optimal ini merupakan lahan yang memang dipaksakan untuk menjadi lahan sawah,\u201d terang Fauzi.<\/p>\n<h4><strong>Bioteknologi<\/strong><\/h4>\n<p>Menurut Fauzi, salah satu cara untuk mengatasi kondisi tanah yang semakin menurun harus menggunakan pendekatan Bioteknologi.<\/p>\n<p>\u201dPendekatan Bioteknologi akan berfokus pada perbaikan kondisi lahan yang sudah tidak bisa dimaksimalkan untuk menanam tanaman,\u201d ungkap Fauzi.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-37722\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Iqra-11-new.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\"\/><\/p>\n<p>Para pakar Bioteknologi menurutnya harus bisa menciptakan produk yang dapat memperbaiki kondisi tanah dengan makhluk hidup.<\/p>\n<p>\u201dDalam hal ini, kita di bidang Bioteknologi bisa menciptakan pupuk berbasis makhluk hidup untuk meningkatkan kesuburan tanah,\u201d tandas Fauzi.<\/p>\n<p><img data-lazyloaded=\"1\" decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-full wp-image-37719\" src=\"https:\/\/bandungmu.com\/wp-content\/uploads\/2023\/09\/Iqra-2-new.jpg\" alt=\"\" width=\"600\" height=\"400\"\/><\/p>\n<p>Mimbar Iqra edisi ketiga ini dihadiri sejumlah dosen, tendik, dan mahasiswa. Hadir pula Wakil Rektor I UM Bandung, beberapa ketua program studi, inisiator Mimbar Iqra Roni Tabroni, dan sebagainya.<\/p>\n<p>Acara berlangsung dengan khidmat dan lancar dari awal hingga selesai. Usai pemaparan materi, narasumber dan peserta Mimbar Iqra pun berdiskusi terkait tema.***<strong>(FK)<\/strong><\/p>\n<\/div>\n<p><script async defer crossorigin=\"anonymous\" src=\"https:\/\/connect.facebook.net\/id\/sdk.js#xfbml=1&#038;version=v9.0&#038;appId=1703072823350490&#038;autoLogAppEvents=1\" nonce=\"4G7nS4tr\"><\/script><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/bandungmu.com\/dosen-um-bandung-jelaskan-solusi-atasi-krisis-lahan-tanah-di-indonesia-untuk-produktivitas-pangan\/\">sumber berita ini dari bandungmu.com<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BANDUNGMU.COM, Bandung \u2014 Sebanyak 60 persen atau 7,9 juta luas tanah di <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=23511\" title=\"Dosen UM Bandung Jelaskan Solusi Atasi Krisis Lahan Tanah di Indonesia Untuk Produktivitas Pangan\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":15,"featured_media":23512,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[440],"tags":[560,559],"newstopic":[],"ppma_author":[2316],"class_list":["post-23511","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-muhammadiyah-news-network","tag-breaking-news","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2316,"user_id":15,"is_guest":0,"slug":"bandungmu","display_name":"bandungmu","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/8334fb980c3d1187b7711db325350e101973e2944d1655f532e02475759c5308?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"bandungmu","last_name":"","user_url":"http:\/\/bandungmu.com","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23511","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/15"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23511"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23511\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23512"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23511"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23511"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23511"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=23511"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=23511"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}