{"id":23565,"date":"2023-09-15T21:47:48","date_gmt":"2023-09-15T13:47:48","guid":{"rendered":"https:\/\/girimu.com\/2023\/09\/15\/benarkah-al-quran-zaman-sekarang-tidak-otentik\/"},"modified":"2023-09-15T21:47:48","modified_gmt":"2023-09-15T13:47:48","slug":"benarkah-al-quran-zaman-sekarang-tidak-otentik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/girimu.com\/?p=23565","title":{"rendered":"Benarkah Al-Qur&#8217;an Zaman Sekarang Tidak Otentik?"},"content":{"rendered":"<p><\/p>\n<div>\n<p>Al-Qur\u2019an merupakan kitab suci kaum muslimin yang selalu terjaga dari kesalahan dan selalu dipercaya kemukjizatannya bahkan abadi hingga hari kiamat kelak. Lain daripada itu, Al-Qur\u2019an pula memiliki banyak sisi kemukjizatan, baik dari segi bahasa, ilmiah (sains), dan tasyri\u2019 (hukum) maupun dari sisi ghaibiyyah jika merujuk pada pendapat Quraish Shihab.<\/p>\n<p>Namun demikian, tidak sedikit dari kalangan para sarjana Barat yang tetap tidak percaya dengan kacamata dan keyakinan para kalangan muslim tersebut, sebagaimana dengan banyaknya gugatan dan serangan yang telah mereka lakukan. Bahkan mereka telah mencurahkan seluruh hidupnya untuk menyingkap perubahan teks Al-Qur\u2019an dan telah mempersiapkan serangannya dari sisi yang lain, seperti mushaf Al-Qur\u2019an yang ada di tangan umat Islam saat ini tidak otentik karena pengumpulan Al-Qur\u2019an baru dilakukan pada masa sesudah wafatnya Nabi. Kemudian mereka juga meragukan mushaf Al-Qur\u2019an yang telah tersebar ke tangan umat Islam sekarang karena Al-Qur\u2019an dibaca secara bebas dalam berbagai ragam bacaan.<\/p>\n<p>Demikian pula mereka meragukan dan mengkritik Al-Qur\u2019an bahwa yang asli pada masa Nabi tidak memiliki tanda baca, namun pembubuhan tanda baca baru dilakukan pada masa khalifah Muawiyah jauh sesudah wafatnya Nabi. Terlebih persoalan tanda baca Al-Qur\u2019an memakan waktu yang cukup panjang sampai Khalifah Malik bin Marwan.<\/p>\n<p>Oleh karenanya, dari berbagai serangan dan meragukan Al-Qur\u2019an tersebut. Tulisan ini akan membahas salah satunya, yakni menjawab dan menyanggah anggapan bahwa mushaf Al-Qur\u2019an yang ada di tangan umat Islam tidak orisinil disebabkan pengumpulan Al-Qur\u2019an baru dilakukan pada masa sesudah wafatnya Nabi.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Al-Qur\u2019an itu Otentik: Sanggahan untuk Para Sarjana Barat<\/h2>\n<p>Gagasan tersebut pertama-tama telah dicetuskan oleh Richard Bell, yang mana hal itu menurut dia disebabkan karena Al-Qur\u2019an dalam pengumpulannya baru dilakukan pada masa sesudah wafatnya Nabi Muhammad, yaitu setelah kurang lebih setengah abad (50 tahun).<\/p>\n<p>Namun demikian, tentulah pendapat tersebut ditolak dan dibantah oleh umat muslim, salah satunya oleh <a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/sanad-hadis-tidak-palsu\/\">Mustafa al-A\u2019zami <\/a>ia berpendapat bahwa <em>\u201cselisih waktu lima puluh tahun sebagai pembuktian hancurnya naskah Al-Qur\u2019an dan kemungkinan adanya keragu-raguan, sangat tidak masuk akal. Sedangkan di waktu yang sama Kitab Perjanjian Lama (kitab suci mereka) mengalami kesenjangan masa transmisi lisan selama dua abad.\u201d<\/em><\/p>\n<p>Dengan demikian para orientalis berusaha memaksakan pendapat mereka tentang kemungkinan terjadinya kesalahan yang masuk ke dalam <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Al-Qur%27an\">teks Al-Qur\u2019an<\/a>, dan herannya para ilmuwan kitab injil selalu menganggap benar sejarahnya, walaupun beberapa kitab Perjanjian Lama ditulis berdasarkan transformasi lisan setelah berselang delapan abad lamanya. <em>\u00a0<\/em><\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">***<\/h2>\n<p>Lain daripada itu, Abd al-Majid Mahmud juga berpendapat bahwa untuk membuktikan Al-Qur\u2019an adalah lafaz- lafaz dari Tuhan sendiri tanpa campur tangan Jibril dan Nabi baik dari susunan kalimatnya maupun dari urutannya, dapat dilihat pada pewahyuan Al-Qur\u2019an sampai menjadi sebuah teks dengan pemeliharaan yang cukup ketat. Ini dibuktikan oleh proses turunnya Al-Qur\u2019an melalui tiga tahapan, yakni dari Tuhan ke <em>lauh al-Mahfudz<\/em> sebagai tahapan pertama, kemudian tahapan kedua ke langit dunia, dan ketiga ke bumi.<\/p>\n<p>Pendapat ini merujuk Al-Qur\u2019an, misalnya ayat 22 surah Al-Buruj menunjuk <em>lauh al-Mahfudz<\/em> sebagai awal turunnya Al-Qur\u2019an, sedangkan ayat 3 surah Al-Dukhan dan ayat 1 surah Al-Qadr sebagai tahapan kedua turunnya Al-Quran ke langit dunia, sekaligus merupakan awal turunnya Al-Qur\u2019an kepala Nabi Muhammad. Kemudian dari sini ke tahap ketiga yang diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad di bumi selama 23 tahun.<\/p>\n<p>Demikian pula, jika anggapan itu benar bahwa mushaf kita sekarang tidak lah otentik dari Allah melainkan ia perkataan Muhammad dari hasil pemikirannya. Coba mari kita baca dan lihat secara seksama di QS. Al-Nahl: 44 dan QS Yunus : 109,\u00a0 dari dua ayat tersebut justru Nabi Muhammad lah sendiri yang mengaku bahwa bukan ia yang menulis dan mengarang Al-Qur\u2019an. Jikalau memang Nabi Muhammad menulis Al-Qur\u2019an harusnya ia menisbahkan ayat itu pada dirinya sendiri, bukan malah tidak mengakuinya sebagaimana yang diungkapkan oleh Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">***<\/h2>\n<p>Selanjutnya argumentasi bantahan terhadap Sarjana Barat tersebut adalah jika memang Al-Qur\u2019an itu sekarang tidak lah asli atau otentik dari Allah SWT dan ia merupakan buatan Muhammad, lantas kenapa ketika proses penulisan dan penyampaiannya oleh Nabi Muhammad tersebut sedemikian rumit bahkan setiap turunnya ayat (seluruh ayat 6.666) ia menghafalkannya, memahaminya, serta mengamalkan kandungannya lalu membacakannya kepada para sahabat.<\/p>\n<p>Bahkan Nabi juga mengajarkan ayat yang turun tersebut dengan kandungan ayatnya serta bagaimana cara membacanya. Demikian pula ketika ia (Nabi) meminta para sahabat untuk menuliskan wahyu yang turun, Nabi mendiktekannya dan meminta para sahabat untuk membaca ulang apa yang telah ia tulis, terutama agar dapat terhindar dari kesalahan dan meyakinkan diri Nabi sendiri bahwa tidak ada sisipan lain yang masuk dalam teks.<\/p>\n<p>Dan kiranya perlu diketahui jumlah penulis wahyu saat itu menurut Mustafa al-A\u2019zami sebanyak enam puluh sahabat, bahkan ia pula melarang para sahabat menulis sesuatu yang berasal darinya yang bukan Al-Qur\u2019an, agar tidak bercampur antara Hadis dan Al-Qur\u2019an. Dengan demikian, atas dasar ini para sarjana muslim sepakat bahwa Nabi dan Sahabat tidak terlibat dalam menentukan tempat ayat dan surah dalam Al-Qur\u2019an.<\/p>\n<h2 class=\"wp-block-heading\">***<\/h2>\n<p>Kendati demikian, para sarjana Barat (orientalis) terus mengemukakan serangan kritiknya untuk meragukan kaum muslimin yaitu Jika memang lafaz dan maknanya dari Allah. Namun tetap karena ia berbahasa Arab dan berada di lingkungan komunitas Arab, maka ia tetap berasal dari Bangsa Arab. Tetapi dugaan ini dibantah oleh Al-Qur\u2019an. Al-Qur\u2019an memang menggunakan bahasa Arab, tetapi tidak seorang pun yang dapat membuat atau menyusun bahasa seperti bahasa Al-Qur\u2019an (Q. S. Al-Baqarah: 23 dan Q.S. Yunus: 38).<\/p>\n<p>Dengan demikian, dugaan bahwa Al-Qur\u2019an adalah ciptaan bangsa Arab tidak dapat diterima. Pendapat yang mengatakan bahwa Al-Qur\u2019an adalah berasal dari Muhammad juga tidak tepat. Alasannya, karena Muhammad adalah termasuk salah seorang dari bangsa Arab. Atha bin Khalil, secara rasional ingin membuktikan keaslian bahasa Arab berasal dari Tuhan dengan mengatakan bahwa sejak Al-Qur\u2019an turun pertama kali yang dimulai dengan ayat pertama (Q.S al-Alaq: 1-5) sampai turunnya ayat terakhir, ia langsung menggunakan lafaz yang jelas, susunan yang korelatif, gaya bahasa yang tinggi dan indah. Sementara itu, bahasa yang diciptakan oleh para ahli bahasa, filosof, penyair, tidak langsung mencapai puncaknya, tetapi secara berangsur- angsur sangat meningkat sampai pada puncak kemampuan mereka.<\/p>\n<p><strong>Editor: Soleh<\/strong><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><a href=\"https:\/\/ibtimes.id\/benarkah-al-quran-zaman-sekarang-tidak-otentik\/\">sumber ini berita dari ibtimes.id<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Al-Qur\u2019an merupakan kitab suci kaum muslimin yang selalu terjaga dari kesalahan dan <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/girimu.com\/?p=23565\" title=\"Benarkah Al-Qur&#8217;an Zaman Sekarang Tidak Otentik?\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":13,"featured_media":23566,"comment_status":"","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[1463],"tags":[559],"newstopic":[],"ppma_author":[2325],"class_list":["post-23565","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-wawasan","tag-headline"],"authors":[{"term_id":2325,"user_id":13,"is_guest":0,"slug":"ibtimes-id","display_name":"Ibtimes.id","avatar_url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/6ddfcba50a81c483153313f64c939c18bea3fc7aaeb40ee764c3e4cb1e2177da?s=96&d=mm&r=g","author_category":"","first_name":"","last_name":"","user_url":"","job_title":"","description":""}],"amp_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23565","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=23565"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/23565\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/23566"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=23565"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=23565"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=23565"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fnewstopic&post=23565"},{"taxonomy":"author","embeddable":true,"href":"https:\/\/girimu.com\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fppma_author&post=23565"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}